
Siang harinya di tempat kerja Ana, Ana sedang meneruskan laporannya yang tinggal sedikit lagi. Di saat dia sedang serius mengerjakan laporannya, tiba-tiba saja...
‘drrt... drrt... drrt...’
Sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. Isi pesan itu adalah...
“Na, kamu marah? Maafkan aku ya, Na. Aku tidak ada maksud menyinggung kamu apalagi memaksa kamu. Aku hanya sekedar memberi saran saja padamu.”
Ana yang membaca pesan itu pun bergumam, “Ras, aku sebenarnya mengerti dengan ucapanmu tadi pagi. Hanya saja maaf, Ras. Aku sungguh tidak bisa. Jika kamu dan Aira memang merasa terganggu dan terbebani oleh kehadiranku, mulai sekarang aku tidak akan merepotkan kalian lagi.”
Seketika raut wajah Ana menjadi sedih dan hati Ana pun terasa pedih. Bagaimana tidak, pengalaman hidup Ana tentang soal hubungan antar manusia itu terlalu mengecewakan. Hingga ia berulang kali merasakan sakit hati dan juga kecewa.
***
Sore harinya, Ana pun pulang kerja seperti biasa. Namun entah ada angin dari mana, tiba-tiba saja Raskal sudah menunggunya di depan kantor.
“An, kamu masih marah?” tanya Raskal yang saat itu langsung menghampiri Ana.
“Tidak kok, Ras.” Sahut Ana.
“Tapi kalau kamu tidak marah, kenapa kamu tidak membalas pesanku?” tanya Raskal.
Ana pun terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Raskal tersebut sehingga membuat Raskal merasa bersalah.
“An, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud seperti itu.” Ucap Raskal sungguh-sungguh.
“Iya... iya... Ras. Aku mengerti dan aku percaya kok. Aku tidak marah.” Ucap Ana.
“Beneran kamu tidak marah?” tanya Raskal memastikannya lagi.
“Iya, Ras. Aku tidak marah.” Sahut Ana.
“Ya sudah kalau kamu tidak marah. Aku antar kamu pulang, ya.” Ucap Raskal dan Ana pun mengangguk sambil tersenyum.
Akhirnya mereka berdua pun pulang bersama. Dalam perjalanan, Raskal berkata, “Na, malam ini hingga beberapa ke depan, mungkin aku akan ada tugas ke luar kota. Jadi tidak bisa menemanimu. Jika kamu ada apa-apa, kamu kirim pesan saja atau telepon saja aku.”
“Tugas luar kota? Dalam rangka apa, Ras?” tanya Ana.
“Sebentar lagi kantorku akan mengadakan acara, nah aku di tugaskan untuk menyurvei lokasi tempat acara tersebut. Jika semua lancar, maka aku dan teman-temanku yang lainnya harus melakukan persiapan.” Jelas Raskal.
“Memang acaranya kapan, Ras?” tanya Ana.
“Sekitar bulan depan, An. Tapi masih belum tahu jatuh di tanggal berapa. Entah antara tanggal 1-5, tergantung dari survei dan estimasi waktu persiapan.” Jelas Raskal.
“Oh begitu. Memang kalian tidak ada draft perencanaan sebelumnya?” tanya Ana.
“Ini adalah acara dadakan, An. Aku sendiri saja baru tahu tadi. Oleh sebab itu, kami harus bergerak cepat. Masalahnya tenggat waktunya kurang lebih tinggal 2 minggu lagi dan atasan hanya memberi wacana kalau acara harus bisa di langsungkan antara tanggal 1 s/d 5 saja.” Jelas Raskal.
“Oh begitu. Ya sudah, kamu hati-hati ya.” Pesan Ana dan Raskal pun mengangguk.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di depan rumah Ana dan Ana pun turun.
“Terimakasih, Ras.” Ucap Ana sambil memberikan helmnya pada Raskal.
“Iya. Sama-sama, An.” Sahut Raskal.
Namun ketika Raskal hendak pergi, tiba-tiba Ana berkata, “Eh Ras, tapi beneran ya, nanti kamu hati-hati di perjalanan.”
“Iya, An.” Sahut Raskal sambil tersenyum.
***
Pada malam harinya, Ana pun gelisah. Rasanya seperti ada yang kurang jika dia tidak mengganggu Raskal di malam hari.
Sebagai catatan, Ana akan selalu mengganggu Raskal saat dirinya merasa kesepian dan butuh teman becanda.
Dikirimnya pesan singkat pada Raskal yang isinya...
‘Ras, kamu di mana? Sudah berangkat belum?’
Sangat lama sekali Raskal membalas pesan dari Ana. Hingga dua jam kemudian...
__ADS_1
‘Ada apa, An? Ini aku masih ada di jalan. Sedang istirahat mampir ke pom bensin.’
Itulah pesan balasan dari Raskal. Ana yang telah mendapatkan balasan dari Raskal pun seketika menjadi merasa lega dan akhirnya dia pun membalasnya dengan isi pesan...
‘Tidak ada apa-apa, Ras. Aku hanya memastikan saja kalau kamu baik-baik saja.’
Dan kali ini pesan Ana di balas dengan cepat dengan balasan...
‘Alhamdulillah, An. Aku baik-baik saja. Kenapa, An? Jangan bilang kalau kamu sudah rindu padaku.’
Mendapat balasan seperti itu dari Raskal, seketika raut wajah Ana berubah menjadi senyuman. Dalam hati dia bergumam, “Ras, kamu memang sahabatku yang paling mengerti bagaimana cara membuatku tersenyum. Terimakasih, Ras.”
Lalu Ana pun membalas pesan dari Raskal tersebut yang isinya...
‘Iya, aku rindu. Rindu untuk mengganggu dan mengisengi kamu sampai tidak bisa tidur. Wkwkkwk.’
Dan seperti biasa, setiap dapat pesan yang tidak masuk akal dari Ana, Raskal pun hanya membalas dengan gambar emot ‘😑’ sehingga membuat Ana pun spontan menjadi tertawa terbahak-bahak di buatnya.
Lalu.. setelah beberapa saat kemudian, Raskal pun kembali mengirim pesan pada Ana yang isinya...
‘Dasar kamu, An. Senangnya buat aku jadi teler di pagi harinya.’
Mendapat balasan pesan seperti itu, membuat Ana lagi-lagi tidak dapat menahan tawanya.
‘Ya Sudah ya, An. Aku mau melanjutkan perjalananku dulu.’
Itulah pesan Raskal berpamitan kembali dan Ana pun membalasnya...
‘Iya, Ras. Kamu hati-hati di jalan, ya dan terimakasih kamu masih mau menemaniku walau pun kamu sedang ada di perjalanan.’
Dan Raskal pun membalas dengan isi pesan...
‘Iya, An. Sama-sama.’
Setelah membaca pesan dari Raskal, Ana pun tidak membalasnya lagi. Karena dia tahu itu akan percuma karena mungkin Raskal sudah bersiap-siap lagi untuk berangkat.
Setelah selesai saling berkirim pesan dengan Raskal, entah kenapa dalam hati Ana sangat ingin sekali mengirim pesan pada Arief. Di beranikannya terlebih dahulu mengirim pesan pada Arief dengan isi pesan...
Tak selang berapa lama, pesan Ana pun di balas oleh Arief yang isinya...
‘Waalaikumsalam...’
Melihat ternyata pesan yang dia kirim ternyata mendapat balasan, akhirnya Ana pun mencoba memberanikan diri untuk melanjutkannya.
‘Maaf... malam-malam begini aku mengirim pesan. Aku mengganggu tidak?’
Dan di balas oleh Arief...
‘Tidak kok. Tidak mengganggu. Kamu mau mengobrol?’
Mendapatkan penawaran itu, Ana pun membalas...
‘Hehehe.... iya. Terimakasih. Memangnya lagi apa sekarang?’
Balasan Arief..
‘Oh. Aku tidak lagi apa-apa. Kamu sendiri jam segini belum tidur?'
Sebagai catatan kalau saat mereka berkirim pesan ini pada pukul 22:00 Wib.
Ana pun membalas...
‘Iya nih. Aku belum bisa tidur. Orang yang biasanya aku ajak mengobrol sedang sibuk dan ada kerjaan di luar kota.’
Balasan Arief..
‘Orang itu dekat ya denganmu?’
Ana pun membalas...
‘Iya. Dia sahabat baikku.’
__ADS_1
Balasan Arief..
‘Oh begitu. O ya, aku hampir saja lupa. Nama kamu siapa?’
Ana membalas...
‘Namaku Anastasia. Panggil saja aku, Ana. Nama kamu sendiri, siapa?’
Balasan Arief..
‘Namaku Arief.’
Ana pun membalas...
‘Oh, kak Arief.’
Balasan Arief...
‘Wkwkkwkk... aku di panggil kakak. Ya sudah tidak apa-apa. Senyaman kamu saja, An.’
Ana pun membalas...
‘Hehehe... Btw, ini ada yang marah tidak, kak kalau aku mengajak kakak mengobrol malam-malam seperti ini?’
Balasan Arief..
‘Wkwkwk... tidak kok. Tidak ada yang marah. Kalau kamu memang sedang ingin teman untuk mengobrol, kamu bisa kok kirim pesan kapan saja kamu mau.’
Ana pun membalas..
‘Terimakasih atas tawarannya.’
Balasan Arief...
‘Sama-sama. O iya, ini sudah malam. Kamu lebih baik segera tidur. Kamu bekerja kan?’
Ana pun menjawab..
‘Iya.’
Balasan Arief...
‘Nah. Ya sudah. Sekarang kamu tidur. Besok kan bisa di lanjut lagi kalau memang kamu mau mengobrol.’
Ana pun membalas...
‘Memang kakak tidak keberatan kalau aku mengganggu kakak?’
Balasan Arief..
‘Tidak apa-apa. Tidak mengganggu kok. Nanti kalau kiranya aku tidak bisa mengobrol denganmu, aku pasti akan memberitahumu.’
Ana pun membalas..
‘Oh begitu. Ya sudah deh. Kalau begitu aku tidur sekarang. Terimakasih ya kak, sudah mau mengobrol denganku.’
Balasan Arief..
‘Iya. Sama-sama, An.’
Dan Ana pun membalas untuk yang terakhir kalinya...
‘Ya sudah kalau begitu. Aku pamit. Assalamu’alaikum, kak.’
Arief membalas...
‘Wa’alaikumsalam.’
Setelah itu, mereka pun mengakhiri percakapan mereka. Entah mengapa saat selesai mengobrol dengan Arief, hati Ana jauh lebih tenang dan ini berbeda sekali dari setelah dia mengobrol dengan Raskal.
Dia pun akhirnya dapat tidur dengan nyenyak malam itu.
__ADS_1
Next lagi ya...