
dari jam 02-00 siang CEO tampan ini, baru saja selesai miting di jam 05;00 dan sekarang rekan kerjanya mengundangnya untuk datang ke acara perayaan perusahaannya basmanta group dan perusahan Wijaya group, perusahaan basmanta group, adalah perempuan depan sendiri, sementara Wijaya group adalah perusahaan pak Bayu,
"saya tunggu ya pak depan nanti malam, terimakasih atas kerjasamanya, dan semoga perusahaan saya dan perusahaan pak depan berkembang lebih bagus lagi"
"amin-amin pak makasih, saya juga berharap seperti itu, nanti malam saya akan datang pak, mungkin jam 20:00 wib, sampai pada tempat tersebut,"
ucap depan yang langsung di senyumkan oleh pak Bayu,
"yasudah miting hari ini selesai ya pak depan, terimakasih atas waktunya, oke saya tunggu nanti malam, jangan lupa ajak istri Andah pak"
"baik pak"
usai berbincang depan pun menuju pulang ke rumahnya, depan akan mengajak Laura sang istri untuk datang di acara peresmian bergabung perusahaannya dan perusahaan pak Bayu,
"aku ingin memperkenalkan istriku di hadapan semuanya, aku ingin mempublikasikan hubungan ini, aku juga ingin semua orang tau bahwa Laura istriku,"
ucap depan sambil menyetir, depan cape, bahwa selama ini hubungannya dengan Laura, tidak di publikasikan, orang-orang taunya Laura seorang model papan atas yang masi sendiri, sehingga banyak laki-laki yang mengincar Laura, istrinya, sebagai seorang suami, sesungguhnya depan sakit, saat banyak pasang laki-laki di luar sana mendekati istrinya, terang-terangan mendekatinya di hadapan publik pun,
"ucapan azmi benar, aku harus tegas sebagai seorang laki-laki, jangan mau untuk di injak-injak wanita, aku di sini kepala keluarga, tapi di hadapan Laura istriku, selama ini aku tidak pernah di anggap, aku akan bujuk Laura untuk mempublikasikan hubungan ini, agar laki-laki di luar sana, tau diri tidak lagi mau memiliki istriku"
ucap hati depan, sambil berguma kesal karena, depan melihat tadi di TV, berita seorang model ternama yang bernama Laura, istrinya itu, sedang di incar oleh pengusaha batu bara, yang sangat kaya, depan kesal saat mendengar berita media tersebut, akhirnya dengan ada acara perusahaan, depan pun jadi mempunyai ide, untuk mempublikasikan hubungan mereka berdua,
seiring berjalannya waktu kini depan pun sudah sampai di rumahnya, baru saja masuk sudah di hadapan dengan nonah amora mama dari depan,
"depan sayang, mama mau bilang, mama sudah memesankan tiket honeymoon, kamu dengan dirah ke Bali nak, kamu setuju kan?,"
ucapan nonah amora yang langsung tudepoin di depan anaknya itu, depan yang mendengar, mamanya berbicara tentang honeymoon, raut wajah depan jadi berubah,
"terserah mama saja, atur saja, hidup depan kan mama yang mengatur, sampai depan menikah lagi pun mama yang mengatur strateginya, jadi untuk apa mama bilang dengan depan, toh depan tolak pun mama, pasti marah, jadi sekarang terserah mama saja, atur saja semuanya"
__ADS_1
setelah berkata seperti itu depan pun langsung pergi dari hadapan ibunya, tanpa pamit, dengan wajah tidak bisa di bilang baik-baik saja, sementara sang mama yang mendengar sang anak berbicara seperti itu, hanyalah menarik nafasnya, dan langsung pergi,
sementara dirah sang istri kedua, yang mendengarkan perkataan suaminya itu, merasa bersalah sekaligus sakit, ucapan depan suaminya itu, merasa membuat dirah sakit mungkin ini bukan pernikahan yang depan inginkan, namun harusnya depan yang melihat dirah berada di dekatnya, harusnya menjaga lisan katanya, namun kini ini tidak, depan malah mengucapakan itu dengan suara yang lumayan besar, hingga membuat dirah mendengar dengan jelas,
"bukan ini memang salahku, bukan salahnya, aku yang tanpa tau menahu, datang di kehidupannya merusak kebahagiaan dia dan istrinya, aku sadar diri aku hanyalah alat untuk mereka memiliki anak"
ucap batin dirah, sambil meneteskan air mata, sungguh malang nasib gadis cantik ini, yang harus terpaksa menikah dengan suami orang yang tak sama sekali dia kenal,"
depan sudah menaikki tangga kini, dia masuk ke kamarnya di lantai dua, kamarnya dengan istri pertamanya, yang jelas,
berjalan menuju kamar guma ingin beristirahat dan mau berbicara dengan sang istri, tapi justru baru saja sampai di depan pintu, ia, mendengar istrinya sedang telepon dengan seseorang, ia, pun langsung membuka pintu kamar tersebut,
ckrek ...
bunyi pintu terbuka, dan sang istri pun langsung terkejut dan mematikan panggilanya,
ucapan depan di depan Laura, langsung menanyai langsung di hadapan istrinya itu, Laura yang mendengar pun langsung bersuara,
"dengan siapa lagi, ya dengan sahabatku, kMu tau sendiri aku hanya punya sahabat satu yaitu salsa"
perkataan Laura kepada depan, namun depan bukan malah langsung percaya, justru tertawa,
"salsa?... hah.... tadi aku mendengar suara laki-laki, dan kamu bilang itu sahabat kamu, apa buktinya agar aku percaya, bahwa itu benar sahabat kamu"
nada depan sambil menatap mata Laura, dengan tatapan memarah, seperti ingin memakan Laura hidup-hidup, Laura yang di tatap pun langsung gemetar takut,
"matilah aku..."
ucap batin Laura, Laura pun langsung menghubungi salsa sahabatnya dengan vc, niat ingin meminta tolong,
__ADS_1
"holla Laura ada apa, kamu telpon aku,"
ucap salsa di sebrang sana, Laura pun dengan wajah yang ketakutan mengedipkan sebelah matanya dan mengarahkan hpnya ke depan, raut wajah depan pun sama persis seperti Laura,
salsa yang paham pun langsung bersuara,
"ada apa Dev..."
ucap salsa yang langsung bersuara, depan pun langsung tudepoin,
"apa benar tadi kamu yang berbicara dengan Laura, lewat telepon, atau malah sebaliknya itu bukan kamu sal....? jawab pertanyaan saya dengan jujur, jangan kamu berbohong, dan menutupi kesalahan Laura"
perkataan depan yang meminta salsa menjawab dengan jujur pun membuat, Laura langsung melemah, Laura menatap salsa dengan memohon pertolongan dari sahabatnya itu,
sementara salsa yang di suruh jawab jujur, pun bingung, ia, harus jujur atau tidak, tetapi jika ia, jujur ia, kasihan kepada sahabatnya, bisa langsung di ceraikan oleh suaminya depan, terlebih lagi ibunya depan tidak menyukai Laura, sebagai sahabat Laura memutuskan untuk berbicara bohong, demi menutupi aib sahabatnya,
"iyya benar depan apa yang di katakan istrimu, itu adalah aku, tadi aku memang sedang bercanda dengan Laura, dengan bersuara seperti laki-laki, aku sedang belajar berakting, aku mohon maaf bilah pembicaraanku dengan Laura, membuatmu marah, tapi tadi memang benar itu aku"
ucapan salsa, membuat Laura legah, sedari tadi tegang akhirnya bisa bernafas legah,
langsung saja dengan depan langsung di putuskan sambungannya, depan pun langsung pergi ke arah tempat tidur, tidak berbicara lagi,
sementara Laura, langsung tersenyum, bernafas legah karena sahabatnya, akhirnya membantunya,
"terimakasih salsa, akhirnya aku bisa bernafas legah"
ucap batin Laura,
bersambung....
__ADS_1