Takmampu Bertahan

Takmampu Bertahan
kebalinya Susan


__ADS_3

kenapa belum siap Cil? " tanya Azam memakai kemejanya ,hari ini libur Kak jadi Cecil di rumah aja " jawab Cecil berdiri membantu memakaikan dasi, sini aku bantu pasang dasinya " ucap Cecil berdiri di depan Azam.


Azam memberikan dasi yang ditangannya kepada Cecil, Kak makasih ya Kaka suda mau menerima Cecil di hidup Kaka, suda sangat perhatian sama aku dan Mama " ucap Cecil sambil memasang dasi Azam


Ko ngomong gitu ? Kamu itu istri Kaka ,justru kaka yang makasih kamu suda mau maafin semua kesalahan Kaka " Azam mengusap rambut Cecil begitu lembut.


"Cecil tersenyum "Aku suda melupakan semuanya aku anggap semua itu hanya sebua mimpi buruk dan sekarang mimpi itu suda hilang saat Cecil membuka mata dan melihat Kaka di hadapan Cecil.


makasih sayang" ucap Azam memeluk Cecil . aku hanya berharap sama Tuhan semoga Kak Azam tidak akan perna meninggalkan Cecil apalagi membenci Cecil lagi.


Azam mengangkat dagu Cecil ,mencium bibir Cecil, aku mencintaimu. Aku juga mencintai Kaka .keduanya saling mengungkapkan perasaannya .


Kaka berangkat kerja dulu ya" ucap Azam kembali mencium kening Cecil sekilas .


Sementara di tempat lain Naira masih tertidur dengan nyaman di bawa selimutnya, bahkan panggilan dari Denys pun tidak dia dengar.


Nai bangun , tok..tok ..tok . Nai bangun " teriak Samita membangunkan Cecil , ada apa Ma pagi- pagi suda teriak ,aku masih ngantuk Ma " jawab Cecil kembali menutup matanya.


cepat bangun Denys ada di bawa tunggu kamu dari tadi , kamu ini tidur apa pinsang di dalam ,ini suda jam sepulu , cepat bangun malu tu sama Denys." Samita kembali berteriak .


mendengar nama Denys Naira langsung bangun dari tidurnya berlari kekamar mandi , aku lupa ada janji sama Denys " ucapnya .


Setela selesai dengan ritual mandinya Naira segera memakai pakainnya dan mengoleskan mekapnya ,hhhmmm suda cantik saatnya turun" ucapnya mengambil tas di dalam lemarinya.


maaf ya aku ketiduran " ucap Naira bejalan menhampiri Denys di ruang tamu. nggapapa ko , sekarang kita berangkat " jawab Denys.


kalian tidak makan dulu ? Tanya Samita . Tidak usa Ma aku makan di luar saja sama Denys, Ma aku pergi dulu ya " pamit Naira mencium pipi Mamanya , Tante aku pamit dulu ya " ucap Denys sopan. Salam buat Mantu mama ya , Iya Tante .


Kita pake mobil?"tanya Naira saat melihat mobil kekasinya terparkir di depan rumah, sengaja biar kamu tidak kepanasan makanya akub pake mobil" jawab Denys masuk kedalam mobilnya .


Kamu suda tanya Cecil kan kalau kita mau kerumanya? Tanya Denys memastikan ,takut Nairanya lupa,


Suda ,selesai mandi aku kirim pesan sama dia .


kita makan di situ aja ya ,kayaknya buburnya enak " ucap Naira menunjuk kearah penjual bubur di pinggir jalan.


Denys segera menepikan mobilnya di dekat penjual buburnya. Naira turun dan langsung memesan dua mangkok bubur " mang buburnya dua yang lengkap .

__ADS_1


Baik Nen ,tapi antri dulu Neng ,ok Mang ,melangka keara kursi plastik yang suda tersedia. Denys juga duduk di dekat Naira sambil menunggu buburnya siap .


Lumayan rame " ucap Denys melihat satu persatu orang datang memesan bubur. Itu berarti buburnya enak makanya rame pembeli lihat saja di depan kita masi ada dua orang " jawab Naira .


Neng ini buburnya " ucap pejual bubur menyodorkan dua mangkok bubur. Makasi Mang " ucap Cecil. Makasih Mang " ucap Denys .


Setela selesai mengisi perutnya ,mereka kembali melanjutkan jalannnya ke keruma Cecil.


setela menempu perjalanan cukup jauh akhirnya mereka sampai juga di kediaman Azam.


Cecil berdiri menyambut Denys dan Naira .


Siang Kaka ipar " sapa Denys , siang calon adik ipar yang nyebelin " jawab Cecil merangkul Naira.


Nai ,kenapa Mama tidak ikut ?" tanya Cecil. Ada urusan, Mama cuman titip salam buat kamu .


Silahka duduk dudulu aku ambil minum dulu , tau aja kalau kita haus " ucap Denys sambil duduk.


Nai kamu belum punya pembantu?" tanya Naira melihat sekeliling.


Aku mau bantu kamu saja de di sini" jawab Naira. Menuang sirup ke dalam wada dan memasukkan es batu kedalamnya.


Kamu bawa minumnya biar aku yang bawa kelas sama kuenya. silahkan di nikmati " ucap Cecil mempersilahkan sembari meletakkan kuenya di atas meja.


Denys mengambil sepotong kue lalu di makannya ,enak " ucap Denys , jelas enak dong itu kan kue buatan aku sendiri"jawab Cecil merasa bangga.


Makin hebat aja kamu Cil sekarang suda bisa bikin kue " puji Denys, siapa dulu yang ngajarin " timpal Naira " pasti Tante Samita ya atau Tante Sanra ,


Bukan " jawab Cecil , lalu siapa? Denys jadi penasaran . Tu pacar kamu tunjuk Cecil ke arah Naira yang suda tesenyum lebar.


Yang benar sayang " ucap Denys menengok ke arah Naira, Nira hanya mengangguk .


kalau gini aku makin tamba cinta sama kamu" ucap Denys merai pundak Naira yang duduk di sampingnya .


sementara di perusahaan Azam kedatang tamu penting.


Susan " ucapa Bagas terkejut saat membuka pintu melihat Susan ada di ruangan Bosnya.

__ADS_1


apa kabar Gas ? Tanya Susan berdiri sebenarnya dia tidak menyangka ketemu dengan sahbat Azam di tempat ini.


Sejak kapan kalian ketemu ? Kenapa aku tidak tahu, dua hari yang lalu saat makan siang di restoran dekat sini" jawab Azam.


Kenapa kamu tidak cerita sama aku ? Bukan gitu kamu kan lagi di luar kota aku tidak mau ganggu kerjaan kamu" jawab Azam menjelaskan.


Lalu ada perlu apa Kamu di sini? Tanya Bagas pada Susan , aku lagi lamar kerjaan di sini " jawab Suan tersenyum ke ara Azam.


Iya aku yang tawarin dia kerjaan lagi pula kita butu satu kariawan lagi kan buat gantiin posisi kepala HRD ,kebetulan aku ketemu Susan yang lagi mencari pekerjaan makanya aku tawarin posisi ini kedia.


apa kamu suda yakin ? " Bagas merasaa kurang setuju dengan keputusan Azam. Azam mengangguk ,


Bukannya orang tua kamu kaya ,ko cari kerja "tanya Bagas mersa ada yang di sembunyikan ole Susan, keluarhaku suda bangrut " jawab Susan sedih.


Lalu kemana selama ini kamu menghilang" Bagas belum puas dengan jawaban Susan .


Bagas ,berhenti beryanya sesuatu yang akan membuatnya bersedih" tegur Azam sedikit membentak.


Zam aku pamit pulang dulu ya , pamit Susan tampa san melewati Bagas begitu saja, sampai jumpa besok " jawab Azam.


setela Susan keluar Bagas langsung duduk di depan Azam , Zam coba pikirkan sekali - lagi jangan sampai ini akan jadi bom waktu di dalam pernikahanmu,


Aku suda memikirkannya dari semalam dan aku yakin lagi pula Susan suda tau tentang Cecil aku suda jujur sama dia.


Apa Cecil tau tentang Susan ?" tanya Bagas .


tidak sambil menggelengkan kepalanya.


aku akan cari waktu yang tepat buat jujur sama Cecil tentang masalaluku dengan Susan tapi tidak dalam waktu dekat ini aku tidak mau menamba masala buat Susan.


Itu tersera kamu aku tidak mau terlalu mencampuri urusan peribadi kamu,aku cuman berpesan jangan sampai mengambil keputusan tampa pertimbangan .


Berhenti bahas ini kita bahas kerjaan saja nanti aku jelasin smuanya " Azam tidak mau Bagas terus menyudutkan Susan .


Ini berkas yang harus kamu tanda tangani ,mengenai proyek dengan perusahaan dari jakarta.


Semuanya berjalan lancar ,dan bulan depan mereka akan mengadakan pertemuan " Bagas menjelaskan hasil pertemuannya .

__ADS_1


__ADS_2