Tentangku...

Tentangku...
Episode 17


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu . Aku dan juga keluarga Hans sudah kembali dari luar negeri . Baru sampai di rumah tiba-tiba Hans menerima sebuah telepon , sepertinya sangat penting . Tidak lama setelah itu Hans bilang kepadaku dia harus ke perusahaan sekarang karena ada sedikit masalah disana . Dia langsung berangkat setelah mencium keningku . Aku memakluminya karena memang dia adalah CEO di perusahaan itu jadi sudah sewajarnya bahwa dia yang memegang penuh tanggung jawab perusahaan .


Aku dan mama Hans berencana membuatkan makanan kesukaan Hans . Sudah sejak lama aku tidak memasak lagi . Karena setiap hari selalu mama yang memasakanku . Setelah beberapa jam kita memasak akhirnya makanan kesukaan Hans sudah jadi . Terdengar suara bel pintu , aku langsung menghampirinya dan membukakan pintu . Hans ternyata sudah pulang . Aku menyuruhnya mandi dan setelah itu langsung aku suruh ke ruang makan . Saat Hans sampai di ruang makan dan melihat makanan kesukaannya ada di meja makan dia tersenyum bahagia . Aku tidak mengira Hans akan sebahagia ini walaupun hanya makanan kesukaannya . Hans langsung memakan hidangan yang sudah aku dan mama Hans buat dan melahapnya dengan cepat .


" Hati-hati Hans kalau makan . Gak ada yang merebut makananmu hehe . " . Kita semua tertawa melihat betapa lahapnya Hans saat makan .


" Kelak kamu harus membuatkanku makanan seperti ini setiap hari sayang . Ini kan sudah kewajiban kamu sebagai istri hahaa .. " . Mendengar Hans berkata seperti itu membuatku merasa senang bahkan sepertinya aku yang lebih senang dibanding Hans .

__ADS_1


" Iyadeh . Setiap hari aku bakalan buatin kamu makanan kayak gini dan aku sendiri yang akan mengantarkan makanannya ke kantormu . " .


" janji ya sayang ? " .


Senangnya aku bahwa Hans sangat menyukai masakan buatanku dan mama . Rasanya aku benar-benar menyajikan makanan ini untuk suamiku . Ada rasa bahagia saat melihat Hans begitu lahapnya memakan masakanku . Semoga saja aku bisa selalu membuat Hans bahagia seperti ini .


Kita semua juga makan bersama di ruang makan . Setelah makan malam Hans mengajakku ke kamarnya . Katanya ada yang mau dia tunjukkin ke aku . Aku dan Hans pun naik ke lantai atas menuju kamar Hans . Setelah masuk aku melihat kamar Hans yang begitu berantakan . Akhirnya aku membantu Hans untuk membereskan kamar Hans . Awalnya Hans melarangku tetapi karena keegoisanku untuk membersihkan kamarnya jadi dia tidak berani melarangku . Saat aku masih membersihkan kamar tiba-tiba Hans menarik tanganku dan duduk dipangkuan dia . Dia menunjukkan sebuah cincin yang dia simpan dikotak cincin .

__ADS_1


" Kamu ingat sayang ? Ini adalah cincin yang kamu kasih ke aku saat kamu berjanji akan menikah denganku . Aku selalu menyimpan cincin ini sampai aku bisa bertemu lagi denganmu . Berkat cincin dan orang yang memberi cincin ini aku bisa melewati semua ujian yang sangat berat ini . Cincin ini selalu mendampingiku sampai aku sesukses ini . Aku juga berjanji pada cincin ini bahwa kelak jika aku sudah sukses dan aku bertemu dengan pemilik cincin ini aku akan menikahinya . Dan sekarang pemiliknya ada disini . Duduk dipangkuanku , dan sebentar lagi aku akan menepati janjiku . " .


Yah aku ingat saat itu aku memberikan dia sebuah cincin . Itu adalah cincin janji bagiku . Aku berharap kamu pasti mampu melewati semuanya dan kembali membawa kesuksesan untuk kehidupanmu . Tidak ku sangka dia menyimpabnya sampai sekarang .


" Kamu masih simpan cincin ini . Itu berarti kamu tidak pernah melupakanku . Kamu juga sudah berjanji akan menikahiku . Sekarang mari kita tepati janji kita masing-masing . Kamu harus menikahiku dan aku akan menikahimu . Janji yang kita pernah buat akan kita wujudkan . "


Hans yang mendengar kata-kata itu langsung memelukku . Aku juga tidak menyangka bahwa cincin dan juga janji itu mampu membuat kita dipertemukan kembali bahkan kita akan menepati janji itu juga . Aku sangat menghargai perjuangan Hans untukku . Dia masih tetap mengingat semuanya meski sudah bertahun-tahun tidak bertemu . Yah mungkin ini yang namanya takdir . Tidak akan ada yang tahu seperti apa takdir yang sudah tuhan berikan untukku dan Hans.

__ADS_1


__ADS_2