
Truk pengangkut barang bekas dari JASUMA pun sudah melawati jalan raya menuju perbatasan, Lina yang sudah emosi mengacak-acak semua isi JASUMA karna tidak menemukan jejak Linda sama Laila. Saat melihat kamar linda mereka kaget semua barang-barang sudah kosong serta acak-acakan.
Melihat semua sudah tidak ada tanda-tanda harapan bahwa Linda masih berada di JASUMA, itu yang membuat Lina yakin kalau mereka sudah melarikan diri.
Lina menghubungi semua anak buahnya yaitu para preman pembunuh bayaran "Aku butuh bantuan kalian sekarang juga awasi semua truk, bus, atau apa pun itu temukan mereka hidup-hidup dan bawa ke hadapanku segera." perintahnya lalu mematikan teleponnya.
Kemudian dia kembali berteriak hingga semua takut akan teriakannya yang sangat melengking melebihi suara petir "Cepat kalian cari mereka, jangan sampai lolos aku yakin mereka tidak akan bisa pergi begitu saja dari sini karna di sini masih kawasan ku." ..
Semua langsung bergerak mencari Linda juga Laila sesuai perintah linda, karna mereka juga takut akan amarah Lina yang bisa membuat hidup mereka seperti di neraka.
__ADS_1
Lina mencari Dhani dan menarik paksa anak itu, karna dia yakin mereka dalang di balik semua kegaduhan yang terjadi.
"Ampun Lina aku sungguh tidak tahu di mana Laila, aku tidak berbohong." Dhani berusaha meminta ampunan kebebasan dari Lina.
"Diam lah jangan berisik aku akan membuatmu mengatakan yang sebenarnya tanpa perlu aku susah payah untuk memaksamu." kata Lina sambil terus menyeret Dhani sambil menarik sebelah kupingnya.
"Memangnya aku bisa percaya sama bualan mulut manis kalian." Lina tetap menyeretnya sampai di tempat di mana dia menyediakan hukuman buat Dhani.
Lina memukul Dhani sampai menjerit ketakutan kemudian menuangkan wajahnya ke dalam air berulang-ulang hingga dia kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1
"Tidak Lina jangan lakukan itu untuk putraku, kami tidak tahu apa-apa tentang semua itu. Kami juga mencari mereka, tolong percaya kepada kami." dia menangis karna sangat terpukul melihat putranya di hukum dengan cara seperti itu.
"Kau tahu jika mereka mencoba-coba melarikan diri dari sini mereka akan mati." ketusnya lagi dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
Tiba-tiba di perjalanan menuju perbatasan truk yang di tumpangi Linda sama Laila berhenti karna ada pemeriksaan. Linda yang begitu cemas juga takut akan ketahuan hanya bisa menutup mulutnya dengan menggigit pakaiannya agar tidak ketahuan, keringatnya langsung bercucuran dan nafasnya memburu ketakutan.
"Kalian harus periksa benar-benar jangan sampai ada yang kelewat satu pun, kita harus memastikan kalau mereka tidak bisa lolos begitu saja." para preman itu pun langsung mengambil tombaknya menusukkan semua pakaian yang di dalam truk hingga mengenai kaki Linda.
Laila menjerit hendak bersuara namun Linda langsung memeluknya dan menutup matanya agar tidak melihat benda-benda tajam yang di tusukkan ke arah mereka tidak di lihat oleh Laila itu bisa membuatnya jadi ketakutan.
__ADS_1