
Dari perjalanan sampai kami tiba aku hanya diam, lebih banyak melamun ketimbang ikut berbicara. Malam ini kami telah berada disebuah villa yang begitu luas. Kami berencana akan menginap selama sepekan.
"Akhirnya kita sampai juga, capek juga yah lama-lama didalam mobil", ucap Ria yang turun dari mobil dan langsung menuju tempat duduk yang ada ditaman depan villa.
"Ayo masuk, malam ini kita istirahat dulu yah. Nanti besok pagi baru kita mulai kegiatan kita", jelas Sonya yang membuka pintu dan langsung mempersilahkan kami masuk.
"Jadi kita tidurnya bagaimana? mau berlima sekalian?", tanya Ria dan menatap Dani.
"Enak aja, untungnya dikalian dong tidur bareng cowok ganteng he...", sindir Dani.
"Jadi gue sama Lika, kamu Zi sama Ria, dan Dani nanti sendiri. Kan dibawa 3 kamar berdekatan jadi kita nggak berjauhan biar aman kalau misalkan ada apa-apa", jawab Sonya membagi kamar bagi kami.
"Oke.....", jawab kami kompak dan langsung menuju kamar masing-masing dan langsung beristirahat.
__ADS_1
Didalam kamar, aku tidak bisa memejamkan mata. Aku masih suka meneterkan airmata jika teringat apa yang aku lihat dalam perjalanan menuju kesini.
"Lika, kamu harus istirahat dulu. Biar besok kamu bisa membagi semua yang kamu rasa pada kami semua. Ayo tidur", ajak Sonya menenangkanku. Aku pun mengikuti saran dari Sonya dan langsung beristirahat.
Pagi hari aku terbangun dan melihat Sonya sudah tidak ada disampingku. Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan keluar kamar, ternyata Sonya sudah berada didapur bersama Ria menyediakan sarapan untuk semua. Zizi sedang mandi dan Dani sudah duduj diluar sambil bermain gitar. Aku menghampiri Sonya dan Ria, niatnya untuk membantu tapi ternyata mereka sudah selesai terlebih dahulu.
"Gue tahu semalam kamu sulit untuk tidur, tadi pagi juga gue lihat kamu tidurnya nyenyak sekali, seakan kamu tuh baru saja memejamkan mata. Jadinya kan gue nggak tega", jawab Sonya dan langsung mengajak kami untuk sarapan. Kmi semua sarapan dimeja yang berada dihalaman samping.
__ADS_1
"Bagaimana tidurmu Lik? semoga kamu sudah bisa melupakan laki\\-laki itu", Zizi yang baru saja datang langsung membuatku teringat akan kejadian yang terjadi semalam.
"Kamu tuh yah, masih pagi udah bikin anak orang murung", lanjut Dani yang terlihat sedikit tidak senang karena Zizi mengingatkanku tentang kejadian itu. Padahal pagi ini aku sudah bisa tertawa dan sejenak melupakannya.
"Maaf, gue kan nanya doang", jawab Zizi dengan raut wajah menyesal.
"Sudahlah, mungkin memang ini saatnya aku harus melupakan dia! tenang saja aku kan masih punya kalian", jawabku dan langsung mengajak mereja tertawa.
"Kayaknya aku memang harus memulai lembaran hidup yang baru agar tidak telalu tenggelam dalam masa lalu", sambungku.
"Iya Lika, siapa tahu setelah mendengar ini ada yang langsung bisa menyatakan cintanya padamu", kata Sonya sambil melirik Dani. Rupanya selama ini Dani menyimpan perasaan suka terhadapku.
__ADS_1