Tentangku...

Tentangku...
Episode 6


__ADS_3

Hari ini aku sangat bahagia karena aku bertemu dengan seseorang yang benar-benar faham akan kesetiaan dan ketulusan . Aku berharap kelak aku tidak akan berpisah lagi dengannya mengingat begitu berjuangnya dia demi mencariku dan meminta janji yang aku buat saat itu . Akhirnya aku dan Hans sepakat untuk menjalin hubungan . Keluarga Hans pun setuju dengan hubungan kita berdua . Aku merasa nyaman karen Hans dan keluarganya adalah orang-orang yang berhati baik .


" udah sore ,, kita pulang yuk nanti keburu malem . " ajak Hans .


" iya . Gimana kalau kita beli minum dulu . Aku takut kamu kecapekan pas nyetir , kan perjalanan kita lumayan jauh . "


" yaudah terserah kamu aja . Aku gak bakalan capek selama ada kamu disamping aku hehe .. " . Mendengar kata-kata Hans yang seperti itu membuatku tertawa . Bagaimana tidak , karena aku tidak pernah mendapat perlakuan yang seperti itu .


" oh ya nanti kamu makan malem dirumahku aja dulu . Mama udah nyiapin makanan kita nanti malem . Mau kan? "


" Iya aku mau . Aku nggak pengen ngecewain mama kamu . Kasihan udah capek-capek bikin makanan masa aku nggak kesana . " ucapku .


Setelah beberapa jam berjalanan akhirnya kita sampai di rumah Hans . Mama Hans langsung menyambut dan memelukku seperti anak kandungnya sendiri . Wajar saja karena Hans adalah anak tunggal jadi aku memakluami perlakuan mama Hans ke aku .


" Ayo sayang masuk , ini udah mama siapin makanan buat kamu . " .


" Iya ma .. " jawabku sambil sedikit gugup .


" Anya kalo hari libur main-main kesini aja , nemenin mama di rumah atau nanti ikut mama shopping . Wajar mama kan cuma punya anak 1 laki-laki lagi . Jadinya kan mama kalo kemana-mana sendiri , Hans cuma nganter jemput aja . *** sekarang kan sudah ada menantu mama jadi mama punya teman shopping deh . Anya mau kan nemenin mama kalo hari libur? " . Aku sedikit kaget mendengar kata-kata mama Hans yang menyebut aku adalah menantunya . Tetapi karena mama Hans sangat baik padaku dan juga keluarganya akhirnya aku pun mengiyakan apa yang mama Hans minta .

__ADS_1


" Iya ma . Nanti kalo Anya libur sekolah Anya kesini temenin mama . Lagian Anya kalo hari libur juga nggak kemana-mana kok ma jadinya bisa nemenin mama disini . "


" Aduh makasih banget ya Anya , seneng deh mama dengernya . Oh ya , kalo besok-besok Hans nakal atau bikin kamu cemberut/sakit hati bilang mama ya biar mama yang hukum Hans . " . Senangnya aku bisa berkumpul bersama mereka . Suasana rumahnya juga kerasa hangat akan kasih sayang masing-masing . Bahkan aku sampai mikir pengen cepet-cepet lulus sekolah dan menikah sama Hans agar aku bisa berkumpul dengan mereka semua .


Setelah beberapa saat selesai makan aku berpamitan kepada keluarga Hans untuk pulang , tapi betapa terkejutnya aku karena mama Hans memberikan aku uang jajan katanya buat jajan waktu di sekolah . Sebenarnya aku nggak mau nerima tapi mama Hans bilang kalo itu udah tradisi dari keluarga Hans jadi aku gak boleh menolak karena kata mama menolak rezeki itu dosa . Akhirnya aku menerima uang yang mama kasih , sebelum masuk mobil aku memeluk mama Hans dan mengucapkan terima kasih karena sudah mau menerima aku dan menjadi keluarga yang hangat buat aku .


" Hans , kapan-kapan kamu ajak Anya sama keluargnya kesini ya ? Mama pengen ketemu sama calon besan mama . Oke ? "


" Oke ma siap . Mama tenang aja , secepatnya aku bakal bawa keluarga Anya kesini dan sekalian minta izin buat nikahin Anya hehe .. " .Aku sedikit malu mendengar candaan Hans dan mamanya ya walaupun aku juga berharap seperti yang diharapkan Hans .


" Yaudah ma , Anya pulang dulu ya ma .. "


" Iya ma pasti .. "


Akhirnya aku dan Hans masuk ke dalam mobil dan Hans mengantarku pulang . Di perjalanan aku tanpa sadar memandangi Hans terus menerus , dan ternyata Hans menyadari hal itu .


" Ngapain malu-malu , kamu boleh lihat sepuasnya kok . Lagian kan kita juga bakal jadi suami istri hehe .. "


" Apaan sih Hans , malu tau aku denger kamu ngomong gitu .. "

__ADS_1


" Iya-iya jangan marah dong . Udah sampai nih di rumahmu . Aku anter ke dalam ya? sekalian mau pamit calon mertuaku .. " ucao Hans sambil tertawa .


" yaudah ayo masuk . Nanti aku panggilin mama . "


Aku dan Hans pun masuk ke dalam rumah , tapi betapa kagetnya aku saat tahu ternyata ada Hans di dalam rumahku . Aku tidak mau melihat wajahnya lagi .


" Ngapain kamu kesini? kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi sekarang ! Lebih baik kamu pulang sekarang aku males lihat kamu ! "


" Anya kok gitu sih? gak baik anak cewek kata-katanya kasar gitu . Ditemuin dulu anaknya baru bicara .. "


" Ma , mama tahu gak? dia itu Pras ! "


" Oh jadi kamu yang namanya Pras , maaf tante nggak tahu . "


" Iya gapapa tante , harusnya aku yang minta maaf karena sudah bikin Anya sakit hati sama aku . Aku kesini cuma mau minta maaf apa yang terjadi sama aku dan Anya . Aku cuma mau kita balik lagi kayak dulu . Jadi maaf kalo saya mengganggu waktu tante .


" Apa? balik lagi? aku udah gak sudi balik sama kamu ! Udah cukup yang kamu perbuat sama aku ! Sekarang aku benci banget sama kamu . Lebih baik kamu pulang sekarang dan jangan pernah balik kesini dan temuin aku lagi ! " teriakku . Sakit hati yang dia kasih ke aku bener-bener udah bikin aku kayak gak ada hati nurani buat maafin dia . Setelah apa yang dia perbuat sama aku .


" Aku gak bakalan mau balik sama kamu karena sekarang aku udah punya pacar . Dia lebih baik daripada kamu . Lebih memahami perasaanku , lebih menghargai aku . Jadi sekarang aku minta kamu pulang . Jangan pernah muncul lagi di hadapanku ataupun keluargaku ! "

__ADS_1


Seketika itu Pras langsung pergi dan meninggalkan rumahku . Sakit hati yang sudah aku redam sekarang muncul lagi . Aku menangis sekencang-kencangnya tanpa memperdulikan Hans yang saat itu juga ada di rumahku . Tapi Hans menghampiriku dan memelukku , mencoba menenangkan aku yang saat itu sangat sedih bercampur emosi . Beruntungnya aku memiliki Hans sebagai pacar dan calon suami . Beruntung sekali ..


__ADS_2