Tentangku...

Tentangku...
Episode 8


__ADS_3

Hari sudah pagi , hari ini aku berencana untuk pergi dengan teman-teman sekelasku untuk menonton bioskop . Sebenarnya aku ingin pergi bersama Hans tapi Hans bilang kalau hari ini dia ada meeting penting jadi tidak bisa ikut . Padahal semua teman-temanku membawa pacar mereka masing-masing . Mau gimana lagi , udah terlanjur janji sama mereka kalau dibatalin juga gak enak jadinya . Akhirnya aku berangkat ke bioskop naik ojek . Sampai disana ternyata aku yanh duluan datang , ya maklumlah semuanya lagi sama pasangannya sedangkan aku sendirian . Wajar saja kalau mereka telat , mungkin masih perjalanan atau mampir dulu ke suatu tempat . Sambil menunggu teman-temanku datang aku memesan minuman dan duduk didepan teater yang akan kami masuki .


Saat aku sedang asik bermain hp dan menunggu minumanku datang , aku melihat keramaian yang membuatku penasaran . Akhirnya aku mencoba mendekati kerumunan tersebut , betapa kagetnya aku karena yang aku lihat adalah Hans . Dia terlihat sangat tampan menggunakan kaos warna hitam dan celana jeans . Pantas saja banyak wanita yang tergoda melihatnya . Awalnya aku berfikit dia kesini karena ada meeting , ternyata tidak lama setelah itu dia melihatku dan langsung menghampiriku . Aku yang masih tercengang melihat ketampanannya pun sampai tidak sadar kalau Hans menghampiriku . Setelah Hans berada tepat didepan mataku dia memanggilku ,


" Hai sayang . Udah lama ya nunggunya . Maaf ya aku telat . " . Betapa senangnya aku karena ternyata apa yang aku harapkan benar-benar terwujud .


" Hai . Kok kamu kesini? bukannya meeting? " tanyaku .


" Meetingnya udah selesai dari tadi dan aku dapet kabar dari temen kamu kalau hari ini kamu sama mereka janjian nonton bioskop yaudah akhirnya aku diem-diem nyamperin kamu . Kamu seneng kan? jadinya kan kamu nggak sendirian dan gak iri sama teman-temanmu yang pada bawa pasangan hehe .. "


" Ih apaan sih . GR deh kamu . " jawabku sambil sedikit malu .


Tidak lama semua teman-temanku datang bersama pasangan masing-masing . Kita pun memesan tiket dan ternyata semua tiketnya Hans yang bayar . Aku jadi nggak enak sama Hans karena aku ngerasa ngebebanin dia .


" Hans , gak usah . biar kita bayar sendiri-sendiri aja . Aku gak mau ngerepotin kamu . "


" Apaan sih kamu yang , gapapa kali . Ini sebagai rasa terimakasih aku ke mereka karena mereka udah bikin aku ngedate sama kamu hehe .. Udah santai aja sayang .. "

__ADS_1


Aku seneng sebenarnya karena yang dia peduliin bukan uang melainkan aku . Melihat dia yang berusaha seperti ini membuatku lebih nyaman didekat dia .


" Makasih ya .. "


" Cuma makasih doang ? kiss nya mana ? hehe .. bercanda sayang . Yaudah yuk masuk , filmnya udah mau mulai nih . "


Akhirnya kita semua masuk ke dalam bioskop . Sebenarnya ini pertama kalinya aku ke bioskop dengan pasangan , dulu setiap aku ke bioskop dan mengajak Pras dia selalu berkata kalau dia sibuk . Tapi sekarang aku bener-bener ngerasain yang namanya ngedate . Saat kita masuk Hans tiba-tiba menggenggam tanganku . Disitulah aku bener-bener ngerasa nyaman banget berada disamping Hans . Aku berharap kita akan setersnya seperti ini sampai kita menikah dan menikmati hidup bersama .


2 jam sudah berlalu , akhirnya kita semua keluar dari gedung bioskop . Disini juga aku dan teman-temanku akhirnya berpisah karena mereka pengen ngedate masing-masing biar romantis katanya . Aku tersenyum sembari tetap memegang tangan Hans .


" Kita juga jalan-jalan yuk? Habis itu kita ke rumahku . Mama pengen ketemu kamu katanya . "


Kita pun jalan-jalan sambil ngobrol , main game , belanja , makan , intinya bener-bener ngedate ala pasangan . Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore , aku dan Hans pun bersiap untuk pulang ke rumah . Sesampainya di rumah Hans aku melihat sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah Hans . Aku tidak tahu kalau keluarga Hans sedang kedatangan tamu . Tiba-tiba saat aku dan Hans mau masuk ke dalam rumah Hans memegang tanganku dan bilang ,


" Jangan mikir aneh-aneh ya? Aku cuma cinta sayang kamu dan selamanya cuma kamu yang aku mau nikahin . Jangan pernah lepasin tanganku . Oke? " .


" Oh , emang kenapa kok kamu bilang kayak gitu? ada masalah ya? "

__ADS_1


" Gapapa . Nanti kamu juga bakalan tahu . Pokoknya jangan pernah lepasin tanganku ya? "


Aku dan Hans pun akhirnya masuk ke dalam rumah . Ternyata benar , rumah Hans sedang ada tamu dan sepertinya Hans pun kenal dengan mereka . Akhirnya mama Hans menghampiriku dan mengajakku untuk duduk disampingnya .


" Kenalin , ini Anya tunangan Hans . Dia juga bakal menjadi keluarga kita . Jadi saya harap pak Robert tidak akan memaksakan Calista untuk tetap menikah dengan Hans . Kami sudah memutuskan bahwa hanya Anya yang akan menjadi menantu kami . " . Aku sangat kaget ternyata dihadapanku sekarang adalah wanita yang ingin menikah dengan Hans . Tetapi mama Hans membelaku dan juga mengatakan kalau hanya aku yang akan jadi menantunya .


" Hah ? tunangan ? sejak kapan ? Hans , jelaskan semua ini . Kamu dulu pernah bilang kalau kamu belum pernah berpacaran dan bahkan kamu bilang kamu tidak ingin berpacaran , tetapi sekarang kamu malah sudah punya tunangan . Kamu mau mempermainkan perasaanku? " . Betapa marahnya Calista saat mendengar apa yang dikatakan mama Hans .


" Aku dulu pernah bilang bahwa aku tidak ingin berpacaran dengan orang lain selain orang yang dulu pernah berjanji padaku , dan aku sudah menemukan orang itu . Jadi aku harap kamu tidak perlu memikirkan aku lagi karena aku tidak akan pernah menikah denganmu . " Ucap Hans tegas .


" Jadi dia? dia yang sudah bikin kamu menutup hati untukku ? apa hebatnya dia Hans ? sampai kamu bisa sepercaya diri ini? Dia tidak kaya , dia tidak lebih cantik dariku , apa yang membuatmu terpikat dengannya Hans ? dia tidak cocok disandingkan dengan kamu ! Aku mohon tinggalkan dia Hans ! " . Aku kaget ternyata Calista bisa serendah itu berbicara tentang diriku . Rasanya harga diriku sudah diinjak-injak dengan gadis bernama Calista itu . Aku sudah tidak tahan lagi dengan apa yang dia katakan .


" Permisi , sebelumnya aku meminta maaf karena membuatmu seperti ini . Tapi harusnya kamu tahu kalau perasaan seseorang memang tidak bisa ditebak . Kamu berkata apa hebatnya aku? kehebatanku adalah bisa memberi Hans semangat hingga bisa sesukses sekarang . Dan aku berfikir jika saat itu kamu bertemu Hans disaat kondisi Hans sedang menderita apa kamu akan tetap menyukainya? Aku rasa kamu bukan wanita sebaik itu . Jika saja waktu itu yang dia temui adalah kamu , belum tentu juga Hans akan menyukaimu . Dia lelaki pintar . Aku percaya dia bisa bangkit dan menjadi lebih baik . Tapi kamu? sekarang kamu berkata bahwa kamu sungguh menyukai Hans ? Asal kamu tahu , aku memang bukan dari keluarga kaya , tetapi aku tidak akan pernah merendahkan orang lain hanya demi seorang lelaki . Aku tidak akan terima jika kamu menyangkut harga diri keluargaku ! " . Setelah mengatakan semua ini aku sedikit kaget karena aku tidak percaya aku akan bertindak seperti itu .


" kamu fikir kamu cantik? kamu tidak lebih baik daripada aku ! kamu pasti hanya mengincar harta Hans , bukan tulus menyayangi Hans ! " . Ucapan Calista benar-benar membuatku ingin marah rasanya . Tapi aku tahan karena aku tidak ingin lebih memperkeruh suasana .


" kamu harus tahu , aku sudah lebih dulu berjanji akan menikah dengan Hans saat Hans tidak mempunyai apa-apa . Dan meski Hans sudah sukses aku juga tidak pernah mengungkit apa yang aku janjikan dulu tetapi Hans sendiri yang masih mengingat janji itu sampai sekarang . Sedangkan kamu? jika itu kamu bisakah kamu berjanji untuk tetap setia mendampingi Hans meski dia tidak punya apa-apa ? Aku rasa tidak Calista . Jadi jangan pernah merusak hubunganku dengan Hans karena itu tidak akan bereaksi sama sekali . Aku hanya menganggap kamu kurang beruntung , namun jika kamu masih berani merusak hubunganku dengan Hans , aku akan berfikir lebih buruk dari ini . Terimakasih karena kata-katamu tadi membuatku untuk lebih memper erat hubunganku dengan Hans . " .

__ADS_1


Setelah mendengar itu Calista hanya diam dan tidak lama dia meninggalkan rumah Hans . Tidak lama setelah Calista pergi mama Hans pun memelukku dan berkata bahwa dia tidak salah memilih menantu . Aku pun membalas pelukan mama Hans karena setelah semua itu aku merasa sedikit gemetar . Mama hans pun menyuruhku duduk dan Hans mengambilkan minum . Mama Hans juga menyuruhku untuk istirahat dulu di kamar Hans . Aku pun menurutinya karena aku juga ingin beristirahat sebentar setelah berperang kata-kata dengan Calista tadi .


__ADS_2