
Setelah pertemuan itu, Rafa sudah tidak pernah kagi datang dalam mimpiku. Dia datang dengan tiba-tiba, menghilang pun dengan cara yang tidak aku mengerti. Aku masih penasaran siapa sebenarnya Rafa. Mengapa dia datang dalam hidupku namun hanya dalam mimpi. Tapi mimpi saat dia datang terasa nyata.
ðĪðĪðĪ
Kegiatan kami telah selesai, dan kami juga sudah selesai dengan ujian akhir semester. Hari ini saatnya pengambilan hasil. Semua orang tua siswa datang untuk mengambil hasil belajar kami selama semester ini. Setelah selesai, aku memilih untuk tinggal beberapa hari dikostan. Orang tuaku pulang je kota asalku terlebih dahulu. Aku memilih tinggal karena ingin meluangkan waktu bersama para sahabatku, sebelum libur panjang menghampiri. Kebetulan tempat tinggalku yang paling jauh dari mereka.
Siang ini, aku sendirian dalam kamar kostanku. Aku berencana untuk beristirahat sebentar sebelum keluar malam bersama para sahabatku. Setelah mataku terpejam...
"Apa kamu rindu denganku?", tanya Rafa yang tiba-tiba sudah berada disampingku.
"Kamu kemana saja selama ini? Sudah seminggu kamu baru datang kesini?! Kamu ini sebenarnya siapa? Kenapa datang secara tiba-tiba dan menghilang begitu saja?", aku yang langsung menyuguhkan berbagai pertanyaan pada Rafa.
Rafa hanya tersenyum melihat tingkah jengkelku. Aku segera duduk menghadap jendela tanpa memandang wajah Rafa.
__ADS_1
"Aku tidak pergi kamana-mana. Aku selalu bersamamu. Aku hanya memberimu waktu untuk berpikir sejenak setelah mengetahui siapa aku", jelas Rafa yang tentu saja membuat aku bingung.
"Aku tahu namamu, tapi aku belum tahu kamu ini sebenarnya......", aku belum melanjutkan ucapanku, tiba-tiba saja Rafa menciumku.
Aku terdiam, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku. Sungguh, aku tidak menduga Rafa akan berbuat seperti ini. Aku sendiri bingung. Rafa begitu lembut memelukku. Untuk pertama kalinya ada yang mencium bibirku dengan lembut. Selama pacaran, aku belum melakukan hal itu. Hal besar yang paling biasa dilakukan pasti pipi atau keningku yang menerima kecupan.
Setelah itu, Rafa pamit pergi. Aku pun tersadar dalam tidurku. Aku merasa yang terjadi tadi itu nyata, bukan hanya dalam mimpi. Karena perlakuan Rafa itu begitu hangat. Bekas pelukannya pun masih terasa sampai saat ini.
Tiba-Tiba saja handphone ku berbunyi, mebuyarkan lamunanku. Ternyata itu pesan dari Dani.
ð Iya bee...
ð oke, jadi aku jemput kamu jam berapa? atau aku kesana sekarang aja yah, sekalian nongkrong berdua dulu sama kamu sebelum jalan berlima he.....ðĪ
__ADS_1
ð dasar kamu tuh... orang bilang nggak boleh berduan dikostan nnti yang ketiganya setan he...ðĪŠ
ð iya deh tuan putriku yang bawel... jadi janjian sama mereka jam berapa?
ð tadi kata Sonya kita janjian ketemu ditempat biasa jam 7 bee....
ð oke, masih ada waktu dong aku untuk main... kamu siap-siap deh yang cantik yah... kan biasanya cewek kalo dandan suka lama he.... by Lika sayang.... ðĨ°
ð dasar gombal.... iya semangat main gamenya yah... jangan terlambat jemput tuan putri ..... by Dani sayang ðĨ°
Setelah mengirim pesan ke Dani, aku bersiap-siap memilih baju yang nanti aku pakai. Waktu masih menunjukan pukul 17.15 WITA, masih banyak waktu. Aku tidak perlu terburu-buru untuk bersiap. Lagi pula aku orangnya simple, nggak doyan dandan seperti yang lainnya. Untung-untungan sudah pakai bedak sama lipteen. Aku nggak terlalu tahu untuk masalah dandan, jadi nggak terlalu repot kalau ada janji sama orang.
ðĪðĪðĪ
__ADS_1
Waktu sudah pukul setengah tujuh malam, Dani sudah tiba menjemputku. Sebelum berangkat, aku mengabari yang lainnya. Ternyata Zizi dan Ria baru saja sampai dan Sonya sudah dalam perjalanan, sebentar lagi akan sampai ditempat kami janjian untuk bertemu. Aku dan Dani pun segera menuju tempat janjian kami. Dani melajukan motornya, kebetulan malam ini tidak begitu macet. Kami pun menghabiskan sepanjang malam ini bersama.
bersambung......