Tentang Aku Dan "Dia"

Tentang Aku Dan "Dia"
Terjebak dalam keadaan


__ADS_3

Acara jalan-jalannya pun selesai, aku pulang diantar Dani. Selama diperjalanan aku hanya banyak diam dan sibuk dalam pikiraan ku sendiri. Setibanya didepan kost.


"Lika, kenapa dari tadibkamu diam aja? sudahlah jangan terlalu memikirkannya, kamu kan cantik pasti akan cepat dapat pengganti he....", Dani menghiburku, karena dari kejadian aku mendengar ceritanya dan Sonya, aku lebih banyak diam.


"Nggak kok, aku nggak memikirkannya. Aku hanya sedikit pusing aja. Mungkin tadi siang aku terlambat makan", jawabku dan langsung masuk ke dalam.


"Oke, besok kita kumpul lagi disekolah!", teriak Dani dan langsung melajukan motornya.


Didalam kamar aku masih memikirkan apa yang diceritakan Dani dna Sonya. Masa iya Riki sampai setega itu, kan selama ini tidka ada masalah yang serius. Palingan kita berantem hanya masalah sepele dan menurutku itu hanya sebentar dan langsung baikan. Tapi mengapa bisa dengan Yona? kan Yona teman sekolahku, dan juga temenannya sudah lama. Lebih baik aku menghubungi Riki agar nggak curiga terus seperti ini.


"Halo....", Riki menjawab teleponku.

__ADS_1


"Halo sayang, kamu lagi dimana?", tanyaku.


"Dirumah, males kemana-mana..."


"Gimana pertandingannya? Tim kamu menang? Maaf yah nggak nonton, aku dapat tugas dari guru", aku mencoba bertanya tentang pertandingan tim Riki. Kebetulan aku nggak nonton karena ada tugas yang harus ku kerjakan.


"Tim ku menang, besok main nanti lawan SM***X. Sudah dulu yah aku mau ngerjain tugas dulu, bye....", Riki pamit dan langsung menutup panggilan.


"Akhir-akhir ini kenapa Riki begitu acuh yah? dia sedikit berubah, nggak seperti biasanya. kalau aku nggak ngabari duluan pasti seharian dia juga nggak ngabarin. Biasanya kan dia yang selalu cerewet kalau aku udah nggak ada kabar selama sehari. kok aku merasa ada yang disembunyikan yah? apa iya yang diceritakan Dani dan Sonya memang kenyataan, tapi aku yang nggak percaya!? 'kok disini terkesannya aku nggak percaya temenku sendiri yah? apa aku salah percaya sama pacarku? apa besok kau cerita semua pada mereka yah? aku bingung dengan semua ini....", aku memikirkan semua yang telah terjadi sampai ketiduran.


Bunyi alarm membangunkan dipagi hari. Aku segera bersiap dan langsung saja menuju sekolah. Disekolah pun aku lebih banyak diam, tidak sepertu biasanya. Sampai pulang sekolah saat kami berlima berkumpul didepan sekolah.

__ADS_1


"Lika, jangan sering melamun nanti kesambet hantu siang bolong", Zizi mengagetkanku dari lamunanku.


"Dia ini semenjak mendengar cerita kalian berdua, sekarang lebih banyak diam tidak seperti biasanya", Ria langsung menyerang Dani dan Sonya.


"Aku kan nggak mau Lika terus bertahan sama orang b*****an itu! kan sebagai sahabatnya beri tahu supaya dia bisa lihat Riki yang sebenarnya", jawab Dani kesal karena merasa disalahkan oleh Ria.


"Sudahlah, Dani sama Sonya nggak salag 'kok. Mereka benar mungkin ini aku yang harus intropeksi diri. Mungkin ada yang salah denganku atau ada yabg kurang dengan diriku ini, huft.....", jawabku menengkan keadaan.


"Kita kan sahabat, harus saling menguatkan dan saling mengibgatkan kalau ada yang salah", lanjutku.


"Iya, kita sahabat. Jadi, jika ada yang menyakiti salah satu dari kita, harus kita lawan dan beri pelajaran!", sambung Dani yang keligatan geram memikirkan apa yang sudah diperbuat Riki padaku.

__ADS_1


"Yuk malam mingguan kita hangout bareng! sekalian menghilangkan stres he....", ajakku.


"Ayo.....", jawab mereka kompak.


__ADS_2