
Sonya menjatuhkan kotak yang diberikan nenek. Tak sengaja surat yang ada didalamnya pun jatuh keluar dari dalam kotak.
"Ini surat apa Lik? surat cinta dari Dani ya? he...", ejek Sonya. Tapi sebelum Sonya mengambil kertas itu, aku segera mengambil surat dan kotak itu. Bukannya tidak ingin mereka membacanya, tapi aku saja belum sempat membuka isi surat tersebut. Jadi aku memilih untuk menyimpannya dulu, biar nantu aku dulu yang baca sendiri. Siapa tahu didalam surat itu ada pesan nenek yang hanya untukku saja.
Sontak saja mereka kaget, tapi mereka mengerti bahwa ada sesuatu yang tidak mungkin aku bicarakan pada mereka.
Tak terasa haru sudah menjelang sore, matahari sedikit lagi akan berpulang pada tempatnya. Mereka pun pamit untuk pulang, kecuali Dani.
"Pulang dulu yah, sudah sore", pamit mereka bersamaan.
"Iya, sampai ketemu besok disekolah. Sonya jangan lupa kabarin kalau udah mau pindah ke sini yah. Lebih cepat oebih bagus he...", balasku sampai mereka semua naik taksi online yang sudah dipesan.
"Aku juga mau pamit. Tapi sebelumnya aku mau tanya, sebenarnya surat itu dari siapa sih? kok kita nggak boleh tau sih", jelas Dani.
"Kamu curiga? kamu tau sendiri kan itu dari nenek. Aku mau biar aku dulu yang baca agar tau isi dari surat itu. Siapa tau ada sesuatu yang nenek tulis trus hanya untuk jadi rahasia aku dan nenek. Nanti kalau sudah selesai aku baca aku juga pasti beri tau kalian kok", aku menjawab kecurigaan Dani.
__ADS_1
"Oh yah sudah, aku pamit pulang dulu", pamit Dani.
"Iya, hati-hati dijalan sayang", balas ku singkat.
Setelah semua pulang, aku senditi dikostan. Aku pun sudah penasaran dengan isi surat yang nenek berikan. Aku berencana akan membacanya, tapi sebelum aku membacanya, Rafa datang.
"Hey, kamu ngapain?", tanya Rafa yang tiba-tiba sudah duduk diatas kasur.
"Yah ampun, kamu buat aku kaget aja. Kebiasaan kamu tuh datangnya tiba-tiba trus ngilang gitu aja. Ada apa?", jawabku ketus.
"Iya, kamu mau ngomong apa?"
"Tapi kamu jangan kaget yah, sebenarnya aku suka sama kamu", aku terkejut dengan perkataan Rafa.
"Aku mau ada disampingmu, walau aku tau kamu sama Dani. Tapi aku akan tetap ada disamping kamu. Kamu mau kan?", sambungnya.
__ADS_1
Aku terdiam, rasanya otakku membeku. Aku tidak bisa mencerna kata-kata Rafa, bukannya tidak mengerti tapi aku sangat shock saat mendengar penjelasan Rafa.
"Kamu nggak perlu jawab itu sekarang kok. Ini sudah malam, ayo cari makan dulu baru kamu istirahat. Kamu mau makan apa? nanti aku yang cariin", Rafa menyadarkan aku dari lamunan.
"Terserah kamu aja deh", aku hanya menjawab apa yang bisa aku katakan, sedari tadi aku masih tidak menyangka kalau Rafa akan bicara seperti itu.
Setelah beberapa menit, Rafa kembali membawa satu bungkus nasi goreng spesial dan sebotol minuman dingin.
"Ini makan dulu, habis makan langsung istirahat", Rafa menyodorkan bawaannya.
Aku segera memakannya dan setelah selesai, aku membereskan tempat makanku dan segera ke tempat tidur. Rafa pun duduk disampingku.
"Kamu istirahat aja, nanti kita ketemu besok lagi yah. Semoga kamu mimpi indah", ucap Rafa lalu pergi entah kemana.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak like dan coment 🙏😊😍