
"Aku begitu lelah Bu! kenapa ibu terus memaksaku untuk berlari kita mau pergi kemana Bu....?" tanya Laila sambil menatap ibunya yang sedang ketakutan akan ketauan sama orang suruhan Mami lagi.
"Kamu masih terlalu kecil Laila untuk bisa mengerti dengan keadaan ibu sekarang." batin Linda ketakutan melihat kiri kanan.
"Semoga TUHAN melindungi kami sampai bisa pergi keluar dari tempat terkutuk itu." doa tulus Linda untuk dirinya juga anak nya Laila.
Linda begitu takut untuk tertangkap lagi dan kembali ke tempat maksiat itu, namun usaha mereka hanya sia-sia semua tempat sudah di kepung oleh Mami Barbie.
Pada saat Linda juga Laila mau naik kapal penyebrangan mereka tertangkap oleh Mami Barbie. "Ayo tangkap mereka dan bawa kehadapan saya." perintah Mami Barbie pada anak buah nya. Sementara Linda tidak melihat anak buah Mami Barbie yang sudah menarik nya secara paksa pada saat penyebrangan dan itu membuat Linda sangat terkejut akan hal itu.
"Tidak....Tolong ... tolong ampuni saya! saya tidak ingin kembali lagi ke tempat terkutuk itu. Tolong bebaskan kami aku mohon." Linda memohon dengan iba juga sambil bersujud di kaki mami Barbie namun usaha nya sia-sia saja.
__ADS_1
"HM, Percuma kamu pergi lari dari saya karena kamu sudah jadi milik saya setelah suami mu menjual dirimu juga anak mu terhadap saya." Mami Barbie berkata sambil menjambak rambut Linda dengan tatapan begitu sinis.
"Aku...aku mohon Mami! Tolong bebaskan aku juga Laila aku mohon!" Pinta Linda dengan terus memohon kebebasan nya.
"Cepat bawa mereka masuk ke mobil." Mami Barbie memberikan perintah untuk segera pulang menuju rumah nya.
Linda hanya bisa pasrah menerima takdir nya saat ini, sambil memeluk Laila dia menangis juga mengutuk laki-laki yang dianggap Suami ternyata hanya menjadikan dia sebagai wanita penghibur. Linda begitu terpukul akan semua yang dilakukan suami nya terhadap dirinya disaat dia mengandung buah hati nya sendiri.
Semakin ia mencoba berlari semakin ia sulit untuk pergi, seandainya waktu itu masih ada Linda meminta pada TUHAN agar tak dipertemukan dengan sosok laki-laki seperti Dikha.
"Mama, kenapa mama menangis?" tanya Laila yang ikut sedih melihat mama nya menangis tanpa henti.
__ADS_1
"Mama, hanya sedih sayang kita sudah ketahuan petak umpet nya dengan Mami pada hal kita belum sembunyi." jawab Linda sambil berusaha untuk tersenyum di hadapan putri nya.
"Mama tenang saja kita pasti akan jadi pemenang nya." seru Laila sambil tertawa bahagia sambil memeluk Linda dengan begitu erat.
"Mama jangan terlalu bersedih ada kakak Dhani yang akan menantikan kita di sana pasti dia akan membantu kita akan memenangkan permainan ini." seru nya lagi dengan gembira terpancar di wajah cantik nya.
Linda hanya tersenyum melihat wajah Laila yang tersenyum bahagia seperti anak kecil pada umum nya yang begitu bahagia saat bermain juga mendapat permen.
Laila hanya anak kecil yang belum mengerti akan bahaya apa yang sedang mereka hadapi saat ini. Laila juga masih terlalu kecil untuk mengetahui bagaimana dia lahir juga kenapa ayah nya meninggalkan mereka di tempat jauh seperti neraka itu.
"Jika suatu hari mama tidak ada di sisi mu, berjanji lah sama mama kamu akan selalu bersama kakak mu Dhani. Kamu harus jadi wanita yang hebat suatu saat nanti." Linda hanya berdoa untuk kebaikan putri nya.
__ADS_1
"Aku berjanji Ma!" Laila begitu antusias menjawab kata-kata mamanya.