
hari ini aku tidak masuk kampus dulu ya ,kepalaku masih telalu pusing aku juga masih mual banget " Cecil masih masih perlu waktu mengiklaskan kepergian Mamanya, di tamabah kehamilannya membuat badannya gampang cape ,
untuk beberapa hari kedepan Cecil ingin mengistirahatkan badannya sebelum menghadapi ujian akhir .
Beres , Dosen juga pasti ngertiko dengan keadaan kamu saat ini, kamu istirahat dirumah saja ingat kata dokter tidak bole banyak pikiran ,janin kamu masih lemah" ucap Naira mengingatkan akan kondisi Kaka iparnya.
Makasih ya ,
tidak boleh ada kata terimahkasih dalam persaudaraan, kamu itu Kaka ipar terbaik di dunia,
Kalau gitu aku kerumah dulu mau ganti baju " ucap Naira bangkit dari duduknya .
tunggu aku ikut " teriak Cecil saat Naira suda ada di luar kamar Cecil.
Kamu kenapa ? "Naira balik lagi saat mendengar teriakan Cecil, aku mau ikut" ucapnya memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Huuuu, "Naira menghembiskan nafas panjang ,
ayo " ajaknya sambil merangkul Cecil.
pagi Ma ,pagi Pa " teriak Cecil hebo ,
Samita dan Handoko sontak berdiri mengjampiri anak dan mantunya ,
ada apa sayang kamu teriak," tanya Samita begitu hawatir , tidak ada Ma ,Cecil hanya lapar mau makan ayam kari buatan Mama.
Oh ,jadi Kamu ngidam kari ayam? " Samita mengusap perut rata Cecil.Cecil mengangguk.
kamu sabar dulu ya nanti Mama masakin buat kamu,
Tapi Cecil laparnya sekarang " ucapnya Manja .
gimana dong sekarang Mama tidak lagi masak itu , kalau gitu kamu duduk dulu makan yang ada dulu ya ,biar Mama suru Mbo beli dulu ayamnya.
Iya kalian berdua makan dulu saja sambil menunggu Mbo beli ayam."Handoko mengajak Naira dan Cecil untuk duduk.
βbaru duduk Cecil suda bangun lagi saat mencium aroma makanan di depannya.
Cecil izin ke toilet dulu " Cecil berlari karena tiaba- tiaba ingin muntah .
kamu mual lagi? tanya Naira saat menyusul Cecil ke toilet ,iya nasi goreng nya bau banget .
perasaan sama aja seperti biasanya ? Naira bingung sendiri kenapa bisa bau sedangkan punya dia mala baik- baik saja.
βayo kita ke meja makan lagi " Naira membantu Cecil berdiri karena badannya terasa lemas habis memuntahkan cairan kuning dari perutnya .
kamu baik - baik saja kan? iya Ma tapi Nasi gorengnya bau Ma ,Cecil tidak kuat.
__ADS_1
Kasanra dan Handoko tersenyum mendengar ucapan Cecil.
kalau gitu kamu antar Cecil ke kamarnya biarkan dia istirahat dulu ,ini sering terjadi sama ibu hamil ,apa lagi kandungan Cecil kan baru tiga minggu, yang sabar ya Mama juga dulu kaya kamu ko.
sini aku bantu " ucap Azam ingin membantu Cecil masuk ke kamarnya. sebenarnya dari tadi Azam melihat semuanya dari atas tapi dia tidak ingin mendekat dulu apalagi saat melihat senyum Istrinya saat menyapa kedua orang tuanya.
tidak usa " jawabnya ketus .Nai antar aku ke kamar kamu saja ya ,badan aku lemas banget .
kenapa harus ke kamar Naira bukan ke kamar kita" tanya Azam kecewa mendengar Cecil tidak ingin kekamar mereka.
Kak , biarin saja dulu Cecil kekamar aku ,kasihan dia dari pagi muntah terus " Jawab Naira .
baiklah terserah kamu tapi izinkan aku membantu kamu ,
tidak perlu biar Naira saja ,mending Kaka ke kantor saja takut pacar Kaka marah kalau Kaka telat ke kantornya, " tolak Cecil.
atau Kaka mau jemput Susan dulu di tempatnya biasanya kan yang habis pisa lama butuh waktu lebih banyak buat berduaan , Cecil dan calon anak Cecil tidak mau jadi korban ke murahan Kaka lagi " sendir Cecil memalingkan wajahnya.
Azam memutar badannya masuk kekamarnya saat mendengar perkataan istrinya, meski kecewa tapi dia juga sadar akan kesalahannya.
kenapa jadi seperti ini , hanya karena sala paham saja semuanya jadi rumit kaya gini." ucap Azam prustasi .
munkin saat ini lebi baik aku diam saja dulu ,mau jelasin juga percuma Cecil pasti tidak akan percaya sama aku, mending aku kekantor saja minta saran sama Bagas.
di kantor Azam terlihat murung ,Bagas juga masih acu padanya.
Bagas" ucap Azam masuk keuangan Bagas tampa mengetuk pintu. iya Bos " Bagas menunduk memberi hormat.
Cecil ,Mama ,Papa ,Naira semuanya mara sama aku ,masa kamu sama Stive juga mau mara sama aku saat ini aku butuh saran dari kalian berdua .
Baiklah karena aku kasihan lihat wajah memelas kamu aku akan dengar cerita kamu dulu, tapi kita tunggu Stive sebentar lagi dia datang aku suda menghubunginya" jawab Bagas .
selang beberapa menit Stive suda datang dengan tampang kurang bersahabat saat melihat Azam.
kenapa kamu manggil aku kesini? tanya Stive .
tu si Bos besar ternyata masih butuh kita.
jadi dia masih ingat kita saya pikir dia lupa setelah bertemu kekasih tercintanya ,mertuanya saja dia lupakan apalagi kita hanya butiran debu di jas mahalnya.
Stive masih ke cewa dengan diamnya Azam saat dengan angkuhnya Susan menghina dirinya dan Bagas saat makan malam bersama beberapa hari yang lalu.
maafin aku ,aku tahu aku sala sama kalian ,aku benar- benar minta maaf soal waktu itu.
Zam kami tidak marah sama kamu ,kami hanya kecewa kenapa kamu diam saja saat Susan menghina kami di depan kamu .
aku tahu ,aku terlahir dari keluarga sederhana dan usaha aku sukses berkat bantuan kamu dan Om Handoko ,aku tidak akan perna melupakan kebaikan keluarga kalian ,
__ADS_1
tapi aku tidak terima saat Susan menganggap aku hanya memanfaatkan persahabatan kita, tidak tulus berteman sama kamu ,dan kamu hanya diam saja seakan membenarkan ucapan Susan.
jangan perna berfikir seperti itu , aku tidak perna meragukan ketulusan kalian sama aku ,kalian berdua adala sahabat terbaik aku hanya kalian berdua yang tulus sama aku jadi tidak perna sedikitnya aku berniat membenarkan ucapan Suasan" Azam mendekat ke Arah Stive lalu memeluknya sekilas.
mafin aku ,aku janji akan mendengarkan kalian tapi saat ini aku butuh bantuan kalian berdua" ucap Azam duduk di samping Stive.
emang kamu butuh bantuan apa dari kami? tanya Bagas dari tempat duduknya.
saat ini Cecil lagi hamil ,tapi dia tidak mau bicara sama aku dan semuanya kompak mendukung Cecil, aku mohon bantu aku jelasin sama dia kalau aku sama Susan hanya masalalu.
tunggu dulu , jadi saksud kamu Cecil hamil dan kamu akan jadi Ayah ? tanya Stive baru ngeh dengan perkataan Azam.
bukannya aku suda bilang kaya gitu ya " jawab Azam.
waaaah ,selamat bentar lagi kita jadi Om dong Gas " stive jadi hebo sendiri .
hey kenapa kamu jadi girang kaya gitu " tegur Bagas melihatnya.
jelas dong aku bahagia itu tandanya Azam ini normal " jawab Stive.
Plak. Azan menggeplak kepala Stive dengan tangannya, jadi Kamu pikir aku tidak normal , enak saja" Azam tidak terima ucapan sahabatnya .
sakit Zam " Stive mengusap kepalanya , dasar Gas elpiji mala ketawa lihat aku ,bukannya bantuin.
itu memang pantas kamu dapatkan, lagian dari mana kamu dapat pikiran kaya gitu? " tanya Bagas masih tertawa.
dari Azam sendirilah , enak saja dari aku kapan aku ngomong kaya gitu" Azam kembali memukul kepala Stive.
kalau kamu normal tidak munkin bengabaikan istri secantik dan sebahenol Cecil selama lima bulan "ucapnya sambil menggambarkan dengan gerakan tangannya.
jadi selama ini kamu ngebayangi bentuk tubuh Cecil, Azam berdiri ingin memukul stive.
ampun aku cuma memikirkannya saja tidak membayangkan yang bukan - bukan ko" ucap Stive berlari menghindari kejaran Azam .
itu sama aja bego " terikat Bagas ,hajar saja Bos otaknya memang mesum " Bagas mala jadi kompor.
dasar Gas elpiji sukanya memanas keadaan.
suda- suda ,aku suda cape ,Azam berhenti mengejar Stive karena suda ngos ngosan .
aku juga cape ,kita mala kaya anak kecil main kejar- kejaran kaya gini " stive kembali duduk mengatur nafasnya.
gimana kalian bantuin aku ya , buruk Cecil biar mau bicara sama aku aku juga mau minta maaf sama dia , tadi sebelum kesini aku juga suda kemakam Mama Sanra untuk minta maaf .
sementara di luar ruangan Bagas, Susan mengepalkan kedua tangannya saat mendengar obrolan Azam dan kedua temannya ,dia tidak terima jika Azam dan Cecil bersama di tamba lagi dengan kehamilan Cecil .
ini tidak bole Azam harus jadi milik aku lagi, aku yakin Azam masih cinta sama aku , rencana kemarin buat merayu Azam boleh gagal tapi kali ini aku akan memisahkan mereka melalui Cecil sialan itu.
__ADS_1
aku akan buat Cecil membenci Azam " ucap Susan dalam hati dengan rencana licik nya.
Susan bejalan menuju toilet disana dia menghubungi seseorang untuk membantunya melancarkan aksinya dan kali ini dia yakin akan berhasil .