
Hari sudah pagi , aku lebih dulu bangun sedangkan Hans masih tertidur . Aku kembali ke kamarku untuk mandi dan turun untuk sarapan . Setelah selesai mandi dan berdandan aku pun turun ke bawah . Saat aku makan mama Hans bertanya kepadaku ,
" kamu semalem kemana sayang ? kok pas mama nganterin susu hangat ke kamarmu tapi kamunya gak ada . Kamu keluar kemana sama Hans ? "
" hehe semalem aku ketiduran di kamar Hans ma . Aku juga gak sadar kalau aku aku tidur di kamar Hans . "
" oh mama kira kamu kemana . Sekarang Hans masih tidur ? kok jam segini belum bangun ? " .
" mungkin masih mandi ma . Soalnya tadi waktu aku bangun Hans masih tidur . "
Tidak lama setelah aku berbincang dengan mama Hans , Hans pun keluar dari kamar dan berjalan turun .
" kita jadi kan beli cincinnya sayang ? " . Hans bertanya kepadaku tentang rencana beli cincin untuk pernikahan kita . Ternyata Hans masih mengingat perbincangan kita semalam .
" iya terserah kamu aja Hans . "
Aku dan Hans melanjutkan sarapan . Setelah sarapan Hans langsung mengajakku untuk keluar dan membeli keperluan pernikahan .
" ma , aku sama Hans pamit keluar dulu ya ma ? mungkin sore aku sama Hans baru balik . "
" iya sayang . Hati-hati ya ? . Hans , jagain Anya ya ? jangan dibuat marah lagi . "
" iya ma , pasti . Kita pamit ya ma ? "
__ADS_1
Aku dan Hans mencium tangan mamaku dan mama Hans dan langsung menuju garasi mobil .
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya aku dan Hans sampai di mall tempat kita mau membeli keperluan pernikahan . Hans mengajakku masuk ke sebuah toko perhiasan yang lumayan mewah . Saat aku dan Hans asyik memilih cincin tiba-tiba ada yang memanggil nama Hans .
" Hans .. " . Sontak Hans dan aku menoleh , ternyata dia adalah sahabat Hans . Aku sedikit sedih karena aku takut Hans akan benar-benar berpindah hati lagi kepada dia .
" Eh kamu , apa kabar ? . Kemana aja kamu selama ini , main ngilang aja . " . Melihat senyuman diwajah Hans membuat perasaanku makin tidak karuan . Pikiranku kemana-mana .
" aku tinggal di luar negeri Hans . Mencoba membuka bisnis disana dan lumayan lancar juga bisnisnya . Oh ya , tumben kamu datang kesini ? kamu dari dulu gak pernah mau tuh dateng ke tempat-tempat kayak gini . Sekarang kamu berubah Hans jauh lebih keren hehe .. " .
Mendengar kata-kata wanita itu aku merasa memang dia tahu lebih banyak tentang kebiasaan Hans . Membuatku makin berkecil hati .
" haha bisa aja kamu . Iya , aku kesini mau nyari keperluan buat pernikahan . Ya kan semua orang pasti ada perubahan lah . "
" oh iya , kenalin dia Anya , calon istri aku . Aku kesini mau cari keperluan pernikahanku dan Anya . "
Mendengar Hans berbicara calon istri , aku melihat dengan jelas ada rasa kecewa di wajah dia . Sepertinya firasatku benar , dia kembali untuk mendekati Hans . Tetapi aku tidak akan dengan mudah memberi dia celah untuk merebut calon suamiku .
" calon istri ? cepet banget kamu nikahnya Hans . Bukannya target kamu nikah dulu kalau umur kamu udah 30 ya ? "
" target itu udah masa lalu , sekarang aku udah nemuin kebahagiaan aku jadi lebih cepat lebih baik , ntar keburu diambil orang dianya haha .. "
Aku yang mendegar kata-kata Hans langsung tersenyum bahagia . Ternyata aku yang terlalu berlebihan . Aku menggandeng tangan Hans dengan erat , dan Hans juga menggenggam erat tanganku .
__ADS_1
" yaudah aku pergi dulu ya ? oh ya , besok waktu aku nikah dateng ya ? nanti biar aku yang suruh kia jemput kamu . "
" oke Hans , aku pasti dateng kok . "
" oke deh , bye . "
Aku dan Hans akhirnya keluar dari toko tersebut dan mengajak Hans untuk membeli minuman karena aku berpura-pura jika aku haus . Kebetulan ada cafe didekat toko tersebut jadi aku mengajak Hans kesana . Setelah Hans memesan minuman dan kembali ke meja Hans senyum-senyum sendiri sambil melihatku .
" Kamu cemburu ya sayang ? " .
" ih apaan sih . Nggaklah , ngapain cemburu ? toh yang nikahin kamu aku bukan dia . "
" tapi tadi kok kamu kayaknya cemberut gitu sayang ? aku kira cemburu . "
" aku cuma gak suka aja dia terlalu akrab sama kamu Hans . Kamu tahu kan aku pernah salah faham sama dia ? aku takut kamu bakalan berpaling lagi ke dia . "
Melihatku yang cemberut Hans mencubit pipiku .
" kamu ini jangan mikir yang aneh-aneh sayang . Aku cuma mau nikahin kamu , gak ada yang lain . Jadi jangan mikir macem-macem ya sayang ? aku cuma cinta sama kamu . "
" janji ya Hans ? "
" iya sayanf janji . "
__ADS_1
Aku lega mendengarkan perkataan Hans . Aku sekarang percaya bahwa Hans memang benar-benar lelaki terbaik yang pernah aku temui .