
Pagi ini nampak cerah secerah wajah cantik Cecil yang tampak berseri dengan mekap natural dan pakaian sederhana namun tidak mengurangi kadar kecantikannya.
Azam tersenyum melihat Cecil yang sedang berpose di depan cermin,
Kak gi mana Cecil cantik ngga pake baju ini?
kamu selalu cantik dengan pakain apapun yang kamu gunakan? Jawab Azam mendekat lalu memeluk Cecil dari belakang .
Kak lepas " ucap Cecil menggoyangkan badannya karena pelukan erat Azam mebutnya gugup.
Kaka hanya mau memeluk kamu kaya gini ,Kaka kangen sama kamu Cil, " jawab Azam memberikan ciuman dia leher jenjang istrinya.
geli Kak , lepas dong Cecil belum selesai mekap nya ," Cecil mencari alasan karna saat ini jantungnya lagi tidak sehat ,
Ini jantung kenap kaya gini sih ,tidak bisa kompromi dikit ,baru di peluk gini suda berdebar aja." Cecil menbatin sambil mengatur debaran jantungnya.
Baiklah Kaka lepas tapi dengan satu syarat .
apa? " tanya Cecil ,
cium dulu ," ucap Azam membalik tubuh Cecil agar menghadap dirinya.
Ngga mau , Cecil masih marah sama Kaka jadi tidak ada ciuman untuk Kaka" Cecil berusaha lepas dari tangan Azam tapi malah Azam semakin menarik badan Cecil menempel padanya.
Ya suda kalau tidak mau kita tidak jadi ke kantornya Kaka akan peluk kamu seperti ini seharian.
emang bisa palingan cuman omdo ( omong doang) ,
Jadi kamu nantang Kaka? Ok ayo kita kembali ke kasur ,Kaka peluk kamu di situ saja" Azam membawa tubuh Cecil berbaring di kasur tampa melepas pelukannya.
gini kan mau kamu? goda Azam mecium sekilas bibir Cecil,
Kak Azam ," ucap Cecil malu , kenapa muka kamu merah ? bentar lagi kita punya anak tapi kamu masih malu kalau Kaka cium .
siapa yang malu" jawab Cecil .
jadi kamu tidak malu berarti muka kamu memerah karena hal lain dong?
Maksud Kaka ?
Azam tidak menjawab ,Azam kembali mendaratkan bibirnya di bibir Cecil dan kini lebih lama dan dalam , enta angin apa yang merasuki Cecil ,dia mala membalas ciuman Azam.
Keduanya di liputi gairah di pagi hari bahkan satu tangan Azam kini suda berada di dada Cecil sambil membuka kanci baju kemeja Cecil .
Tok, tok,tok suara ketukan pintu menyadarkan keduany, Cecil menunduk rasanya sangat malu ,
sementara Azam dalam hatinya menggeru kesal dengan orang yang suda mengganggu aktifitasnya.
siapa sih datang di waktu yang tidak tepat ,awas aja kalau Naira yang menggu aku jitak kepalanya.
" gerutu Azam dalam hati.
Naira bernapas lega karena terbebas dari olaraga pagi yang hampir menguras staminanya.
Seharusnya aku bisa mengendalikan diri ,aku kan masih ngambek sama Kak Azam setidaknya sampai dia memecat Susan ."ucap Cecil dengan suara kecil.
rapikan pakain kamu dulu biar Kaka yang buka pintunya, " Azam turun dari ranjang berjalan untuk membuka pintu yang tidak berhenti di ketuk oleh seseorang.
Pagi Kak" sapa Naira melambaikan tangan di depan wajah Azam.
ganggu orang saja ?" omel Azam ,membuka lebar pintunya.
Pagi- pagi uda marah aja, apa karena Cecil masih marah sama Kaka? " tebak Naira .
sok tau kamu ,ini bukan urusan kamu," jawab Azam jutek.
Cil suda siap ? " Naira masuk tampa perduli dengan Kakanya yang masih kesal padanya.
Cil ,Kak Azam kenapa jutek gitu ? Cecil hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.
jadi kan kita ketemu si pelakor itu" bisik Naira .
Jadi , ini aku suda siap .
kamu memang cantik si Susan mah lewat " Naira sengaja memperbasar suaranya .
iya dong aku kan emang cantik dari lahir jadi kalau satu lepas ya pasti gampangla cari yang baru " jawab Cecil dengan pedenya.
Kamu bilang apa ? Mau cari pengganti aku awas aja kalau ada yang berani deketin kamu aku gantung di depan kalian berdua" jawab Azam dengan mata melotot ke arah istri dan adiknya yang selalu kompak .
Makanya Kaka jadi suami jangan muda tergoda sama cewe lain biar istri Kaka yang cantik ini tidak direbut sama orang lain,"Naira mala mendukung ucapan dari Kaka ipernya.
Ayo kita turun aku suda lapar nih" ajak Cecil merangkul Naira sambil tertawa kecil.
emang ya kalian berdua kompak buat aku kesal pagi - pagi gini , mana si joni belum dapat jatah ,
__ADS_1
nasip - nasip beginilah kalau istri ngambek.
Pagi Ma ,Papa " sapa Naira dan Cecil .
pagi sayang , uda pada cantik aja bukannya kalian masuknya agak siangan ? tanya Samita yang suda lebih dulu duduk dengan suami di ruang makan .
Kita mau ikut ke kantornya Kak Azam Ma " jawab Cecil.
Papa senang kalau kamu dan Azam suda baikan ,Papa harap tidak ada masalah lagi di antara kalian berdua.
Amin" semuanya kompak mengaminkan.
pagi ini kamu masih mual ? pas bangun sih masih mual Ma ,
Yang sabar ya ,nanti hilang sendiri ko mualnya.
iya Ma.
Azam yang baru datang langsung duduk di kursih samping Cecil tampa menyapa kedua orang tuanya.
Kamu kenapa lagi ? tidak ko Ma Azam hanya kepikiran pekerjaan.
karena semuanya suda duduk ayo kita makan"Samita menyiapkan makanan untuk suaminya begitu juga Cecil .
Nai ,kamu ikut mobil Kaka atau pake mobil sendiri? " tanya Azam sebelum masuk ke dalam mobilnya menyusul Cecil yang lebih dulu masuk .
Pake mobil sendiri ,kan dari kantor Kaka kita mau langsung ke kampus .
Kak ,apa Kaka iklas jika Susan keluar dari kantor ?" tanya Cecil yanga sebenarnya kasihan dengan Susan tapi mau gimana lagi .
Maafin Cecil ya jika permintaan Cecil terlalu egois ? Cecil menunduk .
Kaka ngerti ko lagian ini demi kebaikan kita berdua jadi Kaka tidak keberatan sama sekali dan juga kamu tidak usa mikirin Susan Kaka suda merekomendasikannya kepada sala satu teman Kaka ,
jadi setelah keluar dari perusahaan Kaka dia bisa langsung bekerja di tempat teman Kaka , " Azam merai tangan istrinya menggenggamnya erat.
saat Azam ,Cecil dan Naira sampai semua pegawai berjejer rapi menyambut kedatangan ketiganya termasuk Susan .
Pagi Pak ,Bu Cecil " sapa kariawan .
Kak kenapa semuanya menyambut kita kaya gini Cecil jadi tidak enak ,suda seperti pejabat aja.
Sekali kali tidak masala sayang " Azam melingkarkan tangannya di pinggang isteinya.
pagi semua, maksih ya sambutannya aku jadi malu " ucap Cecil tersenyum ramah.
Cecil tidak menyangka kehamilannya di sambut seperti ini.
maksih ya semuanya dan doakan agar kandunganku selalu sehat " Cecil mengucapkan terimahkasih dengan mata berkaca- kaca senyumnya tidak perna luntur sedikitpun.
Idih lebaiy banget pake derama nangis segala dasar caper" ucap Susan membatin .
San kamu ikut ke ruangan aku ya " ucap Azam saat bejalan di depan Susan.
baik Pak " Susan tersenyum bahagia dia yakin Azam sebenarnya masih sangat mencintainya makanya di depan istrinya saja Azam masih memintanya bertemu di ruangannya .
ngapain si Bos ngajak si Susan gatel itu ke ruangannya kan istrinya ada di sini " bisik kariawan A kepada temannya .
tidak tahu kita lihat saja , lihat tu muka sombong nya bikin aku kesel aja ? Jawab pegawai B.
Maksih semuanya suda menyambut istri dan calon anakku dengan baik ,kalian kembali ketempat masing- masing" perinta Azam .
pagi Kak Bagas " sapa Naira .
pagi " jawab Bagas menunduk , kaka kenapa diam saja dari tadi? Kaya tidak senang kami ada di sini ? iya bahkan Kaka belum mengucapkan selamat sama Cecil " sambung Cecil.
Tidak Non Cecil Cecil,saya hanya kecapean aja makanya diam saja.
tidak usa panik gitu kita hanya bercanda" jawab Cecil sambil tertawa dengan Naira melihat Bagas .
Gas kamu suda siapkan kan berkas yang semalam aku minta ?
suda Bos ,suda ada di atas meja Bos.
Bagus ,kamu ikut kita juga ke ruangan aku.
baik Bos .
semuanya masuk ke dalam lift bersama untuk membahas pemberintihan Susan dari kantor Azam.
Naira dan Susan duduk di sofa dan Bagas duduk di kursih depan Azam , Sayang kamu duduk sini ya sama aku " ajak Azam saat melihat istrinya hendak dudul di samping Naira.
Malu Kak , Cecil di sini aja sama Naira dan Susan" Cecil menolak karena tidak enak dengan semuanya.
hey pelakor bentar lagi kamu akan di singkirkan seperti sampah tak berguna" bisik Naira di telinga Susan .
__ADS_1
Kamu pikir aku percaya sama kamu, Kaka kamu itu tidak munkin setega itu sama aku ," Susan sebenarnya ingin sekali menjambak rambut Naira namun dia harus bersikap baik di depan Azam.
Awas aja nanti kalau aku suda menika sama Azam kamu tidak akan ku biarkan hidup tenang " Ucap Susan dalam hati.
Kita lihat saja aku atau kamu yang menang, lagian muka pas pasan gini mau nyaingin Cecil yang cantik bak putri dongeng, mimpi" Naira menegaskan kata mimpi ditelinga Susan.
Kepala susan seakan mau pecah karena emosi mendengar ucapan Naira, Susan menarik nafas lalu menghenbuskannya .
San, sebelumnya aku mau minta maaf tapi ini demi kebaikan kita semua" ucap Azam sedikit ragu dan Cecil bisa melihat keraguan di wajah suaminya.
apa maksud Bos ngong gini ? " tanya Susan mulai cemas .
kamu baca ini ,aku harap kamu bisa mengerti posisiku saat ini," Azam menyerahkan selembar kertas yang suda di siapkan Bagas sebelumnya.
dengan ragu Susan berdiri dari posisinya untuk mengambil kertas yang di sodorkan Bosnya itu.
maksud Bos saya di pecat ,tapi kenapa? Saya tidak berbuat kesalahan apapun .
maafin akau , tapi ini yang terbaik aku tidak mau pernikahanku bermasalah hanya karena hubungan kita yang suda belalu " Azam menjawab dengan tenang.
Jadi maksud kamu ini permintaan istri kamu, Zam kamu tega sama aku bukannya kamu suda janji akan membantu aku ,tapi di mana janji kamu itu " Susan menangis menpertanyakan janji yang di buat Azam sendiri.
Kamu tenang saja setelah keluar dari sini kamu bisa langsung ke alamat kantor ini aku suda bicara dengan pemiliknya dan dia aetujuenerima kamu bekerja di sana.
Cecil ,Naira dan Bagas hanya diam melihat keduanya .
Aku tidak mau , lagian aku tahu kamu tidak cinta sama istri kamu itu kamu menikahinya hanya untuk balas dendam kan" ucap Susan dengan sengaja .
Cecil sontak berdiri ,
maksud kamu apa bicara begitu ? "tanya Cecil mendekat ke arah Susan.
San , mending kamu keluar sekarang juga dari sini jangan menambah masalah lagi " bentak azam .
Kenapa ? Bukannya kamu sendiri yang cerita sama aku kenapa kamu sampai menikahi dia ,tunjuk Susan ke wajah Cecil yang suda berdiri di depannya.
plak, tangan Cecil mendarat di pipi kiri Susan.
kenapa kamu tidak terima dengan ucapan aku ? " ucap Susan tersenyum licik sambil memegang pipinya .
semuanya sontak berdiri karena kaget dengan tindakan Cecil menampar Susan.
Jelas aku tidak terima suami aku di fitna kaya gini"
kalau tidak percaya tanya saja suami kamu itu dan sekalian tanya padanya apa saja yang kami lakukan saat berkunjung ke kota XX.
Bagas bawah Susan keluar dari sini , perinta Azam langsung di laksanakan dengan senang hati oleh Bagas.
emang enak ,makanya jadi perempuan jangan gatal" Naira menjulurkan lidahnya ke arah Susan yang di tarik paksa oleh Bagas.
Lepas ,Susan menberontak berusaha melepaskan tangannya dari Bagas tapi kekuatannya tidak sebanding.
aku tidak terima di perlakukan seperti ini lihat saja aku akan menghancurkan penilahan kalian " ucpa Susan lirih.
kamu pergi dari sini sebelum Azam Bos mengusir kamu dengan tidak hormat di depan kariawan yang lain " ucap Bagas setelah keluar dari ruangan Bosnya.
lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan sama Bos kamu itu ,dan aku pastikan istrinya yang bodoh itu akan menangis dara " suasan tertawa sambil melangka pergi ,
dan beberapa kariawan berbisik - bisik tentang apa yang baru saja mereka lihat.
apa yang kalian lihat ha? " bentak Susan.
makanya jangan sok berkuasa ,baru juga jadi teman Bos gayanya suda serti ratu ." ucap Sala satu pekerja wanita.
diam kalian ,begitu aku kembali kesini sebagai istri Bos kalian maka kalian semuanya akan aku singkirkan dari sini ,
aduh takut , jangan mimpi menggantikan Nona Cecil " teriak pekerja wanita tadi .
Susan berjalan keluar kantor dengan menghentak - hentakan kakinya dan terus sja menyumpahi Cecil dengan sesuatu yang tidak baik .
semua kariawan yang belum tahu perihal pemacatannya menatapnya dengan heran.
Sementar di dalam ruanga Azam keadaan masih tegang Cecil yang mempertanyakan ucapan Susan tadi tidak menjawab jawaban yang memuaskan.
Bagas yang suda kembali masuk berusaha menjadi penenga di antara Azam dan Cecil.
Cil tenang dulu kaita dengarkan penjelasan Azam dulu ya" Bagas kini berbicara seperti seorang Kaka untuk Cecil.
Iya ,bener tu kamu jangan gampang terpancing sama omongan si janda gatal itu. Bukannya Kaka Azam suda jelaskan mereka kesana hanya untuk menyelesaikan urusan Susan dan mantan suaminya" Naira selalu bisa menenagkan hati al Cecil.
Pecaya sama aku kami taidak melakukan sesuatu yang aneh di sana " Azam kini berjongkok di depan Cecil yang duduk di kursih depan meja Azam sambil memegang kedua tangan Cecil .
Bagas memberi segelas air untuk Cecil tapi di tolak dengan gelengan kepalanya.
Jangan marah lagi ya ,ingat calon anak kita kau tidak boleh banyak pikiran ," Azam membujuk Cecil menggunakan janin istrinya.
__ADS_1
tapi jiaka ucapan Susan ternyata benar maka Cecil akan pergi dari hidup Kaka membawa anak Cecil.
Sayang ko ngomong gitu anak ini kan anak aku juga kadi kita akan merawatnya dan membesarkannya bersama- sama " Azam mengusap perut istrinya dengan lembut " meski saat ini dirinya teringat dengan ancaman Susan.