Tentangku...

Tentangku...
Episode 18


__ADS_3

Setelah aku dan Hans mengobrol dan menceritakan banyak Hans , mama Hans memanggilku dan Hans untuk turun ke bawah . Akhirnya aku dan Hans bergegas turun dan menghampiri mama Hans . Ternyata mama Hans memanggil desainer yang lumayan terkenal untuk mengukur wedding dress untukku dan juga jas untuk Hans . Aku bilang lebih baik kita menyewa saja daripada membuatnya tapi mama Hans tetap meminta untuk membuat baju khusus untuk pernikahanku dan Hans .


" kenapa nggak kita sewa aja ma dress nya? kan cuma dipake 1 kali aja . "


" Nggak sayang , mama mau baju pernikahan kamu dan Hans khusus dibuat sama desainer ini . Mama mau mempersiapkan pernikahan yang sempurna buat kalian berdua . " .


Mendengar penjelasan mama Hans , aku langsung memeluknya .


" Makasih ma . Mama bener-bener membuatku bahagia berada di keluarga ini . Anya sayang mama . "


" Iya sayang . Kamu ini sudah jadi anak mama juga . Sudah kewajiban mama buat membahagiakan kamu selagi mama masih ada . " .


Akhirnya aku dan Hans mengikuti desainer itu untuk mengukur baju . Oh ya , desainer itu bernama Diandra . Dia salah satu desainer terkenal di kota A dan dia juga bekerja sama dengan perusahaan Hans . Kebetulan dia adalah tante Hans . Mama menyuruhku memanggil dia tante . Tetapi Hans sendiri juga tidak menyangka bahwa mama akan menyuruh desainer itu untuk mendesain wedding dress untukku dan juga baju untuk Hans . Saat aku dan tante Diandra sedang mengukur baju , tante Diandra bilang bahwa aku beruntung bisa menikah dengan Hans .


" Kamu beruntung bisa nikah sama Hans . Kamu tahu? Setelah Hans bangkrut dulu , Hans sama sekali tidak pernah tertarik dengan perempuan . Bahkan sampai Hans sudah bangkit dan banyak wanita cantik dan sexy yang mengejar-ngejar untuk mendapatkan cinta Hans harus berakhir dengan sia-sia . Awalnya tante mengira Hans sudah tidak mau lagi untuk berkencan apalagi menjalani hubungan , tetapi ternyata dihati Hans sudah berukir 1 wanita yang tante tidak menyangka itu adalah kamu . Tante Harap kamu dan Hans bisa menjalani hidup yang bahagia , nyaman dan tentram . Hans adalah lelaki yang bertanggung jawab Anya . Tante yakin dia pasti bisa membuatmu bahagia dan nyaman berada disampingnya . " . Tante Diandra menceritakan hal tentang Hans kepadaku . Aku kaget mendengar apa yang dikatakan Hans . Ternyata demi mencariku Hans bahkan rela menolak wanita-wanita cantik yang ada didepan matanya . Aku merasa seperti benar-benar menjadi seperti seorang putri .

__ADS_1


" Iya tante . Anya awalnya juga tidak menyangka bahwa Hans benar-benar menikahiku . Ternyata Hans masih mengingat janjiku sampai sekarang , dan bahkan kita akan segera menikah . Aku percaya kepada Hans tante . Dia akan menjagaku seumur hidupnya dan akan memberikan aku kebahagiaan yang sempurna . Terimakasih tante karena tante bisa mendukung hubunganku dan Hans . Aku bersyukur bisa dihadirkan dalam keluarga Hans . "


Aku dan tante Diandra tertawa saat tante menceritakan keusilan-keusilan yang dilakukan Hans . Saat aku dan tante Diandra sedang asyik bercanda tiba-tiba Hans mengetuk pintu dan memanggilku .


" Sayang , belum selesai kah mengukur bajunya ? aku pengen ketemu kamu nih . Kangen . " .


mendengar kata-kata Hans aku dan tante Diandra semakin tertawa . Betapa lucunya Hans , padahal baru beberapa menit aku dan tante Diandra masuk dan sedang mengukur baju tetapi Hans malah memanggilku dan berbicara seperti itu . Tetapi tante Diandra tidak menghiraukan Hans dan melanjutkan tugasnya .


" Biarin aja . Nanti juga capek sendiri hehe .. " . Aku dan tante Diandra pura-pura tidak mendengarkan Hans sembari tertawa pelan . Setelah selesai mengukur , tante Diandra membuka pintu . Ternyata Hans masih berdiri tepat didepan pintu . Aku melihat muka Hans yang cemberut , membuatku ingin tertawa rasanya .


" Ih kamu apaan sih? kamu sabar dong . Tante kan lagi ngukur baut desain bajunya Anya . Kamu ini ganggu aja . Lagian bentar lagi kalian juga nikah jadi kamu gak usah deket-deket dulu sama Anya . Dasar gak sabaran . " .


Tante Diandra pu meninggalkan aku dan Hans sambil tertawa terbahak-bahak .


" Hans apaan sih . Bikin aku malu aja . Aku kan jadi gak enak sama tante Diandra . "

__ADS_1


" Aku pengen ngajak kamu jalan sayang . Masak gak boleh sih? Aku kangen juga sama kamu . " .


" Mau jalan kemana Hans ? udah sore gini . Cuacanya juga mendung Hans . Aku pengennya dirumah aja . Lain kali aja kalau kita udah nikah kan kita bisa lebih sering jalan-jalan . Boleh ya? plissss .. " . Aku berusaha memohon kepada Hans agar Hans tidak marah karena aku tidak mau diajak jalan . Sebenarnya bukan ini satu-satunya alasanku menolak Hans untuk jalan-jalan . Tetapi karena ada suatu adat dimana kalau orang mau menikah tidak boleh keluar rumah karena takut ada apa-apa . Jadinya aku menolak Hans . Tetapi untungnya Hans mau menuruti permintaanku agar tetap dirumah . Akhirnya aku dan Hans berkencan ditaman belakang rumah dan menikmati udara yang agak mendung . Tidak lama setelah itu Hans mendapat sebuah telepon dari perusahaan . Sepertinya Hans sangat panik setelah menerima telepon itu .


" Sayang , aku tinggal ke perusahaan sebentar ya? disana ada sesuatu yang penting yang harus aku urus . Nanti waktu pulang kamu mau aku beliin apa kamu telepon aku aja nanti pulang dari perusahaan aku beliin . "


Aku yang mendengar itu langsung panik . Aku tidak mau Hans keluar dari rumah mengingat adat yang pernah dikatakan mama . Tetapi itu juga adalah tanggung jawab Hans . Aku tidak mau menjadi wanita yang melarang calon suaminya untuk bekerja dan melupakan tanggung jawabnya sebagai CEO .


" Emang gak bisa diundur ya ? sampai kita habis nikah gitu . Aku pernah denger kalau orang mau nikah itu gak boleh keluar Hans sampai mereka menikah . Katanya takut ada hal yang tidak diinginkan kalau dilanggar . Aku takut Hans . "


" Gak usah mikir yang aneh-aneh sayang . Berdo'a saja semoga kita diberi keselamatan . Nanti setelah sampai kantor aku kabarin kamu . Aku janji . Sekarang aku berangkat dulu ya? Udah ditungguin sama orang kantor yang lain . "


Hans pun mencium keningku kemudian menuju garasi mobil dan berangkat . Aku sedikit gelisah melihat Hans yang dalam perjalanan berangkat ke kantor . Ya semoga tidak ada apa-apa .


Hari sudah semakin malam tetapi Hans belum juga memberiku kabar . Aku telepon juga Hans tidak menjawab . Aku jadi khawatir jika terjadi apa-apa kepada Hans .

__ADS_1


__ADS_2