Takmampu Bertahan

Takmampu Bertahan
setelah empat tahun


__ADS_3

Nai, buruan nanti kita telat datangnya " Cecil tidak sabar lagi ingin segerah sampai ke kampausnya.


sabar ,aku harus terlihat cantik ,emangnya kamu saja yang mau cantik , Naira ,masih sibuk mengoles bedak di pipinya dari pada bawal mending bantu aku memakai ini " Naira memang tidak telalu pandai berhias beda dengan Cecil meski jarang memakai rasanya tebal tapi dia cukup ahli dalam bidang ini .


kan aku suda bilang mending kita ke salon aja biar tidak ribet kaya gini " omel Cecil ,sambil menerapkan blason ke pipi Naira .


buat apa ke salon sementara ada kamu di sini , tapi kan hasilnya pasti akan beda kalau di tangan yang ahli." ucap Cecil.


siapa yang bilang, lihat nih wajah kamu bahkan cantik nya melebihi Lunamaya ,tapi bener deh Kaka iparku yang satu ini memang cantik apalagi dengan kebaya merah ini .


kamu juga sangat cantik , Denys pasti langsung minta nika kalau lihat kamu dandan kaya gini" puji Cecil .


beres ,ayo kita keluar Mama sama Papa pasti suda menunggu" Cecil menarik tangan Naira.


keduanya turun dengan anggun , dibawa sudah ada Samita dan Handoko yang menunggu kedatangan kedua putrinya .


wah sayang kalian berdua sangat cantik , cocok dengan kebaya merahnya, Nona sangat cantik Mbo jadi pangling " sahut Mbo yem .


makasih Mbo . Ma ,Pa Kaka di mana ? " tanya Naira tidak melihat Azam. mendengar itu Cecil jadi gelisah , bagaimana tidak di hari istimewanya hubungannya dengan sang suami belum juga menemukan titik terang .


rasa kecewa masih ada dalam hatinya ,tiap kali dia ingin melupakan semuanya dan mencoba memaafkan Azam bayang saat Azam dan Susan bertumbuh mesrah selalu terlantar di kepalanya.


Sayang ,jangan sedih ini hari bahagia kamu Mama mengerti situasi yang kamu hadapi ,Mama suda bilang jangan memaksa diri untuk memaafkan Azam jika hati kamu masih berat .


kalian bertiga anak Mama ,jadi Mama dan Papa hanya bisah mendukung kalian tampa berat sebelah.


Makasih Ma , suda mau mengerti, bukannya Cecil tidak mau memaafkan Kak Azam tapi melupakan kejadian itu sungguh sangat sulit Ma,


jangan pada sedih Mending kita berangkat sekarang " Handoko menempali agar suasana tidak bertambah sedih.

__ADS_1


tunggu Ma , Kak Azam belum turun ? Cecil ternyata juga menunggu suaminya ,walau masih marah tapi dia tidak setega itu meninggalkan Azam.


Samita dan Handoko melirik satu sama lain , gini sayang Azam ada urusan penting pagi ini di kantor jadi dia sudah pergi dari tadi " Samita merangkul Cecil ,


Pa , Kaka benar suda keluar ? tanya Naira berbisik tidak ingin Cecil mendengarnya, iya Papa ,suada memberitahu dia tapi Kaka kamu itu emang dasarnya keras kepala .


Naira ,merasa kecewa dengan sikap Kakanya , bukannya berusaha keras malah kini lebih memilih kerjaan daripada hari kelulusan istri dan Adiknya.


di dalam mobil ,Cecil hanya diam saja hanya sesekali tersenyum kearah mertuanya , tidak ko Nai ,cuman tiba - tiba kangen sama Mama sama Ayah ,coba mereka masih hidup pasti mereka juga datang melihat kita .


sayang ,jangan sedih meski mereka tidak ada di sini tapi Mama yakin mereka melihat kamu dari atas sana , dan mereka sama bahagianya dengan kami." Samita mengusap air matanya melihat Cecil.


iya Ma , Nai makasih ya suda jadi sahabat dan saudari yang baik banget " Cecil memeluk Naira dan meraih tangan Samita yang duduk di depan.


Handoko ,tersenyum melihat kasih sayang anak dan istrinya yang begitu tulus , tapi entahlah Cecil


sayang , doain Mama supaya semuanya lancar " Cecil mengusap perutnya yang mulai agak berisih . Keponakan Tante jangan natal ya jangan buat Mama kamu yang cantik ini gelisah ." Naira juga mengusap perut Cecil.


iya ,tante " Cecil meniru suara anak kecil ,dan membuat mereka tertawa lagi. tas mana aku mau melihat mekap aku dulu " Cecil takut makapnya luntur.


Nih ,Naira tasnya sekalian mekap aku juga sebentar lagi sampai, Ma kita suada cantik kan ? tanya Naira saat mobilnya masuk ke area kampus.


anak Mama semuanya sangat cantik , ayo turun " Samita dan Handoko turun lebih dulu sementara Cecil dan Naira masih saja terus melihat wajahnya di cermin untuk memastikan dandanannya.


karena suda cantik ayo kita turun " ajak Naira ,sangat antusias , mereka bisah melihat kalau saat ini kampasnya sangat ramah dengan kedatangan keluarga dari mahasiswa yang lain.


Naira dan Cecil masuk ke aula kampus dengan bergandengan tangan berjalan dengan anggun sambil membalas sapaan dan ucapan selamat dari teman - temannya.


selamat ya ," ucap Andi dan kedua temannya .

__ADS_1


makasih, selamat juga untuk kalian dan jangan lupain kita ya " Cecil terus menebar Senyum.


suami kamu mana? tanya Andi saat melihat hanya ada Samita dan Handoko .lagi ada urusan penting yang tidak bisah di tinggal " jawab Cecil.


Andi ,merasa tidak enak karena dia bisah melihat kalau Cecil lagi sedih meski tetap tersenyum ,tapi matanya tidak dapat berbohong.


Tante Om ,sialhqkan duduk kami mau menyapa teman yang lain " Pamit Andi dengan sopan sebelum pergi dari sana.


Mama duduk aja dulu kita juga mau ketemu teman - teman yang lain , Cecil dan Naira sangat bahagia akhirnya setelah empat tahun mereka bisah lulus juga dan akan menyandang gelar sarjana hukum.


Denys di mana sih ? Naira mencari kekasih yang belum tampak batang hidung ya sementara acara akan segerah di mulai.


jeng , apa kabar " sapa Mama Denys ,yang baru tiba bersama sang suami. baik ,jeng sendiri gimana kabarnya? baik tapi gitu sibuk menemani ayahnya Denys keluar kota.


sementara Handoko dan Ayahnya Denys sudah tenggelam dalam obroalan sesekali mereka terlihat tertawa.


Pak Surya apa kabar ?" sapa samita.


Alhamdulillah baik , oh iya Naira dan Cecil di mana ? mereka kesana mau menyapa temannya yang lain" jawab Samita .


Mas , jangan bahas bisnis dulu ,ini bukan waktunya " tegur jeng Ambar ,tau kebiasaan keduanya kalau sudah ketemu.


Mama tenang saja ,kita lagi bahas yang lain emang kalian saja yang bisah begosip kami parah bapak - bapak juga bisa ,iyakn Pak .


Samita ,bahagia melihat kedua orang tau Denys yang selalu bisah meramaikan suasana denga kelakuan mereka.


Denys ,di mana ,saya tidak melihatnya dari tadi ? tanya Samita. kurang tau juga jeng tadi sih dia suru kami jalan lebih dulu tapi iya juga di mana anak itu jam segini belum sampai juga ,atau dia suda bergabung dengan temannya yang lain." jawab Jeng Ambar ,melihat ke arah rombongan mahasiswa tapi tidak melihat anaknya.


para rektor dan dosen suda terlihat memasuki aula dan mengambil tempat masing - masing dan itu tandanya acara akan segerah di mulai.

__ADS_1


__ADS_2