Tentang Aku Dan "Dia"

Tentang Aku Dan "Dia"
Lembaran baru


__ADS_3

"Aku sebenarnya suka sama kamu Lik, tapi aku nggak mau persahabatan kita bubar gara-gara aku", Dani mengutarakan perasaannya padaku. Aku hanya bisa diam tidak tahu harus mengatakan apa.


"Kamu mau jadi pacarku?", tanya Dani.


"Tapi kalau kamu nggak jawab sekarang juga nggak apa-apa kok", lanjutnya sebelum aku mengatakan sesuatu.


Kami berdua terdiam beberapa saat dan baru sadar ketika Sonya dan Zizi tiba.


"Mana Ria?", tanya Zizi.


"Iya, kok tinggak kalian berdua. Gue sudah borong semua yang ada disupermarket he....", jelas Sonya yang membawa dua kantong plastik yang penuh dengan makanan.

__ADS_1


"Gue rencanain malam ini kita akan habiskan malam diluar sini sambil buat api unggun", lanjut Sonya lalu tersenyum padaku dan Dani.


"Ria tadi pamit ke kamar, nggak tau buat apa", aku menjawab pertanyaan Zizi. Yah maklum saja Zizi memang sangat dekat dengan Ria, karena Ria anak tunggal dan orang tua Ria sudah kenal dekat dengan Zizi. Itu juga karena mereka berdua sudah bertemna sejak SMP.


"Oke, gue panggil Ria dulu yah", pamit Zizi yang langsung masuk ke dalam rumah.


Setelah kami berkumpul, kami langsung bercanda dan bergurau bersama. Kecuali Dani, yang sedari tadi hanya diam. Mungkin dia sedang memikirkan apa yang nanti akan aku jawab.


Malam ini kami lewatkan dengan perasaan gembira. Aku yang perlahan sudah bisa melupakan masa laluku dengan Riki dan mencoba menjalin hubungan dengan Dani. Awalnya aku ragu, karena bagaimanapun Dani itu sahabatku. Aku takut jika suatu saat nanti hubungan ini akan membuat hubungan persahabatanku rusak. Tapi setelah berpikir panjang aku memutuskan untuk menjalaninya saja. Aku berharap tidak ada lagi hal yang akan mengacaukan segalanya. Bagiku cukup masalah kemarin yang bisa merusak kebahagiaanku, jangan lagi ada yang mau merusaknya. Sebenarnya aku pun masih memikirkan tentang Siska, bagaimana kalau nanti dia tiba-tiba datang pada Dani atau dia merencanakan sesuatu. Tapi aku coba melupakan itu semua, karena sekarang aku ingin berpikir kedepan tidak mau lagi berpikir ke belakang.


 

__ADS_1


Sudah empat hari kami berada di*villa* milik Sonya. Kami begitu menikmati suasanya dan mengabadikan setiap moment yang ada. Aku dan Dani sudah menjalin hubungan, karena baru dua hari jadi kami belum membicarakannya dengan yang lain. Mungkin nanti saat terakhir kami berada disini dan sebelum kembali ke aktivitas sekolah kami, baru aku dan Dani akan memberitahukan mereka tentang hubungan kita.


Akhirnya seminggu telah berlalu, malam ini adalah malam terakhir kami berada disini. Jadi kami memutuskan untuk begadang seperti waktu sebelumnya. Aku dan Dani berencana akan segera memberitahukan mereka malam ini tentang hubungan kami. Seperti biasa Sonya dan Zizi pergi ke supermarket tapi kali ini Ria ikut dengan mereka. Lagi\-lagi aku dan Dani di tinggal sendiri. Saat kami sedang menyiapkan alat\-alat untuk kami gunakan Dani mengagetkanku.


"Lika, apa kamu serius dengan hubungan kita?", tanya Dani yang sontak membuatku diam serta malu karena tidak tahu harus memulai menjawabnya dari mana.


"Hm....aku serius Dan, aku tidak mau terus\-terusan berada dalam masa laluku. Aku ingin membuka lembaran baru, semoga apa yang aku putuskan ini tidak salah. Apa sekarang kamu yang ragu denganku? Atau Siska datang kembali padamu?", aku langsung saja bertanya balik pada Dani.


"Aku dan Siska sudah tidak mungkin kembali lagi. Aku tidak ragu, hanya saja aku ingin memiliki hubungan yang serius kali ini. Karena setelah kita lulus nanti mungkin kita tidak akan bersama seperti ini lagi, pasti akan jarang ketemu. Apalagi kalau kita sibuk dengan kuliah kita. Aku ingin hubungan kita tetap baik\-baik saja meski berjauhan", jelas Dani panjang.


"Siap komandan. Aku juga ingin hubungan yang serius. Aku sudah terlalu lelah dengan hubungan yang putus nyambung. Yah itu kalau kamu tidak tergoda dengan yang lain saat kita kuliah nanti he....", kataku sambil mengajak Dani bercanda.

__ADS_1


 


__ADS_2