
Nai aku cape dengan sikap Kak Azam dia tidak jujur sama aku"ucap Cecil menceritakan semuanya pada adik iparnya sekaligus sahabatnya itu.
jujur aku bingung harus bagaimana satu sisi Kak Azam Kaka aku tapi di sisi lain ada kamu sahabat sekaligus kaka iparku,tapi biar bagaimanapun aku juga tidak bisa membenarkan sikap Kak Azam " jawab Naira merangkul Cecil.
Sebagai teman aku hanya bisa memberi dukungan yang terbaik tapi kalau bisa kamu jangan mendahulukan ego dulu lebi baik tanyakan langsung sama Azam kalian bicarakan baik- baik " sambung Denys ingin yang terbaik untuk keduanya.
Nai aku mau eskrim " ucap Cecil menunjuk penjual eskrim yang pangkal di dekat taman tempat mereka duduk .
aku lagi serius ini kamu mala lihatin penjual eskrim, maaf tapi aku haus habis nangis, Denys kamu beli ya buat kita" pinta Cecil sambil nyengir kuda.
baru aja mewek karena sakit hati sekarang udah senang aja ,emang aneh kamu tuh Cil,Denys tidak habis pikir dengan matanya Cecil .
kalian tunggu di sini biar aku yang beli,kamu mau rasa apa? " tanya Denys , aku mau rasa strawberry " ucap Cecil.
kamu yakin ?tanya Naira mengerutkan kening .
yakin aku mau rasa strawberry ,emang kenapa sih kalau aku pesan rasa itu ,bukan ya itu enak ?
bukannya kamu tidak suka rasa strawberry, kali ini aku suka dan aku mau rasa itu tidak mau yang lain.
ok aku akan beli rasa strawberry buat kamu jadi tidak usa manyung kaya gitu " ucap Denys mengacak rambut Cecil sebelum pergi .
mang pesan tiga ya , mau rasa apa mas? "tanya penjual eskrim, satu strawberry dan dua rasa coklat, ini mas " ucap penjual es .
ini esnya ,Denys menyodorkan es pada Naira dan Cecil, Cecil langsung menyambut eskrim nya lalu memakannya dengan lahap.
Cil pelan- pelan makannya tidak ada yang akan mengambilnya" tegur Naira melihat Cecil makan kaya anak kecil.
sory habisnya ini enak banget " jawab Cecil tersenyum . gitu dong ,senyum kaya gini kan cantik dari pada manyung kaya tadi " ucap Naira juga tersenyum melihat Cecil ceria lagi.
suda mulai sore mending kita pulang keburu gelap " ucap Denys menatap ke atas langit.
Nai aku ikut mobil kamu ya aku mau pulang sama kamu" ucap Cecil .
βtapi bagaimana mobil kamu yang masih di kampus ? biarin saja di sana malam ini aku mau tidur di rumah Mama aku kangen suasana kamar aku . ya suda terserah kamu tapi kamu izin Kaka dulu ya" pinta Naira,
kalau kamu tidak mau aku ikut mobil kamu ya suda aku pulangnya sendiri aja" jawab Cecil mempercepat langkahnya. Cil kenapa mala jadi ngambek gini tentu dong boleh banget kalau perlu aku antar kamu ke manapun kamu mau pergi iyakan syang" ucap Naira sambil menyenggol lengan Denys .
iya Naira benar kita siap antar kamu kemana pun asal jangan marah kaya gini " sambung Denys.
sayang Cecil kenapa aneh gitu sih tidak biasanya dia ngambekan kaya gini?" bisik Denys takut Cecil dengar. Naira hanya mengangkat kedua bajunya tanda juga bingung dengan sikap Cecil.
Nai dan Cecil akhirnya pulang bersama tampa memberitahu Azam dulu. sementara Denys juga langsung pulang kerumahnya dengan motornya.
sepanjang jalan Cecil bersenandung riang seakan tidak ada beban apapun di dalam hatinya ,Naira melirik ke arah Cecil yang sedang bernyanyi " Cecil kenapa jadi aneh gaya gini biasanya kalau galau dia akan nangis tidak selera makan ,lah ini mala sebaliknya" ucap Naira dalam hati.
__ADS_1
Cil kamu baik- baik saja kan ,kamu sehat kan ? " tanya Naira hawatir . Cecil tidak menjawab dia terlalu asik bernyanyi ,
Cil aku tahu Kak Azam jahat karena suda bohong sama kamu tapi kamu jangan sedih sampai stres gini dong, aku tidak mau kalau kamu jadi gila hanya karena Kak Azam." ucap Naira menepikan
mobilnya untuk berhenti sejenak.
kenapa berhenti Nai ? Ini suda mau magrib " ucap Cecil , Cil kalau kamu mau nangis silahkan aku akan ada di sini disamping kamu , Naira yang cantik siapa yang mau menangis aku nyanyi karena kepengen aja bukan karena galau .
ayo jalan lagi aku suda kangen banget sama Mama aku juga suda sangat lapar dan kepengen makan masakan Mbo Ninsi " ucap Cecil mengusap perutnya.
ok de kita pulang sekarang" jawab Naira kembali menyalakan mobilnya .
Malam Non Cecil ,Non Nai " sapa satpam rumah Kasanra membuka pagar agar mobil Naira bisa masuk.malam juga Pak." jawab Cecil.
Keduanya masuk kerumah sambil tertawa bersama enta apa yang mereka bicarakan .
Mbo Mama mana? tanya Cecil. lagi di kamarnya Non tapi Mbo hawatir Non , hawatir kenapa Mbo ? tanya Cecil .
βNyonya kelihatan pucat dan lemas sekali Non saat pulang tadi "jawab mbo Ninsi.
Cecil dan Naira berlari ke atas untuk melihat keadaan Kasanra . Cecil panik dan hawatir dengan kesehatan Mamanya apalagi mengingat penyakitnya .
Mama teriak Cecil saat membuka pintu melihat Mamanya jalan sempoyongan dan hampir saja terjatuh untung Naira cepat menahan badan Kasanra , Tante kenapa ?
Mama kita kerumah sakit sekarang ya " ucap Cecil sambil mengalungkan tangan Mamanya ke lehernya dengan Naira yang membantu memerangi tubuh Kasanra .
Ayo cepat kita kerumah sakit " ucap Cecil yang suda menangis . Mbo tolong kerumah ya kasih tahu Mama kalau kita bawa Tante Sanra kerumah sakit " ucap Naira ,baik Non.
Ma ,jangan tinggalin Cecil , Ma bangun ,bangun ,bangun Ma Nai cepat Nai Mama pisang " ucap Cecil panik melihat Mamanya tidak bergerak , Naira menamba kecepatan mobilnya , Cil yang sabar Tante pasti baik - baik saja.
setela menempuh perjalanan sekitar 15 menit mereka sampai di rumah sakit , sus tolong sus " teriak Naira membuka pintu belakang .
Kasanra suda di tangani dokter di dalam ruangan kondisinya yang buruk membuatnya keritis ,dokter dan timnya terus berupaya menyelamatkan nyawa nya
di depan ruangan ICU, Cecil menangis di pelukan Mama mertuanya , sayang yang sabar Mama kamu pasti sehat lagi " ucap Samita mengusap punggung Cecil.
sebaiknya kamu duduk dulu tenangin diri kamu" ucap Handoko tidak tega melihat anak mantunya menangis ,kita duduk dulu ya " ucap Samita , Cecil mengangguk.
Nai kamu suda hubungin Kaka kamu?tanya Handoko, belum Pa Naira lupa , tunggu Naira hubungi Kak Azam dulu.
Naira menghubungi nomer Azam tapi tidak di angkat ,suda beberapa kali Naira menghubunginya tapi tetap tidak di angkat.
Kak angkat dong ini sangat penting Kak , Naira kebingungan karena Azam tidak kunjung menjawabnya.
gimana Nai ? tidak di angkat Pa , biar Papa yang hubungin anak itu ,Handoko menghubungi Nomer Azam tapi sekarang mala Hpnya tidak aktif,
__ADS_1
gimana Pa? tanya Naira melihat muka Papanya memerah , HP nya mati, lalu sekarang gimana Pa Tante Sanra lagi kritis gini mala Kaka tidak bisa di hubungi " ucap Naira urang- uringan.
Papa coba hubungi Bagas dulu siapa tahu Kaka kamu lagi sama Bagas,Handoko menghubungi Bagas tapi Bagas juga tidak tahu di mana Azam saat ini. kemana anak itu ? ucap Handoko kebingungan .
Ma ,Pa sebaiknya kalian istirahat dulu biar aku sama Cecil yang jaga di sini " ucap Naira , iya Mama sama Papa pulang saja dulu istirahat di rumah" sambung Cecil .
tidak sayang ,Mama akan temanin kamu di sini kita akan selalu ada di samping kamu " ucap Samita mengusap rambut Cecil lembut. makasih Ma ,Pa kalian begitu peduli dengan Cecil sama Mama.
Kak Azam kenapa belum datang juga " ucap Cecil membatin ,meski masih kecewa tapi saat ini dia sangat membutuhkan dukungan dari suaminya.
Nai Kak Azam kemana ? tanya Cecil . Naira dan Handoko bingung harus jawab apa , dia lagi ngurus kerjaan di luar kota " jawab Handoko terpaksa berbohong.
Samita tahu kalau suaminya lagi berbohong. Pa ikut Mama sebentar kita beli makan " ajak Samita.
setela cukup jauh Samita bertanya kenapa suaminya bohong kaya tadi
Mas Azam di mana ? aku tahu kamu bohong kan ." tanya samita . tidak tahu anak itu ada di mana ,Papa suda menghubunginya tapi HPnya tidak aktif temannya juga tidak tahu dia ada di mana,
kemana anak itu ini suda hampir subu saat genting begini mala menghilang " Samita jadi panik dan hawatir terjadi apa- apa sama Azam.
Dokter keluar dari ruang rawat Kasanra dengan membawa berita buruk karena nyawa kasnra tidak bisa di selamatkan.
Mama Cecil menangis tubuhnya merosot ke lantai dia menangis dan berteriak memanggil Mamanya .
Naira terus memeluk Cecil ikut menangis bersamanya ,Naira juga begitu sedi dengan kematian Kasanra seseorang yang suda seperti orang tua kandungan sendiri .
Samita dan Handoko berlari saat melihat kedua anaknya menangis , Sayang kalian kenapa ? Samita memeluk kedua Anaknya yang duduk di lantai rumah sakit.
Dok ada apa ini ? " tanya Handoko , Maaf Pak kami suda berusaha tapi nyawa Ibu Kasanra tidak bisa kami selamatkan. INNALILLAHI WAINNA ILAHIROJIUN .
kami akan mengurus jenazah Almarhum, saya permisi dulu, "pamit Dokter . Kamu yang sabar ini yang terbaik buat Mama kamu sayang ,iklaskan dia sekarang kita masuk " Samita membantu Cecil berdiri untuk masuk melihat Kasanra .
Mama bangun jangan tinggalin Cecil ,Ayah suda tidak ada sekarang Mama juga pergi Cecil tidak punya siapa- siapa lagi " Cecil memeluk jasad Mamanya ,
Samita dan Naira menangis di pelukan Handoko ,mereka sama sedihnya dengan Cecil .
secepatnya kita urus pemakamannya ,Papa akan urus kepulangan mayat Sanra dulu " ucap Handoko pada istrinya.
Handoko masih berusaha menghubungi Azam tapi masih tidak aktif.
pukul empat sore jenazah Kasanra suda di makamkan semua pihak keluarga ,warga dan teman- teman Cecil datang mengantar Almarhum ke peristirahatan terakhirnya.
Cil ,aku turut berduka cita ,kamu yang iklas " ucap Andi dan teman - temannya yang datang memberi dukungan untuk Cecil .
makasih kalian suda mau datang" ucap Cecil dengan suara yang sudah hampir habis .
__ADS_1
Stive dan Bagas juga datang ke pemakaman bahkan keduanya turun ke Liang Lahat bersama Denys, tak sedikit orang yang menanyakan keberadaan Azam yang tidak terlihat sampai pemakaman selesai.