Tentangku...

Tentangku...
Episode 9


__ADS_3

Tidak terasa hari sudah semakin petang tetapi tidak ada satupun yang membangunkanku . Aku berencana untuk cuci muka sebentar kemudian turun untuk meminta Hans mengantarku pulang . Tetapi saat aku hendak turun aku mendengar Hans sedang berbicara dengan seseorang di telepon . Aku sedikit mendengar pembicaraan Hans dengan orang yang sedang dia telepon . Aku sedikit terkejut karena seperti meminta seseorang untuk menjagaku . Aku tidak ingin mengganggu Hans yang sedang mengobrol akhirnya aku turun ke bawah untuk mencari mama Hans . Tetapi sepertinya tidak ada seorang pun dirumah . Aku heran keman perginya mereka . Akhirnya aku naik lagi ke atas untuk memanggil Hans tetapi Hans sudah turun dari lantai atas .


" Hans , kemana keluargamu? kok tadi nggak ada yang bangunin aku tidur? Aku kan jadi gaenak sama keluargamu . "


" Oh mereka lagi ada perjamuan makan di hotel , teman mamaku anaknya lagi tunangan jadi sekeluarga kesana semua untuk memberi selamat . Kenapa? kok kamu udah bangun? katanya tadi capek . Tidur lagi sana lagian sekarang masih jam 6 sore , nanti kalau mama pulang baru kamu aku antar pulang . Soalnya mama pesan kalau kamu gak boleh pulang dulu . Kamu disini dulu ya? mau kan? . " Hans seperti sedang memohon padaku , dan akhirnya aku pun setuju .


" Yaudah deh , aku juga gak enak kalau pulang gak pamit sama mama . Oh ya kamu tadi bicara sama siap di telepon? kok aku kayak denger kamu lagi nyuruh orang buat lindungin aku? emang ada apa? " tanyaku pada Hans karena aku penasaran .


" Sebenarnya aku nggak mau nyembunyiin ini semua dari kamu . Aku nyuruh beberapa teman aku buat jagain kamu karena aku takut Calista akan berbuat yang enggak-enggak sama kamu . Aku khawatir karena aku tahu gimana liciknya Calista . Calista itu tipe wanita yang egois , apa yang dia mau gimanapun harus jadi milik dia . Mangkannya aku suruh beberapa temanku untuk jagain kamu . " . Setelah mendengar penjelasan Hans aku sedikit kaget karena aku tidak menyangka Calista akan memilik fikiran licik seperti itu . Tetapi aku senang karena Hans benar-benar menjagaku dengann penuh kasih sayang .


" Makasih ya .. Kamu sampai harus bela-belain nyari orang buat jagain aku . " . Tanpa sadar aku mendekati Hans dan memeluknya seperti layaknya kekasih sungguhan .

__ADS_1


" Harusnya aku yang bilang , aku minta maaf karena kamu harus terlibat dengan semua ini . Aku takut kalau Calista tiba-tiba bikin ulah sama kamu . Mangkannya sebelum Calista berbuat yang enggak-enggak lebih baik aku bikin penjagaan dulu buat kamu . "


Setelah beberapa saat aku dan Hans berbincang akhirnya keluarga Hans pulang . Mama yang saat itu melihatku langsung mendekat dan memelukku . Aku heran tetapi juga senang karena merek benar-benar menganggapku sebagai bagian dari keluarga mereka .


" Sini Anya , mama mau ngobrol penting sama kamu . " . Mama Hans mengajakku masuk ke dalam kamarnya . Aku sedikit bingung kenapa mama hanya mengajakku mengobrol di kamar mama .


" Anya tahu kan Calista ? wanita yang tadi debat sama kamu ? "


" Jadi gini , mama sama keluarga udah rundingan , mama mau minta kamu buat tinggal disini sementara . Mama cuma takut Calista bakalan nekat nyariin kamu . Calista itu wanita licik , mama takut kamu kenapa-kenapa . Mangkannya mama ajak kamu buat tinggal disini sementara , biar Hans dan keluarga bisa jagain kamu dari wanita licik itu . " . Aku kanget mendengar penjelasan mama , karena kalau aku tinggal disini pasti mamaku bakal sendirian dirumah dan aku bahkan mikir gimana kalau Calista melukai mama ? aku gak bisa bayangin gimana jadinya .


" Sebenernya Anya mau-mau aja ma , tapi mama Anya dirumah sendirian . Anya takut kalau Calista bakalan nekat dan berbuat jahat ke mama Anya . " jawabku sambil menangis .

__ADS_1


" Anya gak usah khawatir . Mama udah nyuruh supir buat jemput mama kamu . Kamu bakal tinggal disini sama mama kamu . Jadi kamu gak bakal khawatir lagi sama mama kamu . " . Ternyata mama Hans sudah membuat rencana yang benar-benar diluar dugaan . Tidak lama setelah itu supir yang diutus mama untuk menjemput mamaku akhirnya datang . Dan saat Hans membuka pintu ternyata mamaku sudah datang bersama dengan supir yang dikirim mama untuk menjemput mamaku .


" Mama .... " aku berlari sambil memeluk erat mamaku .


" Iya sayang . Mama disini . Kamu gak perlu khawatir . Mama udah tahu semua ceritanya dari mama Hans . Mama bakalan tinggal disini sama kamu . Mama juga pengen lebih dekat dengan keluarga Hans terutama calon menantu mama hehe .. " . Melihat mama mencoba menghiburku membuat hatiku lebih tenang . Aku pun menghampiri mama Hans dan memeluknya ,


" Makasih ma . Makasih udah izinin mamaku tinggal disini . Kalian berdua adalah mama yang paling terbaik yang aku miliki . Terimakasih ma . " Tidak terasa air mataku mengalir dengan sangat deras melihat perjuangan keluarga Hans yang melindungiku dan mamaku .


" Iya sayang sama-sama . Kita kan satu keluarga . Mama kamu juga keluarga mama sekarang . Kita bakalan lawan Calista bareng-bareng . Kamu gak perlu mikir yang aneh-aneh . Ingat , keluarga kita bakalan sepenuhnya melindungi kamu dan mama kamu . Udah jangan nangis . Hans nanti sedih loh kamu lihat kamu nangis . Itu Hans nya udah mulai sedih , kamu samperin dia gih . " . Setelah mendengar mama berkata seperti itu tanpa fikir panjang aku pun menghampiri Hans dan memeluknya dengat sangat erat . Pelukan Hans yang mampu membuatku begitu nyaman hingga tak ingin melepaskannya .


" Makasih Hans . Makasih karena kamu begitu berjuang demi aku dan mamaku . Aku tidak akan pernah menyesal karena sudah mengenalmu . Aku bahkan pengen cepet-cepet lulus terus nikah sama kamu . " . Semua keluarga Hans pun tertawa mendengar perkataanku yang sedikit tidak jelas tadi . Tetapi kata-kata yang aku ucapkan adalah serius . Aku gak mau pisah dari Hans .

__ADS_1


Tidak lama setelah itu mama Hans mengajakku dan mama ke kamar tidur yang aku aku tempati . Ternyata kamarku dan kamar Hans bersebelahan . Agar jika ada apa-apa Hans akan lebih dulu mendengarnya .


__ADS_2