
Hari sudah semakin gelap tapi Hans belum pulang juga . Aku sudah khawatir bagaimana kabar Hans sekarang . Karena dia tidak juga menghubungiku akhirnya aku memutuskan untuk ke kantor Hans . Aku meminta supir untuk mengantarku kesana . Hatiku merasa tidak tenang kalau aku belum menerima kabar dari Hans . Jarak dari rumah Hans ke kantor pun lumayan jauh . Aku sampai ketiduran di dalam mobil sambil menggenggam handphone ku barangkali Hans memberiku kabar . Tidak lama setelah itu aku pun sampai di kantor Hans . Aku melihat kantor Hans lumayan sepi karena mungkin sudah jam pulang kerja jadi aku kira tidak ada siapapun disana . Tapi ternyata saat aku masuk ke dalam perusahaan Hans , aku melihat ada karyawan yang masih bekerja dibagian resepsionis . Aku pun bertanya kepadanya dimana ruangan milik Hans .
" permisi mbak , saya mau tanya . Kantornya pak Hans dimana ya? " .
" Maaf ada keperluan apa ya dengan bapak Hans ? sekarang bapak Hans sedang ada meeting dengan klien . Apakah kakak sudah ada janji dengan pak Hans ? "
" Oh saya temannya pak Hans . Saya tidak tahu kalau harus ada janji dulu . Kalau begitu saya tunggu disini saja mbak . Kira-kira berapa lama ya meetingnya? " .
Aku memang tidak tahu kalau harus ada janji dulu dengan Hans baru bisa ketemu .
" Saya kurang tahu kak , mungkin sebentar lagi . Kakak tunggu dulu disana nanti kalau pak Hans sudah selesai meeting saya antar ke ruangannya . "
Aku pun menunggu Hans hampir 1 jam disana . Udara mulai terasa dingin tapi Hans juga belum selesai rapat . Aku berencana untuk menelepon Hans barangkali meetingnya sudah selesai tapi saat aku mau mengambil handphone aku melihat Hans turun dan ada wanita disamping Hans . Wanita itu menggandeng tangan Hans seperti sepasang kekasih . Aku yang melihat itu sontak kaget .
" Hans ! . Ternyata ini yang bikin kamu meeting sampai larut malem ! . Gak nyangka aku Hans ! " .
__ADS_1
Aku tidak kuat melihat kedekatan mereka . Aku langsung memutuskan untuk berlari keluar kantor dan masuk ke dalam mobil . Aku menyuruh pak supir untuk menyalakan mobil dan secepat mungkin meninggalkan kantor Hans . Aku melihat Hans berlari mengejarku , tapi karena rasa sakit hatiku yang harus melihat Hans berduaan dengan wanita lain membuatku tidak mau bertemu dengan Hans .
Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke kamar dan mengunci diri didalam . Kenapa ? kenapa semuanya harus berkhianat dibelakangku? apa kurangnya aku? apa kepercayaanku hanya bisa dibuat main-main? . Aku benar-benar merasa hancur saat itu , Hans dengan santainya keluar dengan wanita lain sedangkan aku , tunangannya saja dia tidak memberiku kabar apa-apa . Betapa khawatirnya aku karena takut Hans kenapa-kenapa menjelang hari pernikahan tapi ternyata Hans malah asik berduaan dengan wanita lain . Aku menangis mengingat apa yang aku lihat tadi . Hatiku ku seperti tertusuk kaca . Sakit bahkan sampai ke seluruh tubuh .
Tidak lama kemudian aku mendengar Hans berteriak memanggilku tetapi aku sama sekali tidak mau menemuinya . Aku tidak ingin bertemu dengan Hans dulu .
" Sayang . Dengerin aku . Aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa yang . Dia itu teman lama aku . Aku berencana mengundang dia ke acara nikahan kita . Plis buka pintunya sayang . Aku gak ada niat sedikitpun untuk selingkuhin apalagi nyakitin kamu . Tolong buka pintunya sayang . "
Hans terus mengetuk dan memohon agar aku membukakan pintunya . Tapi aku tidak ingin melihat Hans saat ini . Aku membiarkan Hans tetap diluar kamarku . Karena terlalu lama menangis dan aku merasa capek akupun tertidur tanpa memikirkan bagaimana Hans diluar kamar? apa dia sudah kembali ke kamar? . Aku tidak memikirkan itu sama sekali dan tertidur dengan sangat pulas .
" Hans bangun ! Ngapain tidur disini? sana tidur dikamarmu . Jangan gangguin aku ! " .
Hans langsung bangun dan begitu melihatku dia langsung memelukku . Aku berusaha melepaskan pelukan Hans tetapi dia memelukku sangat erat sehingga susah untuk melepasnya . Hans pun memelukku dan masuk ke dalam kamarku .
" Sayang . Aku bisa jelasin masalah semalem . Kamu jangan marah dulu ya ? . Dia itu Rose , teman lamaku . Dia baru balim dari Canada dan disini dia nggak ada temen selain aku . Aku juga sudah bilang ke dia kalau kita mau nikah . Dia juga aku undang ke pernikahan kita sayang . Aku sama Rose cuma teman gak ada hubungan apa-apa . Semalem kamu salah faham sayang . Maafin aku ya karena aku nggak kasih kabar ke kamu , itu karena aku bener-bener ada meeting penting dan meeting itu berhubungan dengan Rose . Aku mohon jangan marah lagi ya sayang? Aku cuma mau nikah sama kamu . "
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan Hans bukannya aku lega tetapi malah makin marah .
" Emang temen juga boleh sembarangan gandeng suami orang? Aku punya perasaan Hans . Dan semalem itu kamu bener-bener bikin aku sakit hati . Kamu rela temenmu menggandeng tangan kamu kayak orang pacaran sedangkan aku calon istrimu kabar aja kamu nggak kasih . Gimana aku bisa percaya sama kamu ? . Kamu harus tahu Hans aku ini calon istri kamu , dan aku nggak suka kalau calon suami aku digandeng wanita lain aku nggak suka ! Kamu harus fikirin aku dong Hans . Bukan malah asik-asikan gandengan tangan sama wanita lain ! " .
Aku lega setelah meluapkan semuanya . Tetapi Hans benar-benar menjelaskan yang sebenarnya . Mungkin karena mereka terlalu dekat sampai Rose pun berani menggandeng calon suamiku .
" Iya sayang aku janji aku gak bakalan izinin siapapun gandeng aku kecuali kamu . Jangan marah lagi ya? aku cinta kamu yang .. " .
Sepertinya memang aku tidak bisa lama-lama marah dengan Hans . Dia selalu ada cara untuk membuatku tidak marah lagi . Hans menutup pintu kamarku dan dia menciumku . Aku dan Hans seperti sama-sama membalas ciuman itu .
" Udah udah . Aku lapar . Aku mau kamu temenin aku jalan-jalan . Sebagai permintaan maaf kamu ke aku karena kejadian semalem . "
" Iya sayang . Kamu mau kemana pasti aku temenin . "
" Yaudah kamu mandi dulu sana . Aku juga mau ganti baju . Aku juga mau nyapa mamaku sama mama kamu dan juga keluarga kamu dulu . Baru nanti kita jalan-jalan .
__ADS_1