Tentang Aku Dan "Dia"

Tentang Aku Dan "Dia"
Nenek


__ADS_3

Pagi ini, seperti biasa aku menjalani kehidupan seperti biasa. Sebelum aku berangkat, Rafa datang menghampiriku.


"Selamat pagi manis....", sapanya.


"Pagi juga, tumben pagi-pagi sudah nongol?", balasku.


"Kangen aja, sebentar kita jalan yuk".


"Yah aku ada tambahan pelajaran, kan sebentar lagi aku ujian".


"Oh yah sudah, semangat belajarnya yah biar dapat nilai yang bagus", ucapnya lagu pergi.

__ADS_1


Aku segera menuju ke sekolah. Seperti biasa Dani sudah tiba lebih dilu dan menungguku didepan gerbang sekolah. Hari ini semua berjalan seperti biasa. Pulang sekolah kami masih asik duduk dipondok taman sekolah. Sampai sekolah sepi akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Sudah menjadi tradisi kami untuk duduk bercerita dipondok taman sekolah kalau tidak punya jadwal jalan-jalan. Selain sejuk, disitu juga tenang dan kami tidak perlu jauh-jauh untuk sekedar bercerita kalau tidak ingin kemana-mana.


Hari ini, kami tidak berkumpul seperti biasa. Alasannya mungkin karena sudah masuk masa-masa ujian, ditambah lagi ada pelajaran tambahan setiap pulang sekolah. Agar semua bisa istirahat dengan baik, kami memutuskan agar acara ngumpul bersama ditunda selama masa ini berakhir dan nanti ngumpul bersama kembali setelah ujian usai.


Selama ada jam tambahan sepulang sekolah, kami jarang berkumpul. Dani pun jarang main kesini, aku menyuruhnya untuk tetap dirumah dan belajar, tapi kita tetap saling memberi kabar. Selama aku hanya beraktivitas dikostan nda tidak kemana-mana, aki selalu ditemani Rafa. Dari sepulang sekolah sampai nanti aku tidur Rafa selalu bersamaku. Siang ini sepulang sekolah, aku menerima telepon dari nenek.


📲 "hallo sayang", suara nenek ditelepon.


📲"hallo nek...", balasku.


📲 "iya nek, ini juga baru nyampe dikostan",

__ADS_1


📲 "ohiya, ada yang ingin nenek tanyakan", tiba-tiba saja nenek dengan nada serius.


📲 "apa nek?", aku pun penasaran apa yang ingin nenek tanyakan.


*tuut...tuutt..*


Tiba-tiba saja sambungan telepon mati.


"mungkin pulsa nenek habis. sebentar saja aku baru beli paket teleponnya, baru nanti aku yang telpon nenek balik", bathinku.


Aku pun beristirahat sebebtar, sebelum nanti aku buat tugas. Sebelum aku memejamkan mata Rafa sudah ada disamping tempat tidur.

__ADS_1


"Hei, telpon dari siapa tadi? kok rupanya penting banget?", tanya Rafa.


"Oh itu dari nenek, aku juga nggak tau nenek mau ngomong apa soalnya belum sempat bicara telponnya terputus.", jawabku.


__ADS_2