
Dari awal aku sudah menyadari bahwa semuanya salah, tetapi titik hitam pada hatiku terus membesar sehingga menimbulkan ego yang semakin tinggi.
Mataku gelap oleh keinginan. Aku hanya memandang pada hasratku bukan pada hatiku. Jiwaku seakan dipeluk oleh makhluk gaib agar terlena bahwa keinginan memilikimu adalah kesilapan.
__ADS_1
Lambat laun, aku melupakan mereka yang pernah ku miliki, mereka yang pernah menuntunku. Aku tuli di saat mereka mengungkapkan keluhnya. Andai waktu itu aku berada di dekat mereka.
Membantu berdiri menerobos persepsi buruk yang menjadi dominan, membantu melawan mulut-mulut orang yang berceloteh tanpa melibatkan akalnya. Orang yang selalu berpikir bahwa kekurangan hanyalah antonim kelebihan.
__ADS_1
Tetapi aku berjanji pada diriku sendiri, ketika semua telah membaik aku akan berteriak pada penduduk bumi bahwa meskipun kami tak utuh tetapi kami tak akan runtuh.
Walaupun, teriakan itu hanya akan dianggap angin lalu. Setidaknya mulut ini pernah membela hak yang tertindas.
__ADS_1