Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part11


__ADS_3

pagi hari ini, mungkin bagi para penghuni rumah ini, pengantin baru kesiangan mungkin bagi mereka semua, kedua pengantin ini kelelahan atas aktifitas yang mereka berdua lakukan itu, namun siapa sangka yang mereka pikirkan sangat berbeda dengan kenyataan,


wanita ini baru bangun tidur menangis, karena mengingat perkataan suaminya semalam ia pun menjadi sedih,



ia menangis karena pernikahan yang bukan keinginannya, memang sangat mewah pesta itu, tetapi tidak seindah impiannya, pernikahan yang di tutupi semua orang, wajahpun di tutupi cadar yang menutup dirinya, ini semua karena istri pertama dari suaminya yang tak mau, untuk semua orang membandingkan kecantikan dirinya dan dirah, dirah mau tidak mau pun menurutinya,


"sudah cukup hari ini sudah siang, aku harus membangunkan tuan depan, agar ia segera sarapan dan masuk kantor"


ucap dirah yang langsung menuju ranjang tempat yang di tiduri oleh depan suaminya itu,


"tuan Devan bangun, tuan sekarang sudah jam 8 pagi, tuan harus berangkat ke kantor"


ucap dirah yang membangunkan depan, karena sebelom nikah dirah sudah di beritahukan oleh art depan sendiri, untuk membangunkan depan,


depan pun membuka matanya, melihat jam sudah jam 6 pagi, dengan kesadaran yang masi di awang-awang depan pun langsung menarik dirah ke arahnya,


"sayang ini Masi pagi tau, kamu harusnya tidak membangunkan mas dulu baby"


ucap depan yang tanpa sadar langsung memeluk dirah, di ranjang itu, depan Masi belom sadar atas apa yang terjadi semuanya itu, dirah yang di peluk pun kaget, bukan tidak mau untuk di peluk namun ia, juga takut ketika depan sudah sadar, ia akan di perlakukan kasar kembali, akhirnya ia pun langsung melepaskan pelukan depan tersebut,

__ADS_1


"sadar tuan ini dirah, bukan nonah Laura istri Andah, saya dirah istri kedua Andah, yang kemaren baru Andah nikahi"


ucap dirah sambil menepuk-nepuk kan kedua pipi depan, depan yang di tepuk pun langsung membuka matanya, ia pun langsung terkejut, ia baru ingat ternyata, ini bukan kamarnya dengan Laura istri pertamanya, melainkan kamar keduanya dengan sang istri kedua,


"prak....


"dasar gadis mur*Han, beraninya kau ada di tempat tidurku, bukankah sudah ku bilang kau tidak boleh, tidur satu ranjang denganku"


ucap depan sambil menjenggut rambut dirah, dirah yang di jenggut rambutnya pun langsung berteriak kesakitan,


"aahhkkk... sakit tuan, ampuni dirah hiks...hiks...."


ucap dirah sambil menangis, tak lama depan yang tidak tega pun langsung melepaskan tangannya dari rambut Dirah itu, sambil terbangun pergi meninggalkan dirah masuk ke kamar mandi,


ucap depan sambil memukul kaca yang ada di kamar mandi tersebut,


bruk.....


bruk....


bruk...

__ADS_1


tiga kali pukulan kaca, di kamar mandi membuat dirah langsung kaget, sekaligus ketakutan akhirnya dirah pun keluar, untung ia sudah sempat cuci muka, sebelom depan bangun, dirah pun keluar untuk menghindari amukan dari depan suaminya itu,


"lebih baik aku keluar saja, dari pada aku yang akan jadi sasaran lagi, mending aku membantu perkerjaan art di rumah ini saja, dari pada aku harus di sakiti lagi"


ucap batin dirah lalu dirah pun keluar dari dalam kamarnya itu, ia pun langsung menuju ke tangga, namun sebelom itu ia di kagetkan kembali oleh Laura, istri pertama dari depan suaminya itu,


"enak bangt ya, jam segini baru bangun, abis berantam ya sama suamiku haha..., kasihan bangt sampai merah pipinya itu"


ucap Laura jelas kepada dirah, lalu langsung menjenguk rambut dirah,


"aakkkkhhh... sakit nonah, tolong lepaskan ini sakit sekali"


ucap dirah kepada Laura, bayangkan dua kali di jenggut dalam keadaan Masi pusing, sungguh sakit sekali belom lagi luka memerah di pipinya itu,


"hahaha... ini untukmu yang sudah mau masuk, di dalam rumah tanggaku, aku memang menginginkanmu untuk menikah dengan suamiku, namun harus kau tau, itu semua hanyalah sandiwaraku saja, istri mana yang rela, suaminya menikah kembali apa lagi dengan anak kecil sepertimu, dan aku berharap kau cepat-cepat hamil, agar suamiku segerah menceraikan dirimu"


ucapan Laura pun sangat jelas menusuk hati dirah, dirah hanya bisa menangis, di perlakukan seperti ini, oleh kaka madunya itu, tak lama pun depan keluar langsung saja Laura melepaskan tangannya dari rambut dirah, dan langsung memeluk depan jelas di dekat dirah, depan pun langsung mencium puncak puncak kepalanya istri pertamannya itu, sementara Dirah yang, menyaksikan itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua,


sangat jelas bukan karena rasa cemburu di hati dirah, melihat mereka berdua romantisan pagi-pagi seperti ini, tapi karena rasa tau dirinya bahwa ia yang harus tersadar ia ada di tengah-tengah Maligai rumah tangga orang lain,


"ya Allah maafkan aku, tolong kuatkanlah hatiku ini dalam menghadapi semua kesakitan, yang mereka berikan kepadaku"

__ADS_1


ucap batin dirah lalu dirah pun menghapus air matanya, dan menuju ke arah dapur untuk membantu membuat sarapan,


bersambung......


__ADS_2