
Pagi ini aku bangun dengan rasa gembira, seperti orang yang baru saja menang lotre. Aku segera bersiap dan dan langsung pergi ke sekolah. Sepanjang hari ini aku masih saja memikirkan apa yang aku mimpikan semalam. Aku berharap malam ini aku bisa bermimpi yang sama seperti semalam. Dan ternyata benar, malam ini aku tidur dan aku masih bermimpi dengan mimpi yang sama, tapi ini terasa seperti nyata.
🖤🖤🖤🖤
Sudah sebulan lebih aku bermimpi tentang hal yang begitu inda dan terasa nyata. Aku bermimpi bertemu dengan pria yang tampan dan mempesona. Semua wanita tertarik dengannya karena ketampanannya. Apalagi berasal dari orang berada dan terpandng dikotanya. Dia memiliki pribadi yang baik tidak seperti pria lainnya. Aku berharap ini semua menjadi nyata, tapi aku sadar ini hanya mimpi, hanya bisa aku temui saat aku tidur. Tapi mengapa terasa begitu nyata?
🖤🖤🖤🖤
Akhir tahun pun tiba. Seperti biasa ada kegiatan tahunan yang dibuat tiap angkatan sekolah. Seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan, kami mengikuti ujian semester. Akhirnya ujian telah selesai, persiapan kegiatan kami pun tinggal beberapa hari lagi. Jadi kami semua sibuk menyiapkan semua yang nanti akan kami gunakan. Kegiatan kami akan dilakukan selama 2 hari. Saat aku menyiapakan barang-barang yang akan digunakan, aku tiba-tiba teringat mimpiku selama sebulan ini. Mimpiku ini seakan nyata dan mengikuti alur ceritanya.
"Apa selama ini aku berakhayal? atau itu benar mimpi? rasanya begitu nyata saat dia disampingku. Dia begitu menjagaku. Aku harap ini bukan hanya sekedar mimpi. aku sudah.....", lamunanku seketika hilang ketika Dani datang dan duduk disampingku.
"Kamu lagi ngapain? jangan ngelamun siang bolong nanti kesambet", kata Dani yang mungkin dari tadi sudah melihatku hanya mengkhayal.
__ADS_1
"Makan yuk, dari tadi kan kita belum makan. Kamu tega lihat pacar kamu kelaparan?!", goda Dani dna mengajakku untuk makan.
"Hm, ayo cacing dalam perutku juga sudah mulai demo he....", lanjutku yang memang sudah lapar seperti Dani.
Sehabis makan, Dani tiba-tiba bertanya hal yang serius.
"Lika, aku mau tanya sesuatu. Apa nanti kamu marah nggak?", tanya Dani dengan tatapan serius.
"Nanya apaan sih?", jawabku tanpa menanggapi tatapannya.
Aku pun langsung saja menatapnya. Aku sedikit terkejut karena Dani menatapku dengan serius, seperti ada hal penting yang ingin dia sampaikan.
"Kamu serius kan denganku? sebentar lagi kita lulus sekolah. Kamu pasti akan lanjut kuliah. Sedangkan aku, tidak tahu akan lanjut atau nanti langsung bekerja. Aku takut nanti kalau kita sudah sibuk masing-masing....", Dani tidak melanjutkan ucapannya.
"Apaan sih sayang, sudahlah. Jangan seperti cewek gitu. Kamu maunya gimana? kita langsung nikah aja?", lanjutku yang tak tega meliha Dani seperti itu.
__ADS_1
"Aku hanya takut kehilagan kamu Lika. Bagiku kamu yang terakhir dalam hidupku", Dani kelihatan lebih serius, tidak seperti biasanya.
"Iya, aku juga takut kehilangan kamu Dani. Aku ingin kamu yang terakhir, dan yang nanti akan menemaniku sampai.....ah sudahlah ayo balik, yang lain mungkin sudah menunggu kita", ajakku tanpa menyelesaikan ucapanku.
"Setelah lulus nanti aku akan ke rumahmu bertemu orang tuamu!!", ucap Dani dan menarik tanganku saat aku berdiri.
Aku hanya tersenyum dan menggenggam balik tangannya sambil menarik agar kita berdua cepat balik ke sekolah.
Malam minggu ini, aku ada rencana bersama ketiga sahabatku. Kenapa tiga? yah, karena satunya sekarang pacarku. Kami berencana untuk ngumpul bareng. Setelah sekolah dan ada kegiatan, kami sudah jarang kumpul bersama lama-lama.
Masih ada waktu 2 jam lagi, aku masih bisa beristirahat sebentar. Kami janjiannya jam 8 dan ini baru jam 5 sore. Jadi aku memutuskan untuk beristirahat selama 2 jam dan 1 jam sisanya untuk bersiap-siap. Jadi aku sudah mamasang alarm dihandphone ku.
Sebelum mataku terpejam sepenuhnya, aku teringat wajah yang selalu datang disetiap malamku. Akhirnya aku pun tertidur.
"AKU MENYAYANGIMU LIKA CHRISTALINE"
__ADS_1
*bersambung.....