
Sudah beberapa hari aku mencoba menghindari Hans . Mengingat saat ini Hans pasti juga sedang memikirkan sahabatnya itu . Sebenarnya aku marah bukan karena sahabatnya hadir kembali , tetapi aku marah karena Hans mencoba menutupinya dariku . Aku merasa kalau Hans belum bisa sepenuhnya bisa terbuka denganku .
Aku selalu memikirkan Hans sepanjang malam meski aku mencoba menghindarinya . Aku tetap khawatir jika Hans berfikir kalau aku wanita yang egois atau apalah itu . Aku hanya takut Hans akan meninggalkan aku karena sahabat tercintanya sudah kembali . Mengapa aku selalu berfikir seperti itu ? padahal Hans sudah pernah berjanji padaku bahwa dia tidak akan meninggalkan aku . Bahkan sebentar lagi kita akan menikah . Harusnya aku lebih bisa mengerti Hans . Aku pun memutuskan untuk menghampiri Hans dan ingin mengajaknya bicara . Tetapi saat aku didepan pintu Hans aku mendengar Hans sedang berbicara dengan seseorang di telepon .
" Aku gak mau tahu , pokoknya kalian harus bisa menemukan dia kembali . Kabari aku kalau kalian sudah menemukannya . "
Sepertinya Hans sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu . Aku memutuskan untuk kembali ke kamarku , tetapi tiba-tiba pintu Hans terbuka .
" sayang , kok cuma didepan ? kenapa nggak langsung masuk aja ? maaf ya udah bikin kamu nunggu lama . " .
Hans kemudian memelukku dan mengajakku ke dalam kamarnya .
" Ayo masuk sayang . Kamu ada hal apa kok tengah malam gini ke kamarku ? kangen aku ya hehe .. " . Hans mencoba mencairkan suasana yang terasa tegang .
" Hans . Aku mau tanya sesuatu sama kamu . Tetapi kamu harus jawab jujur ya ? kalau kamu bohong itu artinya kamu nggak pernah serius sama aku .
__ADS_1
" Iya sayang aku janji aku bakalan jujur sama kamu . Mau tanya apa sayang ? " .
Aku memberanikan diri untuk bertanya tentang sahabat Hans itu . Lebih baik aku menanyakan hal itu sekarang daripada terus memikirkannya dan membuatku berfikir yang tidak-tidak .
" Jujur sama aku , wanita di cafe kemarin itu siapa Hans ? aku harap kamu bisa jujur sama aku Hans . Aku gak akan marah apapun penjelasan kamu . Aku cuma berharap kamu bisa terbuka denganku . Karena aku sudah menganggap kamu sebagai suamiku Hans . Jadi jangan pernah menyembunyikan apapun dariku meskipun itu hal yang menyakitkan . "
Aku melihat dengan jelas Hans seperti kebingungan dengan pertanyaan yang aku ajukan kepada dia .
" Dia adalah sahabat yang paling berharga dulu . Tetapi dia meninggal karena kecelakaan . Dia adalah sahabat yang palinv berharga bagiku . Aku tidak menyangka ternyata dia masih hidup . Padahal dulu beritanya jelas-jelas dia sudah meninggal karen kecelakaan mobil . "
" Apakah kamu mencintanya ? "
" Itu dulu sayang . Sekarang dia hanya masa laluku . Aku sudah memiliki kamu . Kita juga sebentar lagi menikah . Aku tidak akan pernah berpaling kepada siapapun selain kamu . Apa kamu berfikir jika aku akan meninggalkanmu ? "
" Aku hanya takut Hans . Dia adalah cinta pertamamu . Aku sadar bahwa cinta pertama akan sangat sulit dilupakan . Maka dari itu aku bertanya seperti ini ke kamu . Aku hanya takut kamu akan meninggalkanku . "
__ADS_1
Hans tiba-tiba memelukku dengan erat . Pelukan Hans yang hangat membuatku nyaman , aku berusaha menghilangkan fikiran-fikiran buruk itu .
" jangan berfikir yang tidak-tidak sayang . Dia hanyalah sahabatku dulu , dan kamu adalah masa depanku . Aku tidak akan melepaskan masa depanku hanya karena masa laluku kembali . Aku sudah berjanji kepadamu dan aku tidak akan pernah mengingkari janjiku . Kamu adalah satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi . Tidak ada yang lain sayang . Jadi jangan fikirkan hal yang buruk-buruk . Cukup fikirkan pernikahan dan masa depan kita . Kelak kita akan hidup bersama selamanya . "
" Iya sayang . Aku janji gak akan berfikir yang aneh-aneh lagi . Aku sangat takut kamu meninggalkanku Hans . "
" Gak bakal sayang . Aku sudah pernah berjanji pada almarhum papa kamu kalau aku akan menjaga dan membahagiakanmu juga mama kamu . Aku tidak akan pernah menyakiti hati papa dan mama kamu terutama hatimu . "
" Terimakasih Hans . Aku sangat mencintaimu . "
" Aku juga mencintaimu sayang . "
Hans mengajakku tidur dikasurnya dan Hans langsung menciumku . Aku juga merespon ciuman Hans . Lalu Hans melepaskan ciumannya dan menyuruhku untuk tidur dikamarnya .
" Cepat tidur gih sayang . Tidur disini aja sama aku . Kelak kita juga bakalan tidur bareng . Sekarang tidur udah malem . Besok aku mau ajak kamu jalan-jalan sekalian kita beli cincin untuk pernikahan kita . "
__ADS_1
Akhirnya tidak lama aku pun tidur di pelukan Hans . Sangat nyaman rasanya tidur di pelukan Hans . Tidak lama Hans juga tidur . Rasanya kita benar-benar sudah seperti suami istri .