Terbelenggu Asmara

Terbelenggu Asmara
Episode 10


__ADS_3

Dessy dan Nara yang sudah mengetahui kabar itu langsung mengambil handphone dan mengirim sebuah pesan di grup mereka. Grup yang hanya ada mereka bertiga saja, Ikram tidak di masukkan karena dia lelaki sendiri dan takut jika Ikram punya pacar, pacarnya keberatan untuk itu. Maka dari itu mereka tidak memasukkan Ikram di grup itu, Ikram pun hanya mengikuti saran dari sahabat-sahabatnya.


"Ciee Hana sedang pdkt ya, nanti ceritain ya ke kita. Selesai kerja kita video call ya malam ini, harus pokoknya." Ucap Nara di grup.


Hana yang baru saja tiba di kos, membuka pesan itu dan langsung tersenyum.


"Pasti, nanti aku video call ya kalian. Tunggu aku yang video call ya teman-teman." Balas Hana.


Setelah pesan itu terkirim tidak ada balasan lagi dari Dessy dan Nara. Hana pun sudah mengerti karena saat ini masih jam kerja Dessy dan Nara.


Di kos Ratih dan Mila sedang tiduran menunggu Hana datang, Hana masuk dan meletakkan makanan di tengah-tengah mereka.


"Apaan nih Han, tumben bawa makanan banyak banget." Ucap Ratih.


"Iya, ucapan makasih untuk kalian tapi lebih khusus ke Mila. Makasih ya La, udah ngenalin cowok manis begitu ke aku. Aku suka deh sama dia, beneran suka." Ucap Hana dengan antusias.


"Ceritain dong Han, ceritain apa yang buat kamu suka sama dia." Ucap Ratih dan Mila yang penasaran karena raut wajah Hana yang sangat bahagia.


Yah maklum saja, Hana sudah tidak berpacaran selama lima tahun. Selama itu juga tidak ada pria yang berhasil membuat Hana jatuh cinta. Baru satu pria ini yang akhirnya bisa membuka hati Hana, oleh karenanya Hana sangat bahagia sampai terlihat seperti anak-anak yang dapat mainan baru.


Hana pun bercerita mengenai sosok Dhito yang membuatnya jatuh cinta, Hana bercerita sembari membuka makanan yang di bawanya. Mereka saling cerita sambil makan, terlihat sangat jelas betapa antusiasnya Hana saat bercerita membuat Ratih dan Mila juga ikut antusias mendengarkan ceritanya.


Hana pun mengakui ke teman-temannya bahwa dia sangat menyukai pria yang memiliki suara lembut dan pandai memainkan alat musik, di tambah lagi pandai bernyanyi. Semua itu berhasil meluluhkan hati Hana yang bagai batu.


"Tau gak Tih, dia punya lesung pipi dalam banget, kalau senyum jadi manis gitu. Suka banget aku sama matanya, alisnya dan senyumnya wee." Ucap Hana.


"Wah fix sih, kamu udah jatuh cinta sama dia Han." Ucap Mila.


"Iyakan La, abisnya dia manis banget, suaranya lembut lagi. Cewek mana yang gak jatuh cinta coba." Ucap Hana.

__ADS_1


"Tapi jangan buru-buru Han, selidiki dulu semuanya dari sosial media dan teman-temanya. Pelan-pelan aja, jangan sampai kamu salah langkah ya aku gak mau kamu patah hati Han." Ucap Ratih mengingatkan.


"Iya Tih, aku ngerti kok.." Jawab Hana tersenyum.


Hana sangat beruntung di kelilingi teman-teman yang selalu mengingatkan dia agar tidak terlalu hanyut dalam kebahagiaan. Karena memang hukum di alam semesta ini seimbang, ada bahagia ada juga kesedihan dan keduanya saling berdampingan. Itulah yang ingin diingatkan oleh teman-teman Hana, bukan bermaksud mematahkan kebahagiaan yang sedang dia rasakan.


Mereka bercerita, bercanda sembari makan bersama, akhirnya Hana merasakan juga jatuh cinta setelah sekian lama hidup datar tanpa percikan bunga-bunga asmara.


...****************...


Malam pun tiba, setelah makan malam Hana merebahkan diri di kasur Hana menunggu pesan dari seseorang yang sedang membuatnya berbunga-bunga.


Pukul 21.30 wib sebuah notifikasi pesan masuk ke handphone Hana. Begitu mendengar notifikasi itu, Hana langsung membuka pesan itu dengan wajah yang tersenyum sumringah.


"Sudah tidur belum ito??" isi pesan dari Dhito.


"Belum to, masih main handphone. Baru pulang ya kamu??" balas Hana.


"Oh gitu, sudah makan belum??" tanya Hana.


"Sudah, kamu sudah makan kan??" balas Dhito.


"Sudah dong." Jawab Hana.


Karena terlalu asik menunggu pesan dari Dhito, Hana melupakan janjinya kepada Dessy dan Nara. Nara menelepon Dessy karena tau pasti Dessy akan menggerutu.


"Lihat nih sih Hana, belum pacaran udah lupa sama janjinya." Geeutu Dessy sesuai dugaan Nara.


"Des, maklumilah sahabat kamu baru aja berbunga-bunga kita harus lebih banyak maklumi Hana kedepannya, jadi jangan begini di depan Hana nanti dia merasa tidak enak dan malah sedih." Ucap Nara mengingatkan.

__ADS_1


"Iya, iya.." Jawab Dessy Sambil memanyunkan bibirnya.


Dessy dan Nara pun akhirnya saling bercerita dan curhat dari pekerjaan, skripsi sampai ke pasangan masing-masing. Sedangkan Hana masih terus mengobrol lewat chatting dengan Dhito.


"Han, aku mau tanya sesuatu boleh??" tanga Dhito.


"Boleh dong, silahkan mau tanya apa." Jawab Hana.


"Kamu udah punya pacar??"


"Belum to, kalau aku punya pacar aku gak akan chatting sama cowo lain begini dong."


"Sebelum kenal sama aku, ada yang lagi dekat sama kamu gak to??"


"Ada tapi belum sempat dekat, masih kenalan aja dan aku punya teman cowok juga. Sahabat dari sejak sekolah."


"Oh gitu ya.."


Hana dan Dhito mulai saling terbuka satu dengan yang lain. Hana juga mulai bertanya mengenai perjalanan percintaan Dhito. Tanpa Hana sangka, Dhito pun dengan leluasa bercerita mengenai perjalanan cintanya yang gagal karena terhalang restu orangtua dari pacarnya terdahulu. Dhito juga menceritakan dia pernah memergoki mantan pacarnya selingkuh jalan dengan temannya sendiri.


Hana yang polos dan tidak begitu banyak pengalaman tentang pria dan percintaan pun percaya dan merasa iba akan cerita Dhito. Perasaan Hana ke Dhito semakin tumbuh, rasa suka yang berubah menjadi rasa simpati yang cukup dalam. Sampai perasaaan Hana ingin sekali membuat Dhito bahagia dan melupakan masa lalu yang membuatnya sakit hati.


Hana juga menceritakan kisahnya yang pernah berpacaran di saat SMA, Dhito dan Hana hampir memiliki kisah percintaan yang sama-sama cukup tragis. Hana juga meninggalkan kekasihnya terdahulu karena sang kekasih ketahuan berselingkuh dengan teman satu sekolahnya. Dari situlah Hana merasa ada kesamaan dalam penderitaan hati antara dia dan Dhito membuat Hana semakin nyaman berbagi kisah dengan Dhito.


Bagaimana kisah mereka, akankah mereka melabuhkan langkah ke satu jenjang yang lebih serius??


Bersambung...


Ikuti terus ceritanya ya teman-teman, jangan lupa dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan tambahkan ke favorit teman-teman.

__ADS_1


See you di next episode 🥰.


__ADS_2