
Sebelum kami melanjutkan perjalanan kembali ke kostanku, aku dan Dani mampir ke rumah nenek dahulu untuk pamit.
"Nek, aku pamit balik ke kostan. Minggu depan sudah masuk sekolah. Ini sudah dijemput Dani, biar papa nggak capek anterin aku", aku berpamitan dengan nenek.
"Iya sayang, kalian hati-hati dijalan yah", balas nenek.
"Iya, kami pergi dulu yah nek", aku pun kembali mengucap salam pamit pada nenek dan langsung menuju mobil.
"Lika, tunggu dulu. Kemarilah sebentar, ada yang akan nenek berikan padamu", panggil nenek sebelum aku membuka pintu mobil.
"Ini buat kamu pegang selama jauh dari sini. Jangan sampai hilang yah. Simpan dengan baik dan ingat selalu berdoa dan beribadah. Dan juga ingat, selalu mengucap syukur apapun yang kamu terima dan yang kamu alami.", ucap nenek lagi sambil memberiku sebuah kotak kecil.
"Ini apa nek?", tanyaku yang penasaran dengan isi dikotak itu.
"Sudahlah, nanti kamu akan tau sendiri. Sudah sana nanti kelamaan bicaranya, kasian Dani sudah menunggumu dimobil.", jawab nenek.
"Iya nek, aku pamit yah", aku pun segera naik ke mobil.
__ADS_1
"Kami permisi nek", pamit Dani setelah mngundurkan mobil dari halaman rumah nenek.
🍃🍃🍃
Kami pun melanjutkan perjalanan kami. Dalam perjalanan tiba-tiba seperti ada yang berbisik dari belakangku. Dan ternyata itu Rafa.
"Nanti kita akan bertemu saat kamu sudah sampai dikostan ", ucap Rafa.
Namun ketika aku menghadap ke belakang, aku tidak menemukan siapun disana. Dani pun bingung melihat sikapku.
"Kamu kenapa? Ada yang ketinggalan?", tanya Dani.
Perjalanan kami masih 1 jam lagi baru tiba ditempat kostanku. Aku dan dan memilih untuk mampir ke tempat makan untuk makan siang. Setelah sampai ditempat makan kami pun segera mencari tempat duduk dan memesan makanan. Setelah memesan kami menunggu untuk disajikan. Dani pun bertanya apa yang nenek berikan sewaktu kita akan berangkat tadi.
"Sayang, kotak tadi isinya apa yang nenek berikan?", tanya Dani.
"Aku juga belum tahu, aku belum sempat membukanya", jawabku. Aku pun memang belum tahu isi dari kotak itu apa. Karena pesan nenek nanti saja dibuka saat aku sudah sampai dikostan.
__ADS_1
Akhirnya makanan pun tiba. Kami segera melahap makanan yang ada. Maklum sejak tadi dirumah kami hanya minum segelas teh dan kue buatan nenek. Setelah makan, kami memutuskan untuk melanjutkan perjanan kami. Dalam sisa perjalanan ini, aku tertidur. Aku pun dibangunkan Dani ketika sudah sampai dikostanku.
"Sayang bangun, kita sudah sampai nih", panggil Dani saat sudah memarkirkan mobil ditempat parkir kostan.
"Ternyata kalau tidur tidak terasa yah sayang kalau sudah sampai he...", ucapku sedikit mengejek Dani.
"Iyalah, kamu kan tidur aku yang capek nyetir", balas Dani sedikit cemberut.
"Oh caoek yah, yah sudah kalau berikut nanti jangan jemout aku lagi. Kan jauh, kasian nanti kamu capek", aku pun berakting seakan aku merajuk dengan perkataan Dani.
"Bukan begitu sayang, apa sih yang nggak buat kamu", rayu Dani. Dia pikir aku benar merajuk. "Sudah nggak usah dilanjutin merajuknya. Ayo kita turunin barang-barang ini trus nanti kita ke rumahku. Atau kamu mau istirahat dikostan aja?", ajak Dani.
"Kita istirahat disini aja sayang, kamu kan capek nyetir. Kamu istirahat dulu, biar nanti aku yang beresin barang-barang ini. Nanti selesai berberes aku ngabarin yang lain, biar nanti malam kita meetup bareng. Kan udah hampir sebulan kita nggak ketemuan", ujarku sambil membereskan barang-barang yang baru diturunkan dari mobil.
Dani pun tertidur. Selesai berberes aku teringat dengan kotak yang nenek berikan. Aku segera mencari kotak itu karena sangat penasaran apa yang ada didalam kotak tersebut.
Ketika aku membuka kotak tersebut, ternyata....
__ADS_1
bersambung.....