
Hampir 3 bulan kami lalui dengan ielas tambahan, tinggal 2 minggu lagi akan memasuki masa ujian akhir.
Selama ini, aku selalu ditemani Rafa karena aku jarang keluar. Kalau pun keluar pasti hanya sekedar diajak makan sama Dani. Aku, Dani dan yang lainnya memang ingin fokus dulu untuk ujian nanti. Kami hanya bertemu disekolah dan berkumpul sepulang sekolah, itu pun hanya sekedar saling curhat dan tidak lama.
Selama ditemani Rafa, aku merasa biasa saja. Tapi aku selalu kepikiran kenapa Rafa selalu mencari alasan agar aku sibuk dan tidak mengingat tentang surat yang nenek sempat berikan padaku.
Malam ini, aku berencana untuk membaca surat yang nenek berikan. Aku segera mencari dimana aku menyimpan surat itu.
"Dimana yah aku menyimpan surat itu? perasaan tidak pernah aku keluarkan dari dalam kotak", keluhku karena tidak menemukan surat itu.
Setelah beberapa lama aku mencari, aku tidak menemukan surat itu. Aku memutuskan untuk mencarinya lagi besok.
"Ah sudahlah, biar nanti aku cari lagi besok", gumamku. Kemudian aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat aku keluar dari kamar mandi, aku terkejut ternyata sudah ada Rafa yang duduk diatas tempat tidurku.
__ADS_1
"yah ampun, untung saja aku nggak punya riwayat penyakit jantung. Kalau tidak pasti aku sudah dilarikan ke rumah sakit", keluhku pada Rafa. Sudah menjadi kebiasaan Raglfa, datang secara tiba-tiba dan nanti akan pergi tanpa pamit.
"hahahaha....kamu lucu kalau kaget sepertu itu", jawab Rafa santai.
"Ada perlu apa kamu? mau curhat lagi?", tanyaku. Sebab sudah hampir seminggu Rafa datang hanya untuj sekedar curhat saja.
"nggak kok, aku pengen aja bareng kamu. kamu laper nggak? dari tadi kamu belum makan kan?", tebak Rafa. Menang benar dari tadi aku sibuk mencari surat dari nenek sampai lupa makan.
"Iya, tapi jam begini mana ada tempt makan buka dekat sini. Ada tapi jauh, males aku klaa keluar larut begini", jawabku. Memang ditempat kostanku, warung makan hanya buka sampai jam 8 malam saja. Warung makan yang buka 24 jam jauh dari tempat kostku.
"Aku mau makan nasi goreng aja. Sama minumnya beli aja diminimarket yah seperti biasa", jawabku sambil tersenyum. Aku memang sering dibelikan makanan oleh Rafa kalau laru begini. Selain malas untuk keluar, aku juga tidak perlu mengeluarkan uang, anggap saja menghemat kan anak kost-kostan he...
"oke, sebentar. Jangan dulu tidur, tunggu sampai aku kembali. oke", ucap Rafa kemudian langsung pergi.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Rafa datang membawa pesananku dan juga ada beberapa cemilan yang dibelinya.
"Kamu kok beli sebanyak ini sih? emang kamu pikir aku makan sebanyak ini?", protesku saat melihat Rafa membawa sekantong penuh cemilan.
"kan kalau nggak dimakan bisa disimpan babe. kamu ini cantik-cantik tapi lama loadingnya yah he...", canda Rafa lagu segera menyiapkan makanan untukku.
"Yah kali aja kamu nyuruh aku habisin sekaligus he...", aku pun tak mau kalah.
"Sudah makan dulu jangan banyak ngomong",
Aku segera memakan nasi goreng yang dibawakan Rafa. Selesai makan, aku ingin bertanya pada Rafa apa dia melihat surat yang aku simpan.
"Oh iya, aku mau nanya. Apa kamu....", aku belum sempat bertanya Rafa sudah memotongnya.
__ADS_1
"besok kamu sibuk nggak? aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat", ajak Rafa.