
Dan kami pun tiba didepn rumah Riki. Disana aku lebih memilih untuk menunggu diluar saja dan biar Sonya yang akan ikut masuk dengan yang lainnya. Mereka pun masuk ke dalam, aku yang menunggu diluar memilih duduk dibawah pohon besar samping rumah itu. Tak sengaja aku memandang ke arah jendela rumah Riki. Dalam pandanganku, aku melihat Riki dan seorang perempuan yang sudah pastu itu Yona.
"Mereka kok sudah sedekat itu? apa hubungan mereka memang sudah terjalin sejak aku masih bersama Riki? kan aku dan Riki baru sebulan putusnya. Setahuku Riki tidak membawa pasangannya jika belum menjalin hubungan lama, apa lagi hubungan mereka masih awal. Atau ini mungkin beberapa bulan lalu sikap Riki sudah mulai berubah karena sudah ada Yona?"
Aku yang masih duduk dan membahtin, tersadar karena mereka sudah keluar daari rumah Riki.
"Kayaknya kegiatan kita sampai sini aja dulu yah nanti kita teruskan besok", aku memutuskan tidak melanjutkan kegiatan pencarian dana saat itu.
"Oke, jadi kami sekarag bisa pulang?", tanya teman yang lain.
"Jadi yang ingin pulang silahkan", lanjut Dani.
Setelah selesai pencarian dana aku dan yang lainnya memutuskan untuk ke tempat makan. Yang tersisa aku, Dani dan Sonya.
"Ayo kita makam dirumah makam depan perumahan", ajak Sonya. Kebetulan rumah Sonya jalurnya lewat jalan raya depan perumahan.
"Iya aku sudah lapar", sambungku dan langsung mengajak Dani dan Sonya.
Kami pun tiba ditempat makna yang kami tuju. Setelah memasan, Dani pamit sebentar ke toilet.
__ADS_1
"Aku tahu kenapa kamu tidak masuk dirumah yang terakhir itu", bisik Sonya.
"Kenapa? aku tadi hanya capek ingin duduk sjaa", jawabku
"Kamu nggak ikut masuk karena itu rumah Riki kan? aku melihatnya Lik, karena Riki yang keluar saat kami dirumah itu. Aku juga melihat ada Yona disana", jelas Sonya.
Pembicaraan kami pun terhenti karena Dani sudah kembali dari toilet. Setelah selesai makan kami pun langsung pulang. Sonya langsung mengarah pulang kerumahnya, sedangkan aku dan Dani masih ada keperluan membeli barang-barang yang akan dibutuhkan untuk pencarian dana berikutnya.
Dalam perjalanan, tak sengaja aku melihat Riki dan Yona lewat didepan mobil kami. Aku terdiam dan mencoba menganggap itu biasa saja karena kau tak enak hati pada Dani. Memang selama ini jujur aku masih belum bisa melupakan seutuhnya semua tentang Riki. Dani pun yang melihatnya langsung melihatku, dia menepikan mobilnya dan bertanya padaku.
"Apa kamu masih kepikiran sama Riki?", tanya Dani
"Aku sudah melupakannya Dan, hanya saja aku masih sedikit teringat tentang bagaimana dulu aku melewati hari-hariku", jawabku
"Nggak apa-apa kalau kamu masih memikirkan dia Lik, hanya saja aku tidak mau kamu terus-terusan memikirkan orang yang membuat kamu terluka apalagi sampai kamu sedih seperti ini", lanjut Dani.
"Maafin aku yah Dan", aku meminta maaf pada Dani.
__ADS_1
\(*Dikostan*\)
Dani mengantarku pulang setelah selesai membeli perlengkapan yang kami butuhkan.
"Terima kasih yah...", ucapku sebelum Dani pergi
"Iya sama\-sama nona manisku, besok nanti aku jemput kita ke sekolah barengan", goda Dani dan langsung pamit pulang.
Setiba didalma kamar aku langsung membersihkam diri dan langsung beristirahat karena kelelahan setelah melakukan kegiatan seharian ini. Sebelum naik ke tempat tidur aku memeriksa apa besok ada tugas disekolah atau tidak.Ternyata besok itu semua pelajaran tidak ada tugas, aku pun langsung saja merebahkan tubuhku diatas kasur dan langsung menarik selimut untuk bersiap untuk masuk ke dalam alam mimpi. Tapi sebelum aku menutup mata, terlintas dipikiranku wajah yang begitu tampan dan mempesona. Tapi wajah itu tidak mirip dengna Dani maupun Riki. Aku terus memikirkan wajah itu hingga akhirnya aku pun tertidur nyenyak malam ini. Malam\-malam sebelumnya aku selalu susah untuk memejamkan mata, tapi malam ini begitu mudah dan langsung saja terbuai dama mimpi.
__ADS_1
*bersambung*.....