TAKDIR HIDUP Laila

TAKDIR HIDUP Laila
semakin terpuruk


__ADS_3

Kesehatan Linda semakin hari semakin terpuruk, dia tidak bisa semangat untuk hidup lagi karena semua usaha nya telah sia-sia dan tak berarti.


Semua usaha nya akan sia-sia saja hingga ia tidak ingin berjuang untuk hidup lebih lama.Bagi nya lebih baik mati dari pada harus hidup menyaksikan Putri nya menjadi wanita malam seperti diri nya. Tidak banyak yang bisa ia lakukan selain hanya pasrah pada takdir nya kini, Laila juga sudah ada banyak berubah ia selalu giat belajar agar bisa membantu ibu nya untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik.


"Mami sebaik nya kita singkir saja wanita penyakitan itu untuk apa kita memelihara orang yang sudah tidak berguna lagi." kata Lina pada Mami Barbie.


"Biarkan saja seperti itu! Tanpa kita singkirkan pun ia akan menyingkir sendiri. Untuk apa kita mengotori tangan kita hanya untuk manusia seperti sampah!" Mami Barbie berkata sambil meresap rokok nya dan duduk bersandar di singgah sana kebesaran nya.


"Hahahaha....Tapi ada gunanya juga dia sebagai umpan untuk bocah ingusan itu." seringai Lina dalam hati nya yang ingin menggunakan Linda sebagai umpan untuk Laila.


Lina pergi dari kamar ibu nya sambil tersenyum bahagia, "Adu-aduh ada yang lagi bahagia nih." celutuk Beni asisten Lina yang bertingkah seperti wanita sungguhan.

__ADS_1


"Diam Beni! Jangan mengganggu suasana hatiku yang sedang berbahagia." sahut Lina agar tak ingin suasana hati nya terganggu oleh nya.


"Apa aku tidak boleh mengetahui nya, Nona." rayu Beni sambil memeluk Lina dari belakang.


"Tentu, Sayang." jawab Lina sambil mengedipkan matanya dengan manja.


"Anak bocah itu sebentar lagi akan kehilangan orang tua nya, jadi kita akan segera memulai takdir nya, benar kan?" kata Lina dengan sumringah


"Sekarang akan kita mulai pertujukan nya, ayo ikut aku." ajak Lina sambil keluar berjalan menuju kamar Linda.


Lina langsung masuk mendobrak pintu kamar Linda, Sementara Linda yang tengah berbaring jadi kaget akan kedatangan Lina yang begitu tiba-tiba.

__ADS_1


"Kalian.. Mau apa kesini. Cepat pergi aku tidak ingin melihat wajah mu!" Teriak Linda sambil menunjuk wajah Lina dengan tatapan tidak suka.


Lina yang merasa tidak dihargai melipat tangan Linda sambil mencengkram wajah Linda" CK, Apa kabar dirimu yang sedang sekarat ini, Apa kamu masih punya kekuatan untuk melindungi putri kecil mu? Ayo aku akan melihat nya seperti apa dirimu berjalan atau berlari mengejar nya dengan keadaan mu yang seperti ini."


"Jangan terlalu percaya diri, seorang ibu akan terus berjuang untuk melindungi putri nya meskipun badai datang akan bisa ia lewati. Kamu tidak bisa memahami itu karena kamu tidak akan bisa menjadi seorang ibu melain kan hanya wanita rendahan di tempat hiburan ini." sahut Linda sambil tersenyum mengejek ke arah Lina dan itu semakin membuat Lina tersulut emosi.


"Dasar wanita tidak tahu diri!" Lina menampar wajah Linda bolak balik hingga Linda jatuh ke lantai tepat di bawah kaki Lina.


"Lihat lah dirimu baik-baik, sudah tidak berguna dan akan jadi sampah!" ucap Lina sambil menginjak tangan Linda hingga membuat nya mengasuh kesakitan.


"Ini baru permulaan dan kamu akan melihat yang selanjut nya!" Ancam Lina sambil berlalu pergi meninggalkan Linda.

__ADS_1


__ADS_2