Tentangku...

Tentangku...
Episode 11


__ADS_3

Hari ini aku benar-benar lelah karena apa yang terjadi hari ini bukan hanya menyakitiku tapi juga mama bahkan keluarga Hans . Aku masih tidak percaya wanita secantik Calista bisa mengucapkan kata-kata yang kasar seperti itu . Tetapi bagi Hans itu bukan kata-kata melainkan penghinaan yang benar-benar menyakiti hati Hans juga keluarganya . Akhirnya aku pun masuk ke dalam kamarku dan mandi untuk menyegarkan diri setelah itu istirahat sebentar . Tetapi saat aku mau mandi Hans mengetuk pintuku dan memanggilku .


" Sayang , boleh aku masuk? aku mau bicara sebentar sama kamu . "


" Oh iya masuk aja Hans , pintunya nggak aku kunci kok . " . Hans pun masuk ke dalam kamarku .


" Ada apa Hans ? " tanyaku .


" Kamu gakpapa kan? aku takut kata-kata Calista membuat suasana hatimu buruk . Aku gak nyangka Calista berani berkata seperti itu kepadamu . Aku akan membuat perhitungan dengan dia ! " . Hans terlihat marah saat itu , tetapi aku juga tidak mau Hans berbuat yang tidak-tidak karena kemarahannya .


" Sudahlah Hans , aku sudah tidak terlalu memikirkannya . Kamu jangan berbuat yang aneh-aneh ya . Lebih baik kamu fokus sama perusahaan kamu , lagian aku juga habis ini mau ujian jadi aku lebih memfokusakn fikiranku ke ujian . Kamu faham kan Hans maksudku? " . Sebenarnya yang aku fikirkan bukan sekedar ujian tetapi fikiran Hans , aku takut Hans tidak bisa fokus ke perusahaannya hanya karena Calista .

__ADS_1


" Iyadeh iya aku janji gak bakalan berbuat aneh-aneh . Aku kan nurut sama kamu . Yaudah kamu mandi gih terus turun , kita mau makan malem bareng-bareng . Habis itu kamu bisa fokus belajar . "


" Iya aku mandi dulu ya . Nanti habis mandi aku langsung turun . " . Hans pun beranjak dari tempat tidurku dan berjalan keluar . Tapi sebelum dia keluar dia menghampiriku dan mencium keningku . Seketika aku menjadi deg-degan dan langsung berlari ke kamar mandi . Aku mendengar Hans tertawa kecil sembari menutup pintu kamarku . Setelah aku mandi langsung turun ke bawah untuk makan malam bersama mereka . Tampak dari atas mereka sudah berkumpul dan tinggal aku yang belum hadir disana . Aku merasakan keluarga yang benar-benar sangat utuh . Aku berharap semoga kita bisa setiap hari seperti ini .


Akhirnya hari ujian pun tiba . Saat aku dan Hans berangkat ke sekolahku tiba-tiba keluarga Calista datang ke rumah Hans . Mereka tampak seperti orang yang sedang emosi . Muka mereka terlihat menyeramkan dan matanya membuatku seolah ingin pingsan . Tetapi mama Hans bilang tidak usah menghiraukan mereka dan menyuruhku tetap berangkat sekolah dengan Hans . Aku dan Hans pun berangkat melewati mereka yang seperti ingin menelanku , tetapi Hans menggenggam erat tanganku dan mengisyaratkan bahwa aku tidak perlu khawatir . Aku dan Hans pun masuk mobil dan berangkat . Aku sedikit khawatir karena tidak adanya aku dan Hans dirumah aku takut keluarga Calista akan melakukan sesuatu yang melebihi batas bahkan membahayakan keluarga . Sebenarnya aku tidak ingin sekolah tetapi karena hari ini ujian jadi mau tidak mau aku harus fokus ke ujianku dan tidak memikirkan hal yang lainnya sampai ujianku selesai .


Tidak lama aku pun sampai di sekolah . Sebelum keluar dari mobil Hans menyemangatiku agar aku bisa mengerjakan ujian dengan lancar .


" Iya Hans makasih . Iya nanti kalau aku udah pulang aku hubungin kamu . Yaudah aku masuk dulu ya . Kamu juga cepet ke kantor gih udah jam segini . "


" kamu lupa ya? yang punya kantor kan aku? ngapain aku harus cepet-cepet datengnya . Kayak karyawan magang aja hehe . " . Aku baru sadar setelah Hans bicara seperti itu . Aku lupa kalau Hans adalah pemilik kantornya . Aku pun akhirnya keluar mobil dan masuk ke dalam sekolahku . Saat aku masuk ke dalam kelasku , ada 1 siswa yang sepertinya dia sangat familiar dimataku . Entah dimana aku melihatnya tapi aku bener-bener ngerasa kalau wajah dia mengingatkan aku tentang seseorang . Saat aku tanya siapa namanya , ternyata nama dia adalah Clarisa . Dia adalah adik kelasku . Aku pun berjalan menuju mejaku . Tetapi saat aku sedang belajar aku tidak sengaja mendengar perbincangan Clarisa dengan teman-temannya , aku mendengar dia menyebut nama Calista . Kagetnya aku saat aku tahu ternyata dia adalah adik kandung Calista . Tidak heran kalau aku sangat familiar dengan wajahnya .

__ADS_1


Ujian pun sudah selesai dan aku pun bersiap-siap untuk pulang . Tetapi saat aku keluar dari sekolah aku melihat Hans sedang berbincang dengan seorang gadis yang tidak lain adalah Clarisa . Mereka tampak serius saat berbincang . Aku pun menghampiri Hans dan menyapanya . Aku juga menyapa Clarisa tetapi dia malah marah dan meneriaki aku sebagai orang ketiga .


" Clarisa kenal sama Hans ? "


" Kamu jangan berlagak sok baik ya! kamu itu orang ketiga! kamu merusak hubungan kak Hans dengan kakakku! dasar tidak tahu malu! " .


" Maaf Clarisa . Tapi sebelum Hans bertemu dengan kakakmu dia sudah lebih dulu menjalin hubungan denganku . Jadi yang seharusnya disebut orang ketiga adalah kakakmu . " . Setelah mendengar perkataanku dia semakin menjadi-jadi marahnya . Akhirnya Hans pun menjelaskan semuanya kepada Clarisa dan untungnya dia pun mengerti .


" Clarisa , dengarkan kakak . Kakak dan Anya sudah lebih dulu menjalin hubungan sebelum aku bertemu dengan kakakmu . Kita sudah menjalani hubungan selama bertahun-tahun . Itu sebabnya aku tidak mau menikah dengan kakakmu karena aku tidak mau memberi harapan palsu untuk Calista . Kakak harap kamu mengerti ris . Kamu akan tetap jadi adikku meskipun aku tidak menikah dengan kakakmu . Kakak juga berharap Calista akan menemukan lelaki yang lebih baik dari kakak . " . Setelah mendengar penjelasan Hans Clarisa pun meminta maaf padaku .


" Maaf kak , aku tidak tahu kalau kalian sudah lebih dulu menjalin hubungan . Aku akan berbicara dengan kakakku agar dia tidak mengganggu hubungan kalian lagi . "

__ADS_1


" Sudahlah tidak apa-apa . Kakak tidak menyalahkanmu karena kamu memang belum tahu kebenarannya . Kelak jangan berbicara sekasar itu lagi ya ? kamu sudah kakak anggap sebagai adikku . Kelak jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa bilang ke kakak atau kak Hans . Oke ? " . Aku pun memeluknya seperti aku memeluk adikku sendiri .


__ADS_2