
Malam minggu ini kami sudah sepakat untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Dani pun menjemputku dan sama-sama pergi ke tempat tongkrongan kita. Sesampainya disana sudah ada Zizi, Ria, dan Sonya.
"Tumben kalian yang terlambat? biasanya juga kalian berdua yang paling ontime he...", canda Sonya, karena memang malam itu aku dan Dani yang paling terakhir sampai.
"Aku sih nunggu Dani yah, nggak tahu kenapa hari ini dia lama datangnya!?", jawabku sambil berjalan dan duduk tepat disebelah jendel menghadap ke arah jalan. Ketika kami semua asik berbincang, tiba-tiba Sonya melihat sesuatu dan langsung mengagetkanku.
"Lika coba lihat siapa sana yang baru lewat! Bukannya itu sih Riki dan Yona?", kata Sonya dengan rasa curiga.
"Iya benar itu memang sih Riki. Tapi kenapa dia jalan berduaan dengan Yona? Kamu nggak mengabari Riki?", sambung Zizi.
Mereka semua pun terkejut dengan apa yang barusan mereka lihat. Aku hanya diam tak bisa berkata apapun.
__ADS_1
"Memang harus diberi pelajaran orang itu! Bisa-bisanya dia!", Dani tiba-tiba menepuk meja dan berdiri.
"Sudahlah, mungkin saja itu hanya sama dengan Riki! Kan kita tidak punya bukti kuat kalau memang Yona bersama dengan Riki", jawabku menenangkan keadaan yang terjadi.
"Kamu 'kok begitu sabar Lik? sudah tahu sih Riki jalan berdua dengan Yona, masa kamu diam saja dan masih bisa percaya dengan orang itu?!", geram Sonya yang hanya melihatku diam tanpa berbuat apa-apa.
"Ayolah, kan saat ini kita sedang havefun, nggak usah mikirin yang lain. Lebih baik kita senang-senang aja dulu.
"Coba kamu lihat Lika! Apa bukti ini sudah cukup agar kamu bisa percaya sama kami? atau kamu tetap mau diam saja?", kata Sonya dengan kesal.
"Sudahlah, santai. Suatu saat pasti kita akan menangkap basah keduanya. Aku nggak mau mikirin hal yang sepele saat kira sedang bersama", kataku dengan ekspresi datar.
__ADS_1
"Yah sudahlah kalau kamu memang masih tidka mau percaya sama kita-kita! yang jelas kita sudah mengingatkanmu yah!", sambung Sonya.
Setelah selesai jalan sama mereka, aku oun diantar pulang oleh Dani.
"Kamu masih belum bisa oercaya dengan apa yang telah terjadi? Coba kamu tenangin diri dulu baru habis itu kamu sharing sama aku dan yang lainnya. Oke?", ucap Dani dan langsung pergi.
Malam ini pun aku tak bisa tidur dan masih membyangkan apa yang telah aku lihat dan apa yang telah ditunjukan Sonya tadi.
"Kenapa harus aku? kenapa kamu memberi harapan padaku Rik? apa aku salah percaya padamu?", bahtinku.
Semalaman aku tidak bisa tidur dengan tenang. Aku terus saja dihantui kejadian yang aku lihat. Pagi ini dengan keadaan lemas aku berangkat ke sekolah. Aku tidak semangat untuk menjalani hari ini. Bagaimana pun aku tetap harus mencari bukti yang kuat agar aku tahu benar apa tidaknya yang Sonya dan Dani ceritakan.
__ADS_1