Tentang Aku Dan "Dia"

Tentang Aku Dan "Dia"
Kenyataan yang menyakitkan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, setelah kejadian itu aku lebih banyak diam dan masih memikirkan kejadian itu. Dani yang lain pun sudah berusaha sebisa mungkin agar aku bisa ceria kembali, namun sayangnya semua sia-sia.


"Sudah seminggu kamu diam Lik. Mau sampai kapan kamu mikirin orang yang nggak tahu diri kayak dia?", tanya Sonya yang baru saja tiba.


"Mending kamu jadian aja sama Dani, dia kan selalu ada disamping kamu he....", sambung Zizi yang membuat Ria dan Sonya ikut tertawa, kecuali sih Dani yang kaget ketika mendengar perkataan Zizi.


"Iya Lik, kan kalau Dani juga kita semua udah tahu orangnya kayak apa", sambung Sonya yang membuat Dani menjadi sedikit malu.


"Apaan sih asal ngomong aja kalian", jawab Dani yang sudah memerah kayak udang yang baru saja direbus.


Candaan mereka membuatku sedikit terhibur. Mungkin ada benarnya juga kalau aku harus bisa moveon dari Riki.

__ADS_1


"Hey besok kan kita udah libur yah, dan liburnya juga panjang loh. Gimana kalau kita liburan ke villa? kan udah seminggu kita nggak jalan bareng, anggap saja sekalian melepaskan kepenatan sebelum masuk masa ujian", ajak Sonya.


"Iya yah, boring seminggu nggak jalan sama kalian. Kayak ada yang hilang gitu", Zizi pun ikut menyambung ajakan Sonya untuk jalan.


"Aku sih terserah, ikut aja aku orangnya", jawab Ria, karena selama ini Ria hanya ikut aja apa yang kami berempat rencanakan.


"Iya, Lika nanti kamu harus ikut! nggak ada alasan kamu nggak mood kemana-mana...", sambung Dani tanpa menunggu jawabanku. Aku pun akhirnya mengiakan ajakan mereka.


"Lika, itu bukannya sih Riki? benarkan apa yang kita bicarakan selama ini, kalau dia memang ada hubungan sama sih Yona. Dasar lelaki b*****an", kata Sonya yang memang kelihatannya marah dan ingin segera menghampiri mereka. Aku hanya bisa diam melihat kejadian itu. Aku pun langsung berlari ke arah Dani, Zizi dan Ria dan langsung mencurahkan semua isi hatiku. Dani pun bingung dan langsung bertanya apa yang telah terjadi pada Sonya yang mengikutiku berlari.


"Sonya ada apa? kenapa dengan Lika? apa yang terjadi?", tanya Dani tanpa jeda.

__ADS_1


"Ka - kami baru saja melihat sih Riki bersama Yona disana sedng asik pacaran", jawab Sonya sambil terbata karena lelah mengejarku yang berlari secara tiba-tiba.


"Memang harus diberi pelajaran tu anak!", Dani langsung saja pergi menghampiri Riki dan Yona dan langsung menghajar Riki.


"Sudah, sudah! cukup Dani percuma kamu mengotori tanganmu dengan menghajar orang ini! tidak ada gunanya. Dan sekarang aku sudah tahu sifat kamu Rik! selama ini aku tuh percaya sama kamu, tapi kamu sekarang lebih memilih wanita ini. Sia-sia aku pertahankan hubungan kita, tenyata kamu itu cowok br******", kata ku dengan segala emosi yang ingin segera ku tumpahkan. Aku pun langsung menampar wajah Riki dan berlari ke arah mobil. Teman-teman yang lain pun segera mengikutiku dan kami langsung melanjutkan perjalanan kami.


Dalam perjalanan aku menangis dan mencurahkan semua perasaanku pada mereka. Menurutku memang hanya mereka yang mengerti dan memahamiku.


"Sekarang kita tidak perlu bukti lagi kan. Kamu sudah lihat sendiri dengan mata kepalamu sendiri Lik", kata Sonya yang sedikit kesal sebab waktu lalu aku tidak mempercayainya.


"Iya, ma- maafin aku yah yang sudah tidak percaya pada kalian. Ternyata Riki memang benar-benar laki-laki tidak tahu diri", jawabku sambil memeluk Sonya dan meminta maaf.

__ADS_1


"Sudah nangisnya! jangan menangisi orang seperti itu, airmatamu mahal Lika. Lebih baik kamu simpan airmatamu untuk bahagia pas kelulusan nanti he....", Dani membuyarkan suasana dan mencoba membuatku tertawa.


__ADS_2