
Sepulang sekolah kami berlima janjian bertemu didekat kantin untuk membicarakan rencana kami pergi ke turnamen basket.
"Jadi bagaimana gengs jam berapa kita berangkat dan dimana kita bertemu!?" tanya Sonya.
"Turnamennya kan jam 4 jadi kita kumpulnya jam 3 dicafe dekat Gor, oke!?", usulku agar dekat dengan Gor dan tidak terjebak macet.
"Oke, Ria nanti barengan yah kan kita searah, nunggunya dilampu merah aja nnti aku kabarin" kata Zizi.
"Baiklah kalau begitu, kalau kamu Dani bagaimana!?" tanyaku pada Dani yang selalu sibuk dengan gedget nya.
"Aku naik motor, nantu aku jemput kamu Lik kan nanti aku lewat depan kost kamu", jawab Dani sambil menyimpan gedget nya.
"Oke, sekarang kan sudah jam 2 jadi kita pulang siap-siap dan bertemu jam 3 dicafe, bye". pamit Sonya. Kebetulan rumah Sonya yang paling jauh.
__ADS_1
Aku pun segera pulang ke kost untuk bersiap. Sesampai dikost aku pun mengabari Riki apa dia mau pergi atau tidak.
"Halo.….", Riki menjawab telponku.
"Halo, Rik kamu pergi nonton turnamen apa nggak!? soalnya aku sama teman-teman mau pergi. Kalau memang kamu mau nonton kita bisa bareng disana." tanyaku pada Riki.
"Oh iya tim sekolahmu main yah!? tapi maaf kayaknya aku nggak bisa soalnya sebentar aku ada latihan sama timku, kan lusa tim sekolahku yang mau main." kata Riki menjawab pertanyaanku.
"Iya nggak masalah, kan kalian udah sahabatan sejak awal masuk sekolah. sudah dulu yah aku mau siap-siap untuk latihan!", pamit Riki dan segera menutup telponnya.
Setelah mengabari Riki aku pun langsung bersiap agar tidak terlalu lama saat Dani datang.
Tttiiiitttt....tttiiiiitttt
__ADS_1
Suara motor Dani sudah tiba didepan kostku. Untung saja aku sudah siap dan langsung keluar. Takut Dani kesel telalu lama menunggu dan membunyikan klasonya yang membuat telinga sakit.
"Tumben kamu cepet siap-siapnya!? biasanya aku harus nunggu lama sampai harus membunyikan klason berulang kali" kata Dani sambil cengingisan.
"Yeee tadi aku tuh sampai kost langsung siap-sia, aku kan ontime orangnya he...", jawabku dan langsung naik ke motor.
Kami pun segera pergi ke cafe tempat kami janjian, disana sudah ada Zizi dan Ria. Kami pun langsung memesan cemilan agar tidak bosan menunggu Sonya. Setelah beberapa menit cemilan yang kami pesan pun tiba berbarengan dengan Sonya.
"Haiii, sudah lama menunggu?" ucap Sonya yang baru saja masuk ke dalam cafe.
"Lumayan sekitar 20 menitan. Tumben kamu cepet nyampenya, biasa juga setengah jam lebih kami menunggu!?" semprot Zizi pada Sonya. Yah karena memang biasanya kami menunggu Sonya setengah jam karena rumahnya yang paling jauh.
"Iya, papaku memberi isin untuk bawah motor biar hemat ongkos he..." canda Sonya membuat kami semua ikut tertawa.
__ADS_1