
Cecil sampai di makam Ayahnya ,dia berlutut memeluk batu nisannya,
Aya aku kangen sama Ayah, Cecil butu Ayah,
kenapa hidup Cecil seperti ini ?kenapa Ayah
apa sala jika cecil berharap mendapat seseorang seperti Ayah sama Papa Handoko.
aku cuman pengen Kak Azam bisa mencintaiku seperti Ayah mencintai Mama atau seperti Papa yang sangat menyayangi Mama Mita" Cecil mengeluarkan unek- uneknya di makam Bram,
sementara Azam dan NAira masi mencari Cecil karena Cecil tidak pulang kerumah mereka ,
Kak kita kerumah saja siapa tahu Cecil pulang kesana" ucap Naira mereasa cemas,
Ini semua gara- gara Kaka, kaka harus minta maaf sama Cecil ,KAka suda banyak bembuat Cecil menangis" ucap Naira .
kaka suda bilang ini semua hanya sala paham, kamu diam saja jangan buat kepalaku makin pusing .
aku tau ada masala di antara Kaka sama Cecil yang kalian coba sembunyikan selama ini , dulu aku sering melihat Cecil menangis di kampus ,bahkan awal pernikan kalian aku perna mendapati Cecil mengurung diri di toilet sambil nangis ,bahkan dia tidak pokus di kelas dia sering sekali terlihat mirung .
Tapi tiap kali aku bertanya , dia selalu jawab tidak ada apa- apa dia tidak perna berbagi kesedihannya pada siapapun. tapi melihat keceriannya akhir- akhir ini aku bisa merasakan kalau hubungan kalian semakin membaik itu membuat aku juga merasa bahagia dua orang yang aku sayang bisa saling menerima tapi hari ini aku benar- benar kecewa sama Kaka.
Azam terdiam dia mengingat saat - sat dia begitu jahat memperlakukan istrinya.
maafin Kaka Nai " ucap Azam liri.
Kaka jangan minta maaf sama aku tapi minta maaf sama istri Kaka,dia wanita yang baik sabar dan tulus sama Kaka ,kalau Mama sama Tante Sanra tahu semua ini aku yakin mereka bakalan sangat sedi.
Nai ,aku mohon jangan sampai mereka tahu apalagi Mamanya Cecil aku tidak mau sakitnya makin para. Hhhmmm" jawab Naira yang juga menghawatirkan kesehatan kasanra.
Setela sampai Azam berlari kedalam rumah Azam segera masuk ,ada apa ? Tanya Kasanra melihat menantunya Azam dan Naira berlari.
Mama , apa Cecil ada di kamar ?" Tanya Azam .
Cecil tidak ada di sini " jawabnya . Nai, sebenarnya ada apa ini kenapa kalian mencari Cecil ? tanya kasanra cemas .
Tidak ada ko Ma , aku pikir Cecil suda sampai disini ,karena dia izin sama Azam mau pulang kesini ,makanya pulang kerja Azam langsung kesini" jawab Azam gugup.
coba kamu hubungin dia siapa tau dia langsung pulang keruma kalian dulu, emang tadi di kampus kamu tidak bereng sama Cecil ? aku pulang lebi awal Tante jadi tidak tahu Cecil di mana" jawab Naira terpaksa berbohong.
Tidak di angkat Ma" ucap Azam setela menghubungu istrinya tapi masi tidak di angkat.
Cecil yang dalam perjalanan pulang kerumahnya , masih terus meneteskan air mata ,dia melihat panggilan berulang dari Azam tapi dia tidak mau mengangkatnya dulu.
Tante aku balik keruma dulu mau mandi " pamit Naira , Kak aku keruma ya, Kaka jangan panik " bisik Naira. Azam mengangguk.
Ma, aku ke atas dulu ya " pamit Azam menaiki tangga. Mereka sebenarnya ada masala apa ? " kasanra merasa hawatir dengan putrinya apalagi melihat raut waja panik Azam dan Naira.
Cil ,maafin aku kenapa kamu tidak menjawab panggilanku ,pesan aku juga tidak kamu baca .
__ADS_1
Cil aku tahu aku sala , tapi jangan kaya gini ini hanya sala paham, aku suda berusaha mencintai kamu dan melupan Susan " ucap Azam masi menghubungi Cecil.
Panggilan masuk dari Naira.Azam langsung mengangkatnya ,
halo Nai ada apa? Kak Cecil ada di ruma kalian aku baru saja bicara dengannya " jawab Naira dari seberang telpon"
Azam mematikan panggilannya dia berlari keluar kamar , Ma aku pamit pulang dulu Cecil tidak jadi kesini dia ada di rumah" ucap Azam sama mertuanya, ya suda tapi kamu makan malam dulu saja baru pulang,
Maksi Ma ,aku makan diruma sama Cecil aja , aku pamit dulu " Azam mencium punggung tangan Mertuanya.
Cecil duduk bersandar di tempat tidur ,bayangan Azam memeluk wanita lain terbayang dalam ingatannya . Siapa gadis itu? ada hubungan apa dia sama Kak Azam ? " Cecil bertanya pada dirinya sendiri.
Cecil mengambil ponselnya lalu melihat foto Azam dan dirinya " butir bening jatu di pipinya ,
apa mencintai Kaka harus sesakit ini?
Cecil, teriak Azam yang suda sampai dirumahnya.
Azam membuka pintu dia melihat Cecil yang berbaring dengan selimut yang menutupi seluru tubunya.
Cil ,jangan pura - pura tidur mari kita bicara dulu dengarkan penjelasanku . Cecil tidak bergeming ,
aku mohon jangan diam gaya gini " pinta Azam membuka selimut yang menutupi tubu istrinya.
Azam melihat mata Cecil yang merah karena habis menangis,Azam merasa bersala karena membut Cecil menangis lagi.
Azam merai pipi Cecil lalu mengarakannya agar menghadap dirinya.
Cecil bangun lalu duduk , siapa wanita itu? Tanya Cecil lagi, bukanka aku suda bilang dia teman aku.
lalu kenapa kalian berpelukan kaya tadi ?Cecil minta Kaka jujur sama aku.
dia teman SMA Kaka , saat ini dia lagi dalam masala makanya Kaka membantunya ,
Tapi kenapa dia harus memeluk Kaka ? Cecil kembali bertanya ,Kaka minta maaf soal itu ,aku minta sama kamu jangan kaya gini lagi main pergi begitu saja kalau ada masala" ucap Azam memeluk Cecil.
Kalian hanya berteman kan tidak ada hubungan apa - apa di antara kalian ? tidak ada kami hanya sebatas teman ,Bos dan kariawan tidak lebih" jawab Azam melepas pelukannya merai kedua pipi Cecil .
Jadi dia bekerja di kantor Kaka?" Azam mengangguk, sejak kapan ? baru satu minggu.
tidak ada yang Kaka sembunyikan dari Cecil ? dan siapa namanya ? namanya Susan ,
apa aku bole kenalan langsung sama dia ? " tanya Cecil merasa masi ada yang mengganjal di dalam
hatinya. besok aku kenalin dia sama kamu ,
Jangan mara lagi , Kaka suda berjanji sama Mama kamu untuk menjagamu dan berusaha menjaga pernikahan kita jadi aku harap kamu membantu aku memenuhi janjiku itu" ucap Azam
berdiri dari temapat tidur.
__ADS_1
Mau kemana ? Tanya Cecil, cuman mau ambil ini aku haus ,Azam menuang air kedalam gelas .
Kak , dimana posisi Cecil di hati Kak Azam?" tanya Cecil .
Kenapa kamu bertanya seperti itu? " jawab Azam lembali ketempat tidur. Cecil cuman mau tahu posisi Cecil di hidup Kaka.
kamu adala istriku dan tanggung jawab aku" jawab Azam. setela mendengar jawaban Azam Cecil merebakan badannya membelakangi Azam yang menatapnya, menarik kembali selimutnya sebatas pinggang .
Kamu masi marah , aku ngantuk " jawab Cecil memejamkan matanya.Azam menarik nafasnya lalu menghembuskannya kemudian ikut berbaring didalam selimut yang sama dengan Cecil.
jadi menurutnya aku ini hanya sebatas tanggung jawab lalu kemana cinta yang dia ucapkan beberapa waktu lalu " ucap Cecil dalam hati , dia hanya berpura-pura tidur.
Ponsel Azam berdering ada panggilan yang masuk, Cecil membuka matanya ingin melihat siapa yang menghubungi suaminya larut malam begini .
melihat Azam terbangun Cecil kembali menutup matanya ,siapa yang menelpon kenapa dia harus keluar kamar" ucap Cecil pelan saat Azam keluar kamar.
Azam [halo ]
Susan [ tolongin aku Zam]
Azam [ada apa ?kamu kenapa? halo San ,Susan ]
Azam terus memanggil Susan tapi tidak ada jawaban hanya ada suara tangis dari seberang telpon , dengan panik bercampur hawatir Azam masuk kembali ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya .
Azam melirik istrinya lalu pergi begitu saja,
Azam membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi ,Azam takut terjadi sesuatu sama Susan.
segitu hawatirnya Kamu sama dia hingga Kaka pergi tampa pamit sama aku bahkan tampa memperdulikan keselamatanmu sendiri" dari jendela Cecil dapat melihat bagaimana Azam mengemukakan mobilnya.
Cecil menyeka air matanya, tidak bole menangis Kak Azam pasti punya alasan untuk ini ,pulang dari sana dia pasti cerita semuanya " Cecil berusaha berpikir positif pada suaminya.
Susan buka pintunya " Azam mengetuk pintu apartemen Susan berkali-kali.
hai bung jangan berisik ganggu orang istirahat" teriak seseorang dari pintu kamar sebelah.
Maaf " ucap Azam menunduk. Azam menghubungi nomer Susan. Azam " ucap Susan , kamu kenapa ?
aku takut Zam " ucap Susan menitipkan air mata .
takut sama siapa? suami aku menghubungiku dia tidak mau pisah dia akan mengancam aku akan membunuh aku jika aku tidak mencabut tuntutan perceraian di pengadilan.
aku takut Zam" ucap Susan memeluk Azam.
kamu tenang dulu ,jangan takut aku pasti melindungi kamu" Jawab Azam membalas pelukan Susan .
makasih kamu masi mau perduli sama aku dan maaf karena mengganggu kamu tengah malam gini istri kamu pasti marah lagi .
dia suda tidur aku tidak sempat pamit sama dia , sekarang kamu tidur lagi aja di sini kamu aman di tempat ini tidak sembarangan yang bisa masuk " ucap Azam membantu Susan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
kamu tidur lagi aja, jangan pulang temanin aku di sini dulu aku masih takut" Susan menahan Azam . iya aku akan jaga kamu sampai kamu tidur "Azan duduk di samping Susan.