Terbelenggu Asmara

Terbelenggu Asmara
Episode 20


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Hana terbangun, Hana melihat layar handphonenya sudah mati. Karena penasaran Hana langsung melihat kapan terakhir online sang kekasih, tepat pukul dua dini hari terakhir kali sang kekasih online. Hana memperkirakan saat itulah handphone Dhito mati.


Hana melihat sekelilingnya dan Hana dapati Ratih tertidur di samping Mila. Hana sama sekali tidak tau bahwa Ratih juga tidur bersama mereka malam itu. Namun Hana gak mau ambil pusing, Hana hanya melihatnya saja dan kembali sibuk dengan handphonenya.


Hana teringat dia mengaktifkan record saat video call tadi malam, Hana mengecek dan ingin melihat hasil recordnya. Begitu melihat hasil recordnya, Hana mendapati Dhito tertidur dengan pulas nya, wajahnya terpampang di layar handphone Hana, karena Dhito tidur menghadap ke kamera.


Namun betapa terkejutnya Hana saat mendapati dalam rekaman itu Ratih melihat ke arah handphone Hana. Tadinya Hana mau berpikir positif, mungkin saja Ratih penasaran dengan siapa Hana sleep call. Pikiran positif yang berusaha di bangun Hana seketika luntur ketika Hana melihat dalam rekaman itu Ratih mengambil ponselnya dan memotret layar handphone Hana yang terlihat jelas Dhito sedang tertidur.


Entah mengapa Hana menjadi marah, namun Hana masih ingin memendamnya. Hana ingin mencari tau lebih dalam mengenai Ratih, Hana tidak mau salah paham begitu saja dengan teman yang sudah di anggap seperti keluarga olehnya.


Hana tidak ingin terlihat jutek di depan Ratih, pagi ini Hana langsung mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus, Hana berencana sarapan di mobilnya saja. Saat Hana sudah selesai mandi dan ingin bersiap untuk pergi, Mila sudah bangun dan sedang beberes namun Hana tidak melihat Ratih di sana.


"Mau kemana Han, tumben pagi-pagi udah siap-siap gini." Ucap Mila.


"Mau ke kampus La, tapi lagi pengen sarapan di M*D hari ini." Jawab Hana.


"Oia, Ratih mana kok udah balik cepat banget." Sambung Hana.


"Iya tadi cepat dia bangun, langsung balik aku lihat." Jawab Mila.


Hana mencoba sebisa mungkin menahan amarah dan rasa tidak suka yang saat ini dia pendam. Namun bukti itu tidak Hana hapus, Hana sudah menyimpan bukti itu dengan baik. Setelah beberes Hana langsung pergi meninggalkan Mila, Mila yang sadar Hana tidak seperti biasanya hanya bisa diam.

__ADS_1


Mila sudah sangat mengenal Hana, ada sesuatu yang dia tidak suka walaupun Hana mencoba sembunyikan Mila tetap bisa membacanya. Mila juga merasa Ratih juga jadi aneh, tidak biasanya Ratih pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun saat ini Mila hanya bisa mengamati terlebih dahulu untuk membaca situasi yang terasa dingin di antara mereka.


Di mobil saat sarapan Hana mencoba menelepon Dhito, tiga kali Hana mencoba telepon namun tidak ada jawaban dari Dhito. Hana tidak melanjutkan teleponnya, wajar saja karena masih jam delapan pagi sementara Dhito pergi kerja di jam sepuluh pagi.


Hana menyantap sarapannya di mobil sambil memikirkan apa sebenarnya motif Ratih terhadapnya, iseng atau memang ada maksud tertentu kepada Dhito. Tak lama Hana dalam keheningan, telepon Hana pun berdering ya benar panggilan dari Dhito sang kekasih.


Hana langsung mengangkat panggilan tersebut dan mengubahnya menjadi video call. Dhito sedikit terkejut melihat Hana yang sudah di mobil sambil sarapan.


"Yang, sayang dimana, kok sarapan di mobil??" tanya Dhito.


"Iya yang, di M*D sarapan yang." Jawab Hana.


"Kok tumben, cepat banget sayang perginya. Biasanya jam sepuluh ini malah makan sendiri lagi di mobil." Ucap Dhito.


"Oh begitu, oia yang ada yang mau aku bilang sama kamu. Tapi kamu jangan salah paham ya, jangan marah juga." Ucap Dhito.


Deq, jantung Hana langsung berdebar kencang, Hana yakin apa yang akan di ucapkan Dhito padanya pasti soal Ratih.


"Ada apa yang??" tanya Hana.


"Semalam kan waktu kita video call malam, teman kamu ada yang lihat video call kita. Tapi kok dia foto layar handphone kamu ya yang, di situ aku terbangun dan kaget tapi dia langsung balik badan dan tidur gitu makanya langsung aku matikan yang. Siapa itu kawan kamu itu, wajahnya asing banget soalnya samaku. Tadinya aku pikir Mila pacar Bram tapi setelah ku perhatikan bukan Mila." Ucap Dhito menjelaskan dengan hati-hati dan lembut.

__ADS_1


Hana terdiam sesaat sebelum menjawab perkataan Dhito, Hana sengaja sedikit terdiam agar Dhito tidak menyadari bahwa Hana sudah mengetahuinya. Namun Hana sangat lega bahwa kekasihnya itu bersikap jujur padanya, tidak berencana menyembunyikan hal-hal kecil seperti itu. Hal ini semakin menambah kepercayaan serta rasa sayang Hana pada Dhito.


...****************...


"Semalam memang yang tidur di kamar tidak hanya aku dan Mila yang. Soalnya Ratih juga tidur bersama kami semalam, nanti aku bicarakan saja pada Mila dan Ratih ya yang sepertinya dia iseng mau foto aku dan kamu." Ucap Hana mencoba terlihat tenang dan tidak ingin menuduh Ratih dengan prasangkanya yang belum tentu benar.


Dhito pun setuju dengan apa yang di ucapkan Hana, setelah berbincang sebentar dan makanan Hana juga sudah habis. Mereka mengakhiri percakapan mereka, Hana pergi ke kampus sementara Dhito bersiap untuk kerja. Sampainya di kampus Hana mengambil jadwalnya untuk sidang, setelah jadwalnya keluar Hana langsung pergi ke kafe Ikram.


Begitu sampai di depan kafe Ikram, Hana menunggu sampai kafenya buka. Di mobil Hana menunggu sambil menunduk di setir mobilnya, tak lama kaca Hana ada yang mengetuk. Hana melihat ke arah suara ketukan kaca dan melihat Ikram berdiri di luar sana. Hana langsung menurunkan kaca mobilnya.


"Ngapain kamu disini kok gak langsung masuk??" tanya Ikram.


"Tadi Kan kafe kamu belum buka." Jawab Hana dengan lesu dan wajah lemas.


"Kamu kenapa sih, ya sudah masuk dulu ayo ngapain di mobil lama-lama biasanya juga kamu langsung masuk aneh kamu hari ini." Ucap Ikram.


Tanpa menjawab perkataan Ikram, Hana langsung mengambil barang-barangnya menutup kaca mobilnya, berjalan di belakang Ikram menuju kafe Ikram.


Begitu sampai di kafe Ikram, Hana langsung duduk di meja biasa dia duduk, menundukkan kepalanya. Ikram yang melihat gelagat aneh sahabatnya langsung membuat satu coklat hangat untuk di sajikan kepada Hana dengan harapan agar mood Hana yang rusak bisa kembali sedikit demi sedikit.


Ikram tidak akan banyak bicara jika Hana seperti itu, Ikram lebih suka menunggu sampai Hana mau bicara terlebih dahulu. Karena jika sekarang di tanya Ikram dia tidak akan dapat jawaban berupa lisan namun akan dapat jawaban melalui isyarat tubuh yang tidak jelas.

__ADS_1


Bersambung..


Kira-kira sebenarnya apa yang ada di pikiran Hana mengenai Ratih yaa?? Ikuti terus ceritanya ya teman-teman, Terimakasih.


__ADS_2