Takdir Cinta Pasangan Dunia Halu

Takdir Cinta Pasangan Dunia Halu
Chapter 2. Salah kirim pesan


__ADS_3

Arief H


*(Kisah Arief mulai dari pagi hari)


Pagi buta pukul 04:00 waktu setempat... (bayangkan daerah masing-masing, ya..😜)


“Ariiiiiiiiief..!!” teriak ibunya Arief yang seperti biasa pakai Toa di depan kamar Arief sambil menggedor pintu Arief.


“Hoam.... ibu. Lagi-lagi begini.” Gerutu Arief yang kemudian mengambil bantal dan menutup kepalanya dengan bantal karena tidak ingin mendengar teriakan ibu.


Tapi.. bukan ibu namanya jika tidak bisa membuat Arief keluar dari kamar. Di buatnya ulah yang seolah-olah telah terjadi sesuatu.


“Ariiiiief...!!! Tolong ibu. Itu di dapur, apinya sudah ke mana-mana.” teriak ibu dengan nada panik.


Mendengar kata-kata ‘api’, Arief pun langsung bangkit dan keluar kamar lalu berkata, “Di mana bu, apinya?”


Dengan nada yang santai dan merasa tidak bersalah, ibu pun menyahut, “Tidak ada. Tadi ibu bohong. Hehehe.”


“Ibuuuuuu.” ucap Arief yang lagi-lagi kena jebakan batman dari ibu.


“Eh... eh... kamu mau ke mana?” tanya ibu yang melihat Arief hendak masuk lagi ke dalam kamar.


“Aku mau lanjut tidur, ibu. Ini masih sangat pagi.” Ucap Arief.


“No. Kamu tidak boleh tidur lagi.” Ucap ibu yang menahan dan menarik paksa tangan Arief.


“Aih... ada apa sih, bu?” ucap Arief.


“Ada apa... ada apa... ayo, sholat subuh dulu. Ini sudah hampir masuk waktunya.” ucap ibu.


“Astaga si ibu. Aku kira ada apa. Iya bu... iya. Aku tahu.” Ucap Arief yang tidak habis pikir kenapa ibunya selalu menganggapnya seperti anak kecil.


“Kalau kamu tahu, kenapa kamu tadi tidak langsung bangun dan keluar dari kamar?” protes ibu.


“Iya... iya... aku salah. Maaf, bu.” ucap Arief.


“Hadeuh... ibu. Ibu bangunkan aku pukul 04:00 sedangkan subuh pukul 04:50. Kan lumayan, bu. Mengumpulkan nyawa setengah jam lebih. Kalau begini caranya, kepalaku jadi pusing karena di paksa langsung bangun.” gumam Arief dalam hati.


Ulah ibu di subuh hari pun tidak berhenti hanya sampai di situ. Ibu pun lagi-lagi membuat ulah yang membuat Arief benar-benar kehabisan akal sehat untuk menghadapinya.


Sebagai catatan bahwa ibunya Arief ini memiliki karakter seperti anak kecil jika di hadapan ayahnya Arief. Menjadi orang tua yang sangat jahil jika sedang menghadapi Arief. Dan bisa sangat menakutkan jika suasana hatinya sedang tidak dalam kondisi baik.


Namun biar pun begitu, Arief tetap menyayangi ibunya dan ingin selalu membuat ibunya itu selalu bahagia.


“Sudah sudah, bu. Kasihan Arief. Jangan usilin dia lagi, bu. Dia sudah kesiangan. Harus segera berangkat kerja.” Ucap ayahnya Arief yang tahu persis dengan karakter istrinya.

__ADS_1


Dengan memasang wajah yang memelas, Arief pun memohon pada ibu agar cepat membiarkannya berangkat.


“Baiklah. Untuk kesekian kalinya kamu lolos. Tapi tidak untuk lain kali.” ancam ibu dan Arief pun hanya mengangguk-angguk supaya cepat kelar urusannya dengan ibu dan dia pun dapat segera cepat berangkat.


*(dimulai part sinkron)


Sesampainya di kantor, Arief di kejutkan dengan sebuah pesan singkat.


‘Ras, hari ini aku lembur. Aku tidak bisa pulang bareng kamu.’


“What?! Ini pesan nyasar atau bagaimana sih?! Ah sudahlah... biarkan saja. Aku sendiri juga kebetulan banyak pekerjaan.” gumam Arief yang seketika menjadi sangat putus asa melihat ada begitu banyak tumpukan kertas di atas meja kerjanya.


“Ya ampun... ini akan menjadi hari yang sangat panjang sekali.” Keluhnya.


Dengan langkah gontai, dia pun menutup pintu ruangannya dan kemudian duduk di kursi meja kerjanya.


“Oh my God.... kenapa harus ada akhir bulan? Kenapa harus ada laporan? Aaaaaaargh...!” ucap Arief sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Waktu pun di lalui Arief dengan fokus pada tumpukan kertas itu. Lalu lagi lagi sebuah pesan singkat masuk.


‘Ras, jangan lupa makan siang.’


Melihat pesan singkat yang nyasar itu, Arief pun memicingkan matanya.


“Kenapa nomor yang sama bisa nyasar sampai dua kali?” gumam Arief.


“Aih... kenapa bisa kebetulan begini. Di pesan yang nyasar ini ada kalimat yang mengingatkan untuk makan. Walau bukan untuk aku, tapi kenapa jadi aku yang berasa di suruh jangan lupa makan?! Ah sudahlah. Makan dulu. Nanti lanjut lagi.” gumam Arief yang kemudian pergi untuk mencari makanan.


Sesampainya di warung dekat dengan kantor, Arief pun bertemu dengan sahabatnya.


“Hai, Rief. Tumben ke warung.” ucap Faisal.


Sebagai catatan... Faisal ini adalah sahabat Arief dari SMU. Hanya saja mereka sempat beberapa tahun berpisah karena harus meneruskan sekolah di tempat yang berbeda.


“Oh.. kamu, Sal. Iya, nih. Aku tiba-tiba saja lapar dan ingin makan.” Sahut Arief.


“Kok bisa kamu merasa lapar di saat seperti ini. Bukannya kamu selalu lupa makan kalau sedang buat laporan seperti ini?” tanya Faisal heran.


“Nah tu dia. Jangankan kamu, aku sendiri juga heran.” Ucap Arief santai sambil mengunyah makanannya.


Mendengar jawaban dari sahabatnya itu, membuat Faisal menjadi berkata, “Kesambet setan mana, Rief?”


“He... siapa juga yang kesambet. Aku ini memang beneran tidak tahu. Rasanya aku tiba-tiba lapar dan ingin makan.” Sahut Arief.


“Ish.” Ucap singkat Faisal.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Arief pun telah menyelesaikan makannya dan kembali ke ruangannya untuk melanjutkan membuat laporan.


“Yup... ayo kita lanjutkan pekerjaan kita yang tadi kita tunda. Semangat.” ucap Arief pada dirinya sendiri.


Arief pun langsung segera berkutat kembali dengan tumpukan kertas yang ada di meja kerjanya.


Memang sangat membosankan kalau harus dihadapkan dengan laporan. Tapi apa daya... tetap harus dikerjakan.


Setelah bersabar untuk beberapa waktu, pekerjaan pun akhirnya dapat di selesaikan setengahnya.


“Alhamdulillah untuk hari ini. Akhirnya bisa berkurang juga.” Ucap Arief sambil mengangkat kedua tangannya untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa penat.


Dan di saat yang bersamaan...


“Hai, bos. Bagaimana? Sudah kelar laporannya?” goda Faisal yang tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


‘Gubrak’


Arief terjatuh karena kursi yang dia duduki ternyata tidak bisa menahan sandaran Arief yang terlewat batas mendorong ke belakang akibat terkejut.


“Wkwkkwkwkk.....” tawa lepas dari seorang Faisal melihat temannya terjatuh.


“Aih... kurang ajar kamu tuh, ya. Teman macam apa kamu ini?! Lihat temannya jatuh bukannya di tolong malah di tertawakan.” protes Arief sambil memegang kepala dan pinggangnya bergantian.


“Eh... sori.. sori.. sakit?” lagi-lagi Faisal menggoda Arief.


“Huh. Au ah.” Sahut Arief sewot.


“Wkwkwkkwk...” lagi-lagi Faisal pun tertawa terbahak-bahak.


***


Malam harinya ketika Arief hendak bersiap-siap tidur, tiba-tiba...


“drrt..drrt..” ada sebuah pesan singkat masuk.


‘Ras, sekali lagi maaf. Aku beneran sedang ada banyak pekerjaan. Ya sudah. Kamu jangan tidur terlalu malam ya.’


Saat membaca pesan singkat itu, Arief pun bergumam, “Nyasar lagi?”


Tanpa di tunda lagi, Arief pun langsung membalas pesan singkat tersebut.


‘Maaf. Ini siapa, ya? Kenapa sudah 3 kali ini selalu mengirim pesan ke nomorku? Apa kita saling mengenal?’


Lama tidak juga mendapatkan jawaban membuat Arief penasaran. Siapa sih orang ini dan apa maunya orang ini sebenarnya?!

__ADS_1


Lalu kira-kira apa yang akan di lakukan Arief dan bagaimana ekspresi Ana saat mendapat pesan singkat dari Arief?


So, next ya...😘


__ADS_2