
Setelah puas memukul Linda sebanyak yang dia mau dia menyeret Linda ke arah api dan menyuruh nya untuk segera berjalan sampai ke ujung.
Linda hanya bisa menangis meratapi nasib nya kini dan begitu yakin untuk menerima hukuman nya.
Semua hanya bisa terdiam memandang akan apa yang terjadi tanpa ada yang berani untuk membantu nya.
"Ingat lah akan sumpah ku dan itu akan jadi hukuman untuk mu seumur hidup mu." ucap Linda setelah menyelesaikan hukuman nya dan terjatuh dilantai dengan begitu lemah.
Sementara Lina tertawa bahagia karena telah berhasil memberikan hukuman pada Linda setidak nya itu bisa mengurangi rasa sakit hatinya.
Rossa membawa Linda untuk segera di obati, namun Linda menolak bantuan dari Rossa juga yang lain nya.
Linda merasa sudah sangat terluka hingga dia tidak ingin menerima bantuan apa pun hanya karena mengasihani diri nya.
"Aku akan mengurus diri ku dengan baik, tolong kalian pergilah tinggalkan aku sendiri." titah nya sambil tiduran membelakangi mereka semua.
Di balik selimut yang menutup tubuh nya Linda menangis meratapi nasib nya yang tidak pernah berubah dengan kebahagiaan walau hanya sedikit.
__ADS_1
Semua terasa begitu menyiksa jiwa juga relung hati nya, penghinaan, penghianatan, penyiksaan semua berkumpul menjadi satu.
Hanya air mata yang bisa ia tumpahkan sebagai tebusan dari rasa sakit yang ia terima.
Karena terlalu lelah Linda tertidur dan tak menyadari kehadiran Rossa untuk memberikan obat pada luka di kaki dan tubuh nya.
Melihat keadaan Linda saat ini membuat Rossa juga ikut menangis sambil mengoleskan salep untuk setiap luka nya.
Setelah selesai Rossa berlari sambil menangis untuk meminta permohonan pada Mami Barbie agar tidak semakin melukai Linda lagi.
Tok Tok
"Mami, apa aku boleh masuk?" tanya nya dari balik pintu meminta ijin terlebih dahulu.
"Silahkan Ros. Pintu nya tidak di kunci langsung masuk saja." teriak Mami dari dalam.
Rossa perlahan masuk dan berjalan mendekati kursi kebanggaan Mami Barbie sambil meresap rokok ditangan nya dengan begitu nikmat.
__ADS_1
"Apa katakan jangan terlalu sungkan seperti itu." ucap mami sambil memandang Rossa.
"Mami, apa boleh aku meminta untuk menjaga Linda sampai dia benar-benar sembuh dari luka nya." tanya Rossa dengan hati-hati.
Ia takut untuk menyinggung hati Mami Barbie dan itu membuat nya juga dalam bahaya bersama Dhani putra nya.
"Silahkan saja asal jangan mencoba membantu dia untuk melarikan diri lagi."
"Ti..dak. Tidak Mami. Saya tidak berani melakukan nya.!" Rossa takut kalau Mami Barbie tahu akan isi pikiran juga hati nya kini.
"Apa masih ada pertanyaan lain?" tanya Mami barbie sambil mengelus rambut Rossa dengan sangat lembut.
"Tidak ada Mami. Aku hanya meminta itu sama mami." Rossa bangkit berdiri dan keluar untuk menemui Linda lagi.
Saat dia berjalan melewati kamar Lina ia mendengar bahwa Lina akan segera menjual Laila ke luar negeri untuk dipisahkan dari Linda.
Rossa semakin takut akan kehilangan Linda juga Laila karena tidak bisa setiap saat bersama dengan mereka. Rossa adalah tangan kanan Mami Barbie yang membantu nya mengelola usaha nya ditempat lain. Hingga dia kadang tidak di tempat itu setiap saat itulah yang dia takut kan. Lina adalah orang yang sangat nekat jika dia sudah merencanakan itu makan semua sudah ia susun dengan matang tanpa mau melibatkan siapa pun termasuk Mami Barbie sebagai orang tua nya.
__ADS_1