
adu aku ketiduran lagi Cecil tampak panik karena bangun kesiangan jam menunjukan 05:38 ,dia buru-buru keluar kamar menuju dapaur untuk menyiapkan sarapan buat Azam.
Sejak kejadian semalam Cecil mencoba berfikir kembali seperti apa dia akan menjalani posisinya sebagai seorang istri sampai pada satu keputusannya Cecil akan berusaha sebisa munkin merebut hati suaminya dengan menyiapkan semua kebutuhannya dia ingin memenuhi permintaan Mamanya untuk mendi istri yang berbakti.
Bismillah, aku pasti bisa dengan senyuman dia mulai berperang dengan peralatan masak dan bumbu- bumbu bahan juga suda dia sipkan ,tak lupa menonton youtube sebagai tutor belajar memasak.
setelah masakannya jadi Cecil mencicipinya lebih dulu sebelum dia menatanya di atas piring. Enak , ternyata memasak tak sesusa pikirannya, saatnya penyajian " ucap Cecil tersenyum bahagia.
meletakkannya di atas meja bertepatan dengan Azam yang sudah rapi tentunya dengan wanyahnya yang menawan terlihat menuruni tangga sorot matanya yang tajam yang selalu membuat Cecil jatu hati padanya.
Cecil menyambut Azam dengan senyuman termanisnya saat Azam mendekat ke ruang makan , Kak silahkan duduk aku sudah menyiapkan sarapan" ucap Cecil.
ambil ini," ucap Azam melempar beberap lembar uang pecahan seratus di hadapan Cecil.
ini apa Kak? " tanya Cecil tidak mengerti maksud Azam " kamu lihatkan itu apa ! Kenapa pake tanya segala" jawab Azam dengan nada tidak beesahabat, iya aku tau itu uang tapi untuk apa Kak? "Cecil kembali bertanya.
kamu kemarin ke tempat Mama Sanra pasti untuk minta uang kan? Cecil dengan cepat menggelengkan kepalanya, jangan bohong aku tau anak manja sepertimu kesana hanya untuk apa? " tudu Azam.
tapi beneran Kak aku hanya merindukan Mama dan menghawatirkan kesehatannya saja" mata Cecil sudah tampak memerah menahan tangis. Ambil saja uang itu dan jangan meminta lagi sama Mama aku tidak mau Mama berpikir aku tidak memberimu nafka apalagi sampai Mama sama Papaku tahu.
Cecil mengambil uang itu dengan perasaan tidak karuan , πππππ ππππππ πππ ππππππ π πππ π»ππππ πππππππ πππππ πππππ" Kaka makan dulu ya Cecil menarik kursih buat Azam .
Makan aja sendiri aku tidak sudi makan makanan yang tidak enak ini" Azam mendorong piring di depannya . Azam kemudian keluar dari rumah tampa memikirkan bagaimana perasaan Cecil.
Cecil diam memandang semua masakan nya tak di sentuh oleh Azam, bulir air mata nya seakan menjadi saksih hatinya.Cecil menarik nafas panjang menghembuskan nya . Jangan nangis ini pasti akan berakhir " Cecil mencoba tersenyum lagi. mending aku mandi biar kepalaku sedikit adem lalu ke kampus ketemu Naira semangat Cecil ," ucap Cecil menyemangati dirinya sendiri.
Di kantor Azam terlihat turun dari mobilnya ,di sana suda ada Bagas yang terlihat menunggunya . Bos ini jadwal untuk hari ini siang nanti ada pertemuan dari klien dari jakarta , tempatnya di restoran" jalan anwar mangku"
__ADS_1
Bagas menjelaskan semua rincian kegiatan hari ini untuk Bosnya , mata para kariawan terutama kaum hawa tertuju pada kedua sosok laki- laki yang lewat di depannya ,
Pak Azam makin hari makin ganteng udah ganteng tinggi CIO pula andai dia mau jadi suamiku pasti aku tidak akan menolak" ucap sala satu kariawan dengan rok mini itu.
kalau mimpi jangan ketingian nanti jatu" sambung pegawai satunya lagi.
Bos , gimana hubunganmu dengan dengan Nona Cecil ? " tanya Bagas saat keduanya memasuki ruangan Azam , biasa dia selalu bikin aku pusing. " jawab Azam .
apa Bos tidak ingin memperbaiki hubunganmu dengan Nona Cecil ? Bagas mencoba menasehati sahabatnya cobalah melupakan Susan berhenti mengharapkannya lupakan dia.
Aku tidak bisa aku sudah berusah tapi tiap kali melihat Cecil wajahnya akan muncul lagi dan lagi " jawab Azam menyandarkan kepalanya ke sandaran kursinya. Apa susanya sih bos , asal ada niat .
tok ..tok. Azam dan Bagas menengok kearah pintu , Bagas berdiri untuk membuka pintu,
hay semua ucap Stive menerobos masuk , nagapain kamu kesini ?" tanya Bagas menutup pintu kembali, ketemu kalian lah sahabat tersayangku" jawab Stive ingin memeluk Bagas ,
Aduuu, sakit bego" stive mengusap kepalanya. Tunggu dulu Stive menghentikan Bagas yang ingin kembali memukul kepalanya ! Bos kamu kenapa lagi dari tadi diam saja? apa kesambet hantu bisu?
"sambil melangka menghampiri Azam yang diam dan menutup matanya menghadap kelangit- langit ruangannya.
biasa masalah rumah tangga dan masalalu" jawab Bagas santai sambil duduk di sofa dekat pintu .
emang belum beres juga tu masalanya?" tanya Stive ikut duduk di samping Bagas. sebenarnya bukan beres atau tidaknya sih tapi emang dasarnya saja si Azam nya aja yang terlalu keras kepala" jawab Bagas ,
kamu benar, punya istri cantik malah di anggurin kalau dia tidak mau sama Cecil aku mau ko jandapun ngga masalah
daripada sama Azam yang bodo ,mending sama aku , Cecil pasti bahagia ,
__ADS_1
aduuduuhhhh bayangin wajah dan bodinya saja aku jadi tegang gini" ucap Stive sengaja memana- manasi Azam, emang kamu aja yang mau di luar sana banyak yang antri apa lagi cowo- cowo di kampusnya kan banyak tu , apalagi siii, siapaisi aku lupa lagi , oh iya si Andi . Seandainya aku tidak memandang Azam sudah kuembat tu si Cecil.
tiba-tiba sebua buku melayang ke arah mereka berdua. Woi Zam kamu kenapa sih lempar kami " tanya Stive tampa dosa, sementara Bagas tersenyum singkat melihat reaksi Azam ," πππππππππ ππ’ππ πππ ππβππππ¦π ππππ πππππ π’πππππππ¦π," π’πππ π΅ππππ ππππππ‘ππ"
kalian bilang apa tadi coba kalian ulangin aku kepengen denger lagi" muka Azam terlihat memerah , sebenarnya dadanya sesak saat kedua temannya membayangkan keindahan tubuh istrinya,
Azam berdiri melangka ke arah kedua sahabatnya Azam tahu kalau mereka hanya memancingnya tapi tetap saja dia tidak terima jika mendengar ucapan keduanya.
Santai bro, jangan panas dulu duduk sini " stive menarik tangan Azam untuk duduk di dekatnya ,
maaf kalau ucapan kita membuat kamu tersinggung tapi ucapan aku juga tidak ada yang salah "
maksud kamu apa " Azam menarik kera baju Stive. Bagas segera menahan badan Azam yang sudah mulai marah. bukannya takut Stive hanya tertawa pelan.
Buat apa kamu mara bukannya kamu tidak perna menginginkan istri kamu daripada menderita sama kamu mending kamu lepasin dia Cecil juga butuh kebahagiaan sementara kamu tidak bisa memberikan nya" ucap Stive melepaskan tangan Azam dari bajunya .
Ini bukan urusan kalian" jawab Azam memperbaiki posisi duduknya.
Bos , ucapannya ada benarnya ,kita ngomong gini karena kita perduli sama kamu sebagia teman yang baik kita tidak mau kamu menyesalinya .
Tapi...., tapi apa karena janji kamu untuk setia sama Susan , Susan yang memilih menghilang, dia sendiri yang pegi ,kamu tidak datang malam itu bukan kesalahan Cecil, lagi pula seandainya dia perduli sama kamu dia pasti sudah kembali untuk menemui kamu atau seridaknya menunggu kamu malam itu ,bukannya pergi begitu saja " ucap Bagas dengan nada penuh penekanan.
Zam , coba tanya hati kamu , apa benar kamu masih mencintai Susan atau hanya terikat dengan janji kamu Dan coba kamu tanyakan hatimu lagi di mana letak posisi Cecil selama ini? Sambung Stive menasehati.
Azam menyandarkan badannya ke tempatnya duduk mencoba mencerna ucapan kedua sahabatnya. Melihat itu Bagas dan Stive saling menatap sambil tersenyum.
Zam , aku tahu kamu adala orang yang sangat memegang janji ,tapi janji kamu sama Susan hanya sebatas janji pada manusia tapi janji pernikan bukan sebatas itu, ingat selain sama Tuhan mu , kamu juga suda berjanji ke pada ibu mertua kamu untuk menjaga anak nya.
__ADS_1
Stive kamu dapat kalimat itu darimana , ko bisah dalam banget sih aku jadi terharu" ucap Bagas kagum . Dari langit ," jawab Stive kesal mendengar pertanyaan Bagas yang waktunya tidak tepat.