
Para preman bayaran itu pun terus saja menusukkan tombak ke dalam tumpukan kain yang ada di dalam truk itu, dengan sadis tanpa mereka sadari Linda juga Laila ada di dalam sana sedang bersembunyi untuk melarikan diri.
"Cepat tusukkan semuanya jangan sampai mereka lolos dan kalau merak lolos maka Lina akan membunuh kita." perintah bos mereka dari bawah sambil terus memerintah semua anak buahnya untuk melakukan pemeriksaan pada setiap kendaraan yang lewat dari pelabuhan.
"Tidak ada bos, semuanya nihil." seru anak buahnya secara bersamaan. Sementara kaki Linda yang sudah tertusuk, Laila lalu menutupnya dengan kain agar tidak terlalu banyak mengeluarkan banyak darah.
"Apa ini terlalu sakit Bu?" tanya Laila sambil melihat wajah ibunya yang pucat pasi menahan rasa sakit di kakinya.
"Tidak apa-apa sayang , ibu tidak terluka jangan khawatirkan aku." Linda berusaha untuk meyakinkan Laila agar tidak panik juga menangis karna kalau itu terjadi maka mereka akan tertangkap saat itu juga.
__ADS_1
"Sayang kita harus bisa segera lari dan pergi jauh dari sini, kita kan hidup bebas tanpa harus tinggal di tempat terkutuk itu lagi." Linda sangat benci kalau mengingat tempat itu tempat di mana suaminya menjual dirinya hanay untuk menyingkirkannya bersama putrinya yang bahkan belum lahir ke dunia ini.
Sementara di tempat lain Lina yang masih mengamuk terus saja berteriak sambil marah-marah, dia terus saja menghubungi semua anak buah bayarannya untuk mencari Linda juga Laila.
"Kalian sudah berada di mana apa kalian melihat ada seorang wanita di dalam truk kalian bersama anak kecil, cepat periksa sekarang juga. Kalau kalian menemukan mereka tolong habisi saja wanita yang tidak berguna itu, dan anaknya bawa dia ke padaku hidup-hidup. Apa kalian mendengarkan aku, cepat lakukan apa yang aku suruh." Lina mengerang kuat dan membuang semua apa yang dia lihat dan melemparnya ke sembarang arah.
Namun tiba-tiba truk yang mereka tumpangi berhenti dan kedua pria tadi keluar dan memeriksa semua isi dari truknya. Dan mereka sama kagetnya dengan Linda juga Laila yang langsung mendapat tatapan dari kedua pria bertubuh besar itu.
"Tu.... Tuan tolong ampuni aku juga putriku, jangan bawa kami lagi ke tempat terkutuk itu. Aku mohon aku hanya ingin menyelamatkan putriku dari orang-orang yang ingin menghancurkan masa depannya." lirih Linda yang langsung memohon ampunan dari ke dua pria itu.
__ADS_1
Namun dia tidak mendapat jawaban dari ke dua pria itu, justru langsung menghubungi Linda dan menekan nomornya "Halo Nona ,,, kami tidak melihat apa pun di sini." lalu pria itu langsung mematikan teleponnya.
"Cepatlah kalian pergi dari sini dan jangan tunjukkan wajah kalian atau coba-coba mengatakan apa pun kepada Lina, atau kalian akan mendapatkan akibatnya kalau sampai itu terjadi." kata pria itu Linda pun langsung berlari menyusuri jalan raya dengan terus berlari membawa Laila pergi.
"Bu aku lelah ..." rengek Laila sambil terduduk di jalan karena sangat lelah tidak bisa berlari lebih jauh lagi.
"Tidak sayang kita harus segera pergi sebelum mereka menangkap kita." Linda membujuk lagi Laila dengan menggendongnya agar lebih cepat sampai di pelabuhan.
Nantikan terus yah jangan lupa dukungannya.
__ADS_1