
setelah mendengar jawaban dari sang mama mertua membuat, sang menantu menangis dan langsung bertanya kepada suaminya, namun sang suami yang tak tau pun langsung bingung, karena seperti prank,
"tidak sayang mama pasti sedang ngeprangk kita, kamu jangan terlalu percaya ya sayang"
ucap Devan kepada sang istri sambil memeluk sang istri, tapi lagi dan lagi, mama depan yang bersuara,
"tidak depan mama serius, mama tidak mengeprangk kalian semua, di sini mama bawa dirah untuk menjadi menantu mama, sekaligus istri keduamu depan, mama mohon mama ingi. memiliki cucu sudah lama kalian menikah, tetapi istrimu ini Masi belom mau untuk hamil"
unjar mama depan nonah amora, sambil meneteskan air mata, sebap 7 tahun sang anak menikah tetapi istri dari anaknnya tidak mau hamil, alesanya karena takut badannya jelek, dia seorang model tidak ingin memiliki anak takut badannya rusak,
"apa jadi ini beneran mah"
tanya istri depan kepada mama Devan,
"iya Laura, mama sengaja memberikan pertolongan kepada seseorang, dan balas budinnya adalah mama ingin anaknnya menjadi menantu mama, dan memberikan seorang cucu kepada mama, apa kamu setuju dengan pendapat mama, jika pun tidak mama tetap ingin memiliki cucu, kalo begituh Laura kamu harus hamil, agar suamimu tidak menikah lagi"
ucap mama Amora kepada Laura istri dari anaknya yaitu Devan, Laura pun terkejut mertuanya menyuruhnya untuk hamil tidak dia tidak akan mau, nanti bisa bisa badannya jelek, nanti dia tidak ada lagi job untuk syuting dan pemotretan, sementara Devan langsung membujuk istrinya agar mau hamil,
"ayoolah sayang, kamu mau ya untuk hamil, 7 tahun aku diam ku mohon sayang kali ini, tolong turuti perkataan mama dan perkataan suamimu ini, agar rumah tangga kita bisa baik baik saja, dan tidak ada orang lain yang masuk"
ucapan Devan sambil memohon kepada Laura sang istri agar mau untuk hamil, anaknnya agar rumah tangganya aman,
"tidak mas, Laura tidak mau untuk hamil, mas tau kan Laura adalah seorang artis dan model paling terkenal, Laura tidak mau, ini impian Laura sedari kecil mas, mas juga kan tau dari dulu Laura, sudah memberikan syarat, jika mas terkekeh ingin punya anak, Laura tidak apa apa mas, Laura ijinkan mas untuk menikah lagi, dengan syarat tidak ada orang yang tau, mas menikah lagi, selain keluarga mas"
ucap Laura pun membuat Devan melemas, mengapah sang istri justru malah menyetujui permintaan sang mama, padahal Devan sangat tidak ingin menikah kembali,
__ADS_1
"tidak sayang mas, tidak akan menikah lagi, mas sayang kepadamu mas cinta kamu Laura"
ucap Devan memeluk sang istri dan mencium puncak kepalannya, Amora sang ibu yang melihat depan tidak mau menyetujui permintaannya pun langsung menangis,
"mama mohon nak, mama dan papamu ini sudah tua apa kamu tidak kasihan melihat mama, ingin memiliki seorang cucu, sampai kapan Devan mama ingin menimang cucu mama hiks.."
ucapan nada tangis sang ibu, kepada sang putri, namun sang putra diam saja,
"apa kamu mau lihat mamamu ini, mati dulu baru kamu akan mengabulkannya Devan"
ucap nada marah sang papa, karena melihat sang istri memohon namun tidak di dengarkan oleh sang anak,
"tidak pah, depan tidak ingin menikah, Devan tidak bisa Devan tidak mencintai wanita ini"
"liat pah bahkan anakku pun tidak ingin melihat namannya bahagia, lalu apa gunanya mama hidup jika harus seperti ini, mama ingin memiliki seorang cucu, tetapi anak mama sendiri tidak menginginkannya, lebih baik mama mati saja"
ucap mama depan sambil memegang pisau dan langsung mau menusukan ke perutnnya,
Devan yang melihat sang ibu yang melahirkannya, mau menusukan pisau ke perutnnya pun langsung teriak,
"tidak tidak ma, Devan tidak ingin mama seperti ini Devan sayang sayang kepada mama, Devan mohon jangan lakukan ini mah, bunuh diri itu sangat dosa mah"
ucap depan sambil mengingatkan sang mama, lagi dan lagi namannya memaksa,
"kalo begituh mama mau kamu mengabulkan permohonan mama, jika tidak mama akan menusukan pisau ini ke perut mama sendiri"
__ADS_1
Amora pun memaksa sang anak agar mau menuruti permintaannya,
"tidak mah, depan mohon jangan seperti itu, depan mohon mama bersabar sebentar"
ucap Devan, namun sang mama, tidak mendengarkannya, dia mengarahkan pisau ke arah perutnya, sambil berkata,
"dalam hitungan satu sampai tiga, jika kamu tidak bisa mengabulkan permintaan mamamu ini, oke mama akan menusukan pisau ini ke perut mama"
ucap mama Devan serius kepada sang anak,
"tidak mah"
"baiklah... satu....... dua ........ tigggggggaaaaaaa....."
prak.....
"pisau itu pun di lempar oleh depan, dan jatuh ke bawah, dengan amarah Devan pun langsung bersuara,
"baiklah mah Devan mau menikah kembali'"
ucap depan di depan sang mama, sang mama pun langsung tersenyum, namun Laura berbeda ia langsung naik ke atas, meninggalkan Devan serta keluarganya, mungkin rasa kecewa di lautan itu ada, tapi egonnya sangat tinggi
.
bersambung......
__ADS_1