
panggilan kepada siswi bernama Cecilia anandita(Cecil) ,Kanaria putri (Naira ), yuanita (yuri)dan Putri amalia (mala)dari fakultas hukum, diharapkan segera kekantor , sekarang "
Cecil dan Naira yang mendengar panggilan Nama nya segerah menuju ruang Dosen di ikuti Denys ,Andi dan teman - temannya . Permisi Pak ,Bu " ucap Cecil dan Naira" memasuki ruang dosen ,silah kan masuk dan yang lain tunggu di luar," ucap sala satu dosen,
terpaksa Denys dan yang lainnya mundur kembali tidak jadi melangkakan kakinya masuk,menunggu di depan ruang dosen
berselang beberapa menit Mala dan Yuri memasuki ruang Dosen.
Bagus kalian sudah pada kumpul disini .
sekarang jelaskan kenapa kalian ber empat bekin keributan di kantin? " tanya Bu Aida selaku pengajar di bidang hukum.
Dia yang mulai Bu " jawab Yuri menunjuk ke ara Cecil, enak aja kalian berdua tu yang mulai, " ucap Cecil tidak terimah ,iya Bu mereka berdua yang memulai keributan,
kondisi kembali memanas karena mersa benar tidak ada yang merasa bersla. Stop" ucap sala satu dosen diruangan itu ,
kalian kami panggil bukan buat melanjutkan keributan " bentak dosen .
Seketika mereka diam menunduk tidak berani lagi membuka suara. Yang saya tunjuk hanya dia yang bole bersuara ,paham " ucap pak Didit, sala satu dosen terkenal paling galak .
Paham Pak " ucap mereka kompak.
Mala coba kamu jelaskan? ini semua gara- gara Cecil Pak , dia mencengram lengan saya ,dan ingin menampar saya pak" jawab Mala jelas borbohong , Baik kamu sekarang diam " ucap pak Didit.
Sekarang Cecil kamu jelaskan apa masalanya?
__ADS_1
βMala bohong Pak bukan saya yang mulai tapi dia dulu." jawab cecil , bohong Pak dia yang sala ,bener pak kata Mala" timpal Yuri.
Diam kalian berdua ,seketika keduanya kembali diam Pak Didit membentak Mala dan yuri,
silahkan kamu lanjut kan" ucap Pak Didit ,
makasih Pak, ya memang aku yang pertama mencengram tangan Mala tapi saya hanya melindungi siswi yang ingin Mala tampar Pak. kalau Bapa dan Ibu tidak percaya silahkan cek CCtv, benar Pak biar jelas siapa yang benar dan siapa yang salah " ucap Naira membuka suara.
Bohong Pak , mereka memfitna saya " ucap Mala dan Yuri ,mencoba membela diri.
baiklah sekarang kita lihat rekaman CCtv.
dari rekaman CCtv terlihat jelas semua masalanya. Cecil dan Naira teesenyum penu kemenangan sementara Mala dan Yuri kini tampak panik.
Makasih Pak Didit "ucap Bu Aida, untuk Mala dan Yuri kalian berdua akan membersihkan toilet kampus selama satu minggu " Mala dan Yuri jelas kaget mendengar hukuman mereka ,
Bu ini tidak adil Bu " protes Mala, kamu diam dulu Ibu belum selesai atau kalian mau Ibu tamba hukuman nya.
Dan untuk kalian berdua bersihkan ruang perpustakaan selama dua hari ,paham .
paham Bu " jawab Cecil dan Naira .
Bagus sekarang kalian boleh keluar ,setelah pulang baru kalian kerjakan hukuman kalian . Baik Bu, kami permisi" ucap Cecil menunduk begitu juga dengan Naira.
Sementara Mala dan Yuri keluar begitu saja ,wajah nya telihat menahan amara.
__ADS_1
Brensek gara-gara si Cecil kita kena sial." ucap Mala kesal.berjalan ke ara ruang kelas nya.
apa kalian melihat Naira ? tanya seorang laki- laki dengan suara dingin dan muka datar, namun ketampanannya tidak diragukan lagi.
Mala dan Yuri diam memperhatikan sosok di depannya , di sana Kak" tunjuk Mala yang masih terpesona dengan ketampanan laki - laki dedepan nya, dia bejalan begitu saja tampa mengucapkan terimahkasih.
Aduh ganteng banget siapa ya cowo tadi ? Ucap Mala penuh kekaguman. Iya udah tinggi putih, seperi nya juga orang kaya deh lihat aja pakaiannya kinclong." timpal Yuri.
Tapi tunggu dulu tadi dia cari Si Naira kan" ucap Mala baru menyadarinya, iya kenapa mereka lagi sih " jawab Yuri menghentakkan kakinya.
Naira , teriak sesorang .mereka melihat kearah sesorang yang memanggil Naira, mereka lihat siapa yang memanggil Naira.
Naira mempercepat langkahnya, Kaka ngapain di sini? tanya Naira heran dengan keberadaan Azam.
ada masalah apa ? Tanya Azam . Tidak ada masala apa-apa ko Ka " jawab Naira .
Kamua jangan bohong tadi Kaka telfon kamu tapi Denys yang angkat katanya kamu lagi menghadap ke ruang dosen " suara Azam mulai meninggi.tatapannya yang taham tetuju pada Cecil
Naira mundur ke ara Denys,matanya melotot , Denny cuman bisa tersenyum pasra karena yakin akan mendapat masalah .
Ngapain kamu ngomong sama Kak Azam, Ha " Naira mencubit Pinggang Denys , dia begitu kesal sam Denys kamu tau kan bagaimana sipat Kaka, sambil memperkeras cubitan nya ,Denys menahan sakit.
Maaf sayang keceplosan tapi lepasin dong sakit banget ini" jawab Denys mengusap bekas tangan
Naira. makanya mulut kamu jangan bocor .
__ADS_1