Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part3


__ADS_3

seorang wanita cantik putih seperti orang cina , dia adalah dirah, dirah melihat sang ibu yang sedang menangis, siapa sangka sedari tadi sang ibu Risa meminta ijin keluar, dirah sang anak mengikutinya, dirah menyaksikan ibundannya memohon mohon dengan pak Ardi karena, harus membayar hutang papa dirah kepada pak Ardi, sesungguhnya papa dirah maupun mama dirah, tidak pernah berhutang, tetapi pada saat itu mereka tertipu, niat hati papa dirah ingin memperbesar perusahaan nya, sehingga percaya kepada sahabatnya, untuk menaroh 90%persen saham mereka dengan dia, dan papa dirah pun menurutinya, padahal sang istri Risa sudah melarang tapi **arffah sang suami malah percaya begituh saja, sehingga seperti ini akhirnya, dan harta Meraka hanya tinggal 10% lagi itu pun termaksud rumah mereka, dan sekarang suaminya sakit,


yang tadinya 10% kini sisa harta mereka tinggal rumah saja,


dirah pun melihat seorang perempuan paruh baya yang mendekati mamanya, dan membantunya berdiri sambil berkata, wanita itu meminta dirah anak dari Risa untuk mau menikah dengan anaknya, dan menjadi istri kedua dari anaknya dan memberikan cucu kepadanya,


sudah dirah tidak sanggup lagi saat, wanita tadi pergi dari tempat ibundannya, dirah pun langsung pergi menuju sang ibu, yang menangis di bawah lantai, langsung saja dirah meraih ibunya membantungnya berdiri,.


"hiks..hiks... mama"


dirah langsung memeluk mamanya dan langsung membantu mamanya berdiri, sang mama Risa, sangat terkejut saat tau anaknnya dirah membantunya sambil menangis,


"kenapa sayang? mama tidak apa apa, jangan menangis lagi cantiknya mama"

__ADS_1


ucap Risa sambil menghapus air mata di pipi anaknnya, Risa dan dirah pun menuju ruang rawat suaminya,


"mah, papa kapan sadarnya ya mah, dirah rindu sama papa hiks.."


tutur kata dirah sambil menangis, langsung saja Risa memeluk sang anak, sambil menghuatkanya,


"sabar sayang kita doakan papa segerah sembuh"


...ucap Risa kepada dirah, tak lama bunyi alat rumah sakit berbunyi, detak jantung suaminya semakin lemah langsung saja, Risa menekan tombol rumah sakit, memberi tahukan bahwa suaminya sedang tidak, baik-baik saja,...


"om.... tolong selamatkan papa dirah hiks..."


ucap dirah sambil memegang tangan dokter, dokter pun tidak bisa berkata-kata lagi, jika bersangkutkan dengan nyawa dia juga tidak menjamin, dia bukan tuhan akhirnya sang dokter menjawab,

__ADS_1


"dirah om bukan tuhan, tapi atas ijin Allah insyah Allah om akan lakukan yang terbaik, kamu dan ibumu juga harus berdoa, agar papamu segerah sembuh, kamu di luar dulu ya sayang, om mau memeriksa keadaan jantung papamu"


ucap sang dokter, pun membuat mereka berdua undur diri dari tempat tersebut, dan menunggu di luar serta solat, berdoa kepada Allah SWT semoga orang yang mereka sayangi, Masi di berikan hidup,


**dokter itu terus berusaha, saat detak jantung sahabatnya sudah mulai melemah, dia pun menangis, dia berdoa dalam hatinya semoga saja, Allah Masi memberikan umur panjang kepada sahabatnya, dia pun sudah berusaha mencari orang yang menipu sang sahabat, hingga harus seperti ini, hidup yang dulu mewah kini menjadi tradis, tidak memiliki hutang jadi di kejar kejar orang, melihat sahabatnya seperti ini, dia pun sering menangis tetapi dia juga tidak bisa membantu lagi, karena istri dan anaknnya pun kebutuhan nya Masi kurang, cuma bisa memberikan ruang rawat ini geratis, obat dan yang lain harus di tebus, apa lagi oksigen dua hari sekali istri dari sahabatnya ini, membayar oksigen,


tapi untuk soal makanan untuk mereka berdua, Masi di tanggung oleh sang dokter, biarpun sembunyi sembunyi dari sang istri dia tetap membantu mereka"


bersambung.......


jangan lupa dukungannya,


biar aku semangat up-nya,

__ADS_1


dan terima kasih sudah baca cerita aku, semoga kakak2 suka sama cerita ini**


__ADS_2