TAKDIR HIDUP Laila

TAKDIR HIDUP Laila
Mulai kehilangan


__ADS_3

Mendengar ucapan Lina membuat dunia Linda runtuh seketika, dia menangis dengan sangat pilu meratapi nasib mereka berdua di tempat itu. Linda semakin tidak punya harapan lagi membuat dia semakin putus asa, bagaimana tidak ancaman Lina seakan menari-nari di pikiran juga di telinga nya. Laila yang melihat kondisi ibu nya yang semakin drop membuat dia khawatir akan kehilangan sosok ibu yang begitu ia cintai.


"Ibu, ayo minum obat nya dan makanan nya di makan biar kondisi ibu semakin membaik dan kita bisa bermain bersama." rayu Laila membujuk ibu nya gara mau makan juga minum obat.


"Ayo Bu! apa ibu tega melihat aku sendirian di dunia ini kalau ibu tidak bisa menemani aku lagi hingga dewasa."


"Aku juga ingin segera menemui ayah, Bu." kata Laila dengan hati yang bersedih karena ibu nya masih terdiam membisu tanpa mau melihat ke arah Laila.


Linda masih diam menghadap keluar jendela kamar nya dan terus berpikir untuk apa ia bisa hidup lebih lama lagi dengan keadaan yang seperti ini. Linda menangis setiap mendengarkan kata-kata Laila apalagi ketika Laila menyebut ayah pria yang membuang mereka dan tidak menginginkan kehadiran mereka berdua hingga menjual nya di tempat hiburan ini. Hati nya kembali sakit teringat akan masa-masa waktu mereka bertemu dan jatuh cinta hingga mereka menikah dan mengandung. Setelah perjalanan yang begitu panjang Dikha justru membuat nya berakhir dengan luka.

__ADS_1


Luka yang begitu dalam hingga duri itu menusuk dan berakar sampai ranting juga pohon nya hampir punah. Sekarang pohon itu akan segera tumbang dan di buang ke tempat yang semula. Itu lah istilah yang bisa aku contoh kan untuk diriku sendiri sebagai wanita yang tidak memiliki mimpi juga tidak di inginkan semua orang bahkan yang aku anggap sebagai suami yang tega merampas segala nya dari ku.


Air mata Linda semakin tidak bisa terbendung lagi meratapi diri nya yang begitu menyedihkan hingga sesak di dadanya semakin memuncak membuat nya hilang kesadaran dan tak sadarkan diri.


Melihat ibunya jatuh tak sadarkan diri Laila berteriak minta tolong dan memanggil bibi nya yaitu Rossa. "Tolong Bi. Ibuku pingsan tak sadarkan diri ayo bantu aku, Bi." teriak Laila sambil menarik tangan bibi nya untuk melihat kondisi ibu nya.


"Bibi, apa ibuku akan pergi? aku takut, Bi." tangis Laila pecah yang sedih karena kondisi ibu nya yang tak kunjung membaik dan semakin menurun kesehatan nya.


"Ibu mu akan baik-baik saja sayang, kamu tidak usah bersedih lagi, ada kami bersamamu,Hm." Rossa memeluk erat Laila untuk memberi nya ketenangan agar tak ingin Laila terus menangis melihat kondisi ibunya.

__ADS_1


"Sekarang kamu pergilah temui Dhani dan main lah bersama nya, Bibi akan menjaga ibumu." Laila mengangguk dan pergi untuk menemui Dhani di lapangan yang sedang bermain layangan bersama anak-anak yang lain nya.


"Dikha ..."  teriak Laila memanggil Dhani dari atas balkon sambil tersenyum senang berlari mengejar nya. Mendengar Laila memanggil namanya Dhani ikut berlari untuk menjemput Laila dan mereka bertemu dan saling berpelukan. "Laila jangan berlari terlalu kencang nanti kakimu bisa keseleo." kata Dhani sambil memeluk Laila dengan begitu erat seperti takut kehilangan Laila.


Mendengar ocehan Dhani membuat Laila tertawa bahagia " Aku janji deh. Kalau aku terluka ada kamu yang selalu merawat ku juga menjaga ku dengan sangat baik." sahut Laila


"Iya itu benar tapi jangan diulangi lagi, mengerti." Dhani sedikit menekan kan ucapan nya pada Laila agar tak terus menerus mengerjai  dirinya.


"Siap, Bos!" ucap Laila sambil memberi hormat pada Dhani setelah pelukan nya dilepaskan oleh Dhani.

__ADS_1


__ADS_2