
Hati linda begitu hancur. Dia tidak bisa menahan semua beban hidup nya yang kini menghampiri hidup nya.
"Mas,, katakan kalau itu semua bohong. Kamu sangat mencintai aku kan??"...
" Mas,, ayo katakan pada wanita itu kalau omongan nya tidak benar."
"Dia berkata benar, linda." jawab dikha
"Apa, apa yang kamu katakan mas."....
" Ini lah tempat mu sekarang dan kamu akan tinggal disini."..
"Tidak mas, tolong pikirkan sekali lagi. Apa kamu tidak memikirkan bayi kita." ucap linda memohon pada suami nya.
"Lelucon apa yang sedang kamu main kan mas. Kenapa kamu membohongi aku, kita kesini mau menemui orang tua mu kan???..."..
" Tidak linda aku memang sudah merencanakan nya dari dulu." ...
"Kamu akan tinggal disini dan inilah tempat mu sekarang."...
Linda terduduk bisu dengan tangisan yang sudah pecah. Hati nya hancur berkeping keping. Suami yang dia sayangi dengan sepenuh hati telah membohongi nya.
Dari dalam dhani dan rossa melihat semua yang terjadi. Mereka sangat kaget melihat linda dan suami nya tengah berada ditempat mereka tinggal. Sungguh mengejutkan dengan semua ini.
" Bu, bukan kah itu wanita yang kita temui tadi." ...tanya dikha.
__ADS_1
"Sudah sana masuk ke kamar mu." pinta rossa pada dikha.
Lina yang masih berdiri dihadapan mereka tersenyum lebar melihat drama antara suami dan istri itu.
"Dia tidak berguna karna dia hamil."
Rossa datang mendekati Lina berdiri disamping nya dan menarik nya masuk kedalam.
"Kamu tau apa yang kamu lakukan.biarkan mami yang memutuskan." dan melepaskan tangan nya dari lengan lina.
Mami barbie yang duduk di tahta kursi nya yang sangat mewah itu. Sudah melihat jelas apa yang sudah terjadi. Rossa mendekati mami barbie dan memohon untuk menerima linda.
"Biarkan dia tinggal disini iya mi. aku yang akan menjaga nya. Dia hamil kita akan mendapatkan bayi nanti,mi." sambil memohon dipangkuan mami barbie.
Diluar tangisan linda masih terdengar masuk kedalam kamar. Tangisan itu berubah menjadi teriakan yang kuat. Semua orang berlalu lari ke halaman depan.
"Mass, apa salah aku...."
"Kenapa kamu begitu jahat mas. Aku begitu menyayangimu...."
"Tolong pikirkan sekali lagi mas. Demi anak kita jangan tinggalin aku seperti ini." ...
Rossa datang membawa tas yang berisi uang 10 juta. Sesuai dengan kesepakatan mereka yang sudah dijanjikan. Dikha meminta upah sebanyak itu dan meninggalkan istri nya yang tengah hamil ditempat terkutuk itu.
PLaaaak ..
__ADS_1
Rossa memberikan tamparan yang sangat keras ke wajah dikha. Membuat rahang wajah nya terasa bergeser wajah nya memerah bekas tamparan dari rossa.
"Orang seperti kamu tidak pantas mendapat kan apapun. Kamu tega menjual istri mu yang tengah mengandung anak mu."
"Dasar pria ba****gan menji***kan."sambil melemparkan uang itu pada nya.
Setelah mendapat kan uang itu dikha langsung melangkah pergi keluar meninggalkan tempat itu. Linda yang masih duduk terpaku hanya bisa pasrah dan menangis. Rasa nya napas nya akan berhenti saat itu juga. Perlakuan suami nya begitu membuat nya terguncang. Seperti disambar petir disiang bolong. Begitulah takdir yang harus ia jalani saat ini. Dia tidak berdaya sama sekali hanya terdiam terpaku dalam isak tangisan nya.
" Ayo kita masuk." Rossa memangku nya membawa masuk kedalam.
Mami barbie yang sudah menunggu nya
Plaaaakkkk!!
"Berhenti menangis. Untuk apa menangisi laki laki macam itu."Teriak mami barbie
"Dia hanya menginginkan nafsu saja untuk mu. Tidak perlu untuk berharap apa apa untuk nya." Ucap mami barbie lantang sambil menatap linda.
Tiba tiba perut linda merasa sakit dan terasa mules. Segera membawa linda kedalam ruangan untuk diperiksa keadaan nya. Kehamilan nya yang sudah tua mungkin sudah waktu nya untuk melahirkan.
Semua menunggu diluar kamar berharap akan berjalan dengan baik. Dhani pun ada di sana ia tidak sabar menanti kelahiran bayi linda yang akan menjadi teman nya nanti. Teman bermain nya setiap hari nya seperti yang dia harapkan selama ini.
Kebahagiaan terpancar di wajah nya.dia yang paling bahagia dengan kelahiran linda. Lalu suara tangisan bayi sudah terdengar dari dalam membuat rossa dan dhani saling berpelukan.
***********
__ADS_1