
Lina menghampiri mama nya kedalam kamar nya. Karena ia tidak kalah geram nya melihat persahabatan Laila dan Dhani yang selalu bersama dalam hal apapun.
Melihat kedekatan mereka saja Lina merasa sangat muak tidak bisa memisahkan mereka berdua. Lina sangat membenci Laila karna dia masih kecil saja sudah sangat mengganggu nya. Membuat hari-hari nya menjadi sangat berantakan karena terus di kerjain oleh Laila juga Dhani.
"Aku tidak akan melepaskan anak itu begitu saja."Lina begitu emosi membayang kan kenakalan Laila yang selalu membuat dia terus emosi tingkat tinggi.
" Dia masih sangat kecil umur 5 tahun dan dia membuat mu menangis? Ini sangat lucu menurut ku." jawab Mami Barbie tersenyum mengejek Lina.
"Dia kecil kecil sudah jahat Mi, hari itu saja dia sudah merobek-robek gaun mahal ku." cibir Lina dengan ketus juga masih sangat emosi
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan semua akan ada waktunya dan aku mau istirahat bisakah kamu pergi dari hadapan ku!" usir Mami Barbie secara langsung yang tidak ingin mendengar lebih banyak lagi keluhan Lina yang menurut nya sangat kekanakan sekali.
Lina yang masih sangat kesal dengan jawaban mama nya yang berpikir bahwa Mami begitu menyayangi nya dan membandingkan kasih sayang nya.Ia pergi masuk ke kamar nya merebahkan tubuh nya di kasur indah nya sambil terus berpikir keras rencana untuk menyingkir kan Laila.
Lihat saja aku akan menjual nya sendiri dan membawa nya ke pelelangan. Ucap nya dalam hati dengan wajah sinis nya.
__ADS_1
Saat pagi menjelang terlihat dhani yang sudah membawakan jus pada laila dan segera membangun kan nya. Begitulah dhani dengan segala perhatian nya pada laila,sahabat kecil nya.
"Bangun lah laila,aku membawakan jus untuk mu." sambil menyodorkan segelas jus nya.
"Aku tidak mau meminum nya."Kata laila
" Kenapa kamu tidak mau meminum jus buatan aku? Tanya dhani bingung.
"Aku akan meminum nya kalau kamu juga ikut minum bersama ku."
Terlihat tatapan sendu rossa dari balik pintu pun langsung menghampiri mereka yang tengah asyik dengan canda gurau nya. Rossa sangat bahagia melihat anak anak ny yang begitu akrab dan bahagia. Sejenak ia ingat akan masa lalu ibu nya membuat ia kembali menetes kan air mata nya.
Linda memang sangat terpukul dengan beban yang ia pikul. Namun apapun situasi nya ia harus tetap menjalani kehidupan nya dengan baik.
Saat mengingat bayangan itu rossa tidak tahan akan semua beban linda. Tapi itulah ujian hidup yang akan ia jalani seutuh nya. Ia berdoa agar suatu saat nanti linda dan laila bisa terbebas dari masalah nya.
__ADS_1
Mungkin masalah hidup memang sangat buruk. Cinta dan kasih sayang nya pada laila sangat lah besar sama seperti cintanya pada putra nya dhani.
Malam pun tiba segera ia beranjak ketempat tidur laila untuk menidurkan nya dengan baca dongeng dan sambil bernyanyi.
Rossa pun duduk disebelah laila dan membacakan dongeng untuk nya.
"Ada seorang putri dan dia dikunci di kastil yang sangat tua."Tidak lupa sambil mengusap usap kepala laila.
" Pangeran akan datang menyelamat kan sang putri."Kata dhani mengikuti cerita ibu nya.
"Putri tidak butuh siapa pun.Dia bisa menyelamat kan diri nya sendiri."Sambung laila dengan cepat.
Lalu
" Rossa berkata, kamu benar."
__ADS_1
***************