Takmampu Bertahan

Takmampu Bertahan
stive dan Bagas


__ADS_3

Bagas dan Stive, datang ke tempat Susan, rumah yang dia beli dari hasil memeras Azam.


permisi ," Stive berteriak sambil membunyikan klakson mobilnya .


Susan yang kebetulan sedang bersantai berjalan cepat untuk membuka pagar rumahnya untuk melihat siapa yang bertemu sore- sore begini.


saat melihat mobil putih milik Azam ,Susan tersenyum dia berfikir Azam datang menemuinya" aku tahu kamu pasti bakalan kesini karena kangen sama aku ,ucapnya penuh percaya diri.


sore , Nona Cecil " ucap Stive tersenyum geli melihat tingka Susan yang sibuk meeapikan pakaian ya sambil melangka mendekat ke arah mobil.


kamu !di mana Azam ?


kenapa muka kamu di tekuk seperti itu ,bukannya senang kami berdua datang kesini ,


iya sebagai teman lama kami kesini mau melihat rumah baru kamu yang didapat dari hasil memeras " sambung Bagas melihat rumah bersantai dua itu.


besar ,mewah dan cantik juga !tapi sayang yang punya kurang menarik " ucap Bagas menyendir langsung .


silahkan kalian pergi dari sini , kalian buakan tamu yang di harapkan kedatangannya" Susan kesal dengan Bagas dan Stive.


giman ? Stive kita suda di usir sama penjaga rumahnya? " ucap Bagas tapi tetap melangkah masuk .


abaikan saja tidak penting juga kan ?


hai, kalian tidak punya malu yang sudah di usir tapi mala masuk " teriak Susan kesal melihat Bagas dan Stive masuk kerumahnya begitu saja.


aku minta kalian keluar dari rumah ini atau aku panggikan penjaga komplek di sini buat menyeret kalian pergi dari sini.


silahkan ,saya tidak takut .


mau apa kalian kesini kita tidak ada urusan ?


Nona , semua urusan Bos Azam juga urusan saya sebagai kepercayaannya.


asisten aja bangga " sindir Susan,yang mulai tidak nyaman dengan kedatangan keduanya ,dia yakin mereka datang pasti ada sesuatu yang akan merugikan nya.


aku haus ,minta minum dong " stive tampak santai duduk di sofa ruang tamu.


tidak ada minum buat kamu, kalian pergi saja dari sini " Susan kembali mengusir Bagas dan Stive yang duduk tampa malu .


Susan , kamu mau duduk juga atu masih beta berdiri di situ ,


malas aku duduk di dekat asisten kaya kamu,


cepat katakan apa mau kalian datang kesini dan di mana Azam ?


di mana Cecil ? " tanya Bagas .


Susan tampak gugup , mana aku tahu Cecil di mana ,lagian kenapa mencari di sini munkin saja dia suda pergi jauh ,ini kan suda tiga hari dia menghilang .

__ADS_1


darimana kamu bisa tahu kalau Crcil suda menghilang selama itu? Bagas dan Stive makin curiga dengan Susan.


anu..anu ..itu Azam yang memberitahu aku " ucapnya berbohong .


jangan bohong , katakan di mana Cecil atau kami laporkan kamu kepolisi.


aku tidak tahu dia dimana lagian mau dia mati pun aku tidak perduli ,kalian keluar dari rumah saya . " bentak Susan.


yakin banget rumah ini punya kamu? Bagas tersenyum simpul.


jelaslah rumah ini milik aku ,Azam sendiri yang memberikannya untuk saya.


kalu jadi orang jangan terlalu percaya diri nyonya , aku minta kerja samanya katakan dengan jujur dimana Cecil kamu sembunyikan sebelum kami berbuat kasar .


kalian pikir saya akan takut dengan ancaman murahan seperti itu ,ohh no ,kalian mau pergi baikb- baik atau mau di paksa warga " Susan ternyata suda meminta bantuan ke pada penjaga kompleks dengan mengirim pesan kesala satu satpam di situ.


permisi Nona " teriak seseorang .


sialahkan masuk Pak dan usir kedua orang ini mereka suda mengganggu kenyamanan saya" ucap Susan angkuh.


kalian berdua cepat pergi dan jangan mengganggu warga di sini " ucap laki - laki yang suda cukup tua .


kami kesini tidak ada maksud mengganggu Pak ,kami hanya mengunjungi sahabat lama kami " ucap Stive santai.


iya Pak kami hanya mau melihat rumah baru teman kami yang cantik dan licik ini " Bagas malah berdiri merangkul lelaki tua itu.


bukan Pak " jawab Susan cepat.


kata Nona itu kalian bukan temannya jadi silahkan keluar dari sini " ucap bapak - bapak itu tegas.


ok ok ,kami pergi dari sini tapi ingat urusan kita belum selesai " ucap Bagas dengan sedikit ancaman.


hus hus keluar kalian ,dan Bapa juga silahkan keluar aku mau istirahat .


Nona bukannya bilang terimahkasih mala mengusir dengan kasar " pak satpam tampak tidak suka melihatnya.


suda Pak dia memang seperti itu tidak punya malu dan sombong " stive merangkulnya dan berjalan bersama keluar dari rumah Susan.


Den ,maaf ya Bapak suda kasar sama kalian tapi ini tugas Bapa menjaga keamanan warga di sini termasuk wanita sombong itu.


iya Pak ,ini buat bapak " stive memberi dua lembar uang merah ke bapak tadi .


ini apa Den , kalau Bapa mau lebih banyak lagi juga bisa tapi ada saratnya,


apa Den? tapi tidak membunuh orang kan?


tidak pak , Bapa hanya perlu melaporkan siapa saja yang menemui wanita yang di dalam dan semua kegiatannya .


emang untuk apa Den ? wanita tadi orang jahat dia suda menculik istri teman saya tapi kami belum punya buktinya untuk di bawah kepolisi jadi kami mohon bantuan bapak .

__ADS_1


baik Den ,tampa di bayar pun Bapa mau bantu .


makasih Pak ,tapi jangan sampai orang lain tahu rencana kita .


saya mengerti Den .


Bapa hubungi saja nomor ini ya " Stive memberikan kartu nama Bagas .


Pak ini tambahan dari saya ,tidak usah Den ,makasih " tolaknya dengan lembut.


tidak apa apa Pak ,anggap saja pemberian dari anak bapak ,saya kan suda yatim jadi saya memberinya sebagian anak buakan sogokan.


" ucap Bagas mengusap punggung laki- laki tua itu.


Bapa ,terima yan Nak,


makasih Pak " Bagas tampak bahagia di panggil anak .


ayo ,kita pulang " ajak stive.


semoga kali ini ada titik terang ya ?


iya ,kasihan tante tiap hari menghubungiku hanya untuk memintaku tidak berhenti mencari Cecil.


aku kasihan dengan mereka, Cecil juga suda kuanggap adik sendiri ,kebaikannya kepolosannya membuat aku perduli padanya.


sama , keluarga Om Handoko suda sangat baik sama saya bahkan mereka membantu saya saat dalam kesusahan jadi suda kewajiban saya membantu mereka juga ,sama seperti kamu menganggap Cecil adik aku juga merasa seperti itu padanya ,saat melihat di tertawa aku melihat tawa adikku di wajahnya.


ahhhh, jadi nangiskan ,Gas aku kangen kedua orang tua dan adik aku di kampung" stive bersandar di kaca mobil.


kamu enak masih bisa bertemu keluarga ,aku sebagai anak yatim piatu yang tidak memiliki kerabat biasa apa ,untung saja keluarga handoko perduli sama saya, coba kalau tidak munkin aku suda hidup di jalan .


maaf ,aku tidak bermaksud " stive jadi tidak enak dengan sahabatnya.


iya ,tidak apa - apa ,aku bahagia dengan hidupku sekarang.


kenapa kamu tidak menikah saja,biar ada teman ?


belum nemu yang cocok " aku melupakan bisa melupakan Naira , meski aku tahu aku hanya dianggap Kaka olehnya,ucapnya dalam hati.


kita kerumah tante Samita ya ,aku kangen dengan masakannya " ucap Stive ,hoi mala melamun ,


siapa yang melamun ,saya hanya pokus mengemudi ,kita langsung ke kafe kamu kan .


siapa yang bilang ke kafe ? lalu kemana?


kerumah tante Samita ,makanya kalau di ajak bicara jangan melamun ,mau kita celaka .


ogah ,aku masih banyak dosa " jawab Bagas ngeri. makanya bawah mobilnya yang benar saya juga masih banyak dosa belum kawin juga .

__ADS_1


__ADS_2