Tentangku...

Tentangku...
Episode 4


__ADS_3

Hari ini sangat cerah , bahkan langitpun sepertinya sedang bahagia . Hari ini Hans berencana membawaku pergi ke suatu tempat tapi sebelum itu di minta izin agar aku mau ikut pulang ke rumahnya dulu untuk mengambil mobilnya . Sebenarnya aku sedikit takut karena aku belum pernah ke rumah Hans sama sekali , apalagi dengan aku yang masih seorang siswa . Ya , umurku lebih muda dari umur Hans tetapi Hans sama sekali tidak mementingkan itu . Akhirnya aku mau ikut ke rumah Hans , dalam perjalanan Hans berkata bahwa aku tidak perlu takut karena sebelum Hans berencana membawaku ke rumah , dia sudah lebih dulu menceritakan tentangku saat pertemuan kita dulu . Aku sedikit tenang mendengarnya , tetapi meskipun begitu aku tetap saja khawatir jika keluarganya tidak menyukaiku .


" Kamu gak usah takut , keluargaku tidak seburuk yang kamu fikirkan . Cukup kamu disampingku dan jangan bertingkah seolah-olah kamu seperti diculik hehe .. " candanya kepadaku .


Tidak lama akhirnya kita sampai dirumah Hans . Aku tercengang karena melihat rumah Hans bagaikan istana seperti di film-film .


" Ayo masuk , aku perkenalkan kamu ke keluargaku . " Ajaknya sambil dia menggandeng tanganku . Aku yang awalnya takut dan gemetar seketika mendadak tenang saat dia menggandengku masuk ke dalam rumahnya . Tidak ku sangka saat aku masuk ke dalam rumah Hans ternyata keluarga Hans sedang berkumpul di ruang tamu . Betapa kaget dan malunya aku karena aku hanya berdandan seperti gadis-gadis pada umumnya .


" Siapa dia Hans? pacarmu? " tanya seorang wanita yang menurutku sepertinya dia adalah ibu Hans .


" Aku kenalkan dia adalah Anya , gadis yang dulu pernah aku ceritakan pada kalian semua . Dia yang sudah membuatku berubah sehingga aku dapat bangkit seperti sekarang . " . Sontak aku kaget dengan apa yang diucapkan Hans . Tapi sepertinya kekhawatiranku terlalu berlebihan . Seluruh keluaraga Hans sangat baik padaku , bahkan mereka berharap aku bisa cepat-cepat menikah dengan Hans .


" Halo .. saya Anya .. Maaf kalo kedatangan saya mengganggu waktu kalian .. " .


" Sini masuk Anya . Tante udah siapin makanan buat kamu . Kita makan bareng ya? . Hans , ajak Anya ke ruang makan , kita makan bareng-bareng . " .


" Iya ma . Ayo .. " . Dia mengajakku ke ruang makan tanpa melepaskan genggaman tangannya . Saat semuanya sedang asik makan , mama Hans bertanya padaku ,

__ADS_1


" Anya masih sekolah ya? kelas berapa? "


" Iya tante masih , saya sudah di kelas 12 . " ucapku gugup .


" wah habis ini lulus dong? rencana mau melanjutkan kuliah apa langsung kerja? atau langsung nikah sama Hans ? hehe .. jangan dimasukin hati ya? mama cuma bercanda . " . Melihat mama Hans bertanya seperti itu aku merasa senang . Aku terlalu banyak berfikir sampai melupakan bahwa keluarga Hans adalah keluarga yang sangat harmonis . Aku semakin nyaman bersama dengan mereka . Sepertinya aku juga berharap mereka bisa menjadi keluargaku .


" Oh ya Anya , lain kali jangan panggil tante ya? panggil mama aja , jadi kamu nggak usah sungkan-sungkan lagi kalo mau ngobrol sama mama . Oke? " , tegas mama Hans .


" Hehe saya jadi nggak enak te . Kan saya baru pertama kali kesini . "


" gapapa , lagian kelak kamu juga bakalan manggil saya mama . Lebih cepat lebih baik kan? hehe .. " . Candanya mama Hans bikin aku jadi salah tingkah .


" Ini adalah cincin pernikahan turun temurun dari nenek Hans , kelak kamu harus memakai cincin ini karena kamu adalah wanita pertama yang dibawa Hans pulang . Mama yakin kamu adalah wanita yang ingin dinikahi Hans . Kamu harus jaga cincin ini ya? Ingat pesan mama ya Anya? " . Meski rasanya agak tegang tapi Hans lagi-lagi menenangkanku dan akhirnya aku menerima cincin itu .


" Iya ma . Aku janji bakal jagain cincin ini . " . Ucapku sedikit gugup .


" jangan cuma cincinya tapi Hans juga dijaga ya? kalo Hans nakal kamu bilang sama mama biar nanti mama yang hukum Hans . Yaudah sana berangkat nanti keburu malem . Hati-hati ya? " . Tiba-tiba mama Hans mendekat dan memelukku . Tenang sekali saat aku tahu mama Hans memelukku seperti anaknya sendiri .

__ADS_1


" Yaudah , ma Hans berangkat dulu ya? bye " ..


Sampai didepan rumah Hans terus menggandeng tanganku dan berkata ,


" aku udah bilang kan? keluargaku tidak seburuk yang kamu fikirkan . Kelak mereka juga akan jadi keluargamu . " . Senangnya aku mendengar kata-kata Hans . Seketika aku langsung memeluk Hans .


" makasih Hans , makasih karena kamu sudah berani menunjukkan kalo kamu bener-bener serius sama aku . Ini pertama kalinya aku diperlakukan istimewa . Terimakasih Hans . " Aku memeluk Hans dan tanpa sadar aku sampai menangis saking bahagianya .


" Ngapain nangis? jangan nangis ya? aku janji gak bakal nyakitin kamu . Ini janji yang aku buat . Aku gak akan pernah mengingkarinya . " .


Akhirnya Hans mengusap air mataku dan berusaha membuatku tersenyum .


" kita kan udah janji mau jalan-jalan . Masak jalan-jalan sambil kamu nangis? ntar dikira aku nyulik kamu lagi hehe .. " canda Hans yang berusaha menghiburku .


" yuk masuk mobil . Udah siang takutnya gak keburu . "


" Oke .. "

__ADS_1


Akhirnya kita pun masuk ke dalam mobil dan berangkat ke tempat yang Hans mau tunjukkin ke aku .


__ADS_2