Terbelenggu Asmara

Terbelenggu Asmara
Episode 14


__ADS_3

Hana yang terdiam sejenak di kagetkan dengan suara Dhito yang menyapanya kembali.


"Han, Hana, halo.." Ucap Dhito.


"Iya to, iya, halo" jawab Hana.


"Tidak apa-apa kalau kamu tidak bisa jawab sekarang, aku tau kok ini terlalu cepat. Aku memang sedikit tidak sabaran orangnya." Jawab Dhito.


"Enggak to, maaf ya aku hanya terkejut saja. Aku juga menyukaimu, mungkin kamu sendiri sadar makanya berani menyatakan hal ini padaku." Jawab Hana.


Dhito tersenyum sumringah," Jadi apakah kita bisa berpacaran??" Dhito memastikan.


"Iya, mari kita jalani bersama, tapi kita LDR gimana??" tanya Hana.


"Tidak apa-apa, kita coba saja, aku juga baru pertama kalinya LDR seperti ini." Ucap Dhito.


"Baiklah, ini juga pengalaman pertama bagiku, hubungan jarak jauh." Ucap Hana.


"Kita jalani saja ya Han, sudah larut ayo tidur besok kamu harus ke kampus kan. Lagian kamu baru sakit harus banyak istirahat." Dhito mulai menunjukkan perhatiannya kepada Hana.


"Iya to kamu juga, Selamat malam dan Selamat tidur." Jawab Hana.


"Tidak usah di matikan, aku video call ya.." Pinta Dhito.


"Gak bisa to, aku tidur dengan teman sekamarku Mila, tidak bisa video call, kalau aku di rumah ya kita sleep call dengan video call." Ucap Hana memberi pilihan agar Dhito tidak merasa bahwa dia di tolak.


"Oh begitu, baiklah, telepon seperti ini saja. Jangan di matikan ya Han, biarkan saja nanti aku matikan kalau aku rasa kamu sudah tidur lelap." Ucap Dhito.


"Iya to." Jawab Hana.


"Selamat malam juga cantik, jangan lupa berdoa dan tidur yang nyenyak ya. Makasih sudah menerimaku, syalom sayang.". Ucap Dhito.


Hana benar-benar tersipu malu, Hana juga mengucapkan hal yang sama kepada Dhito, untuk pertama kalinya Hana berpacaran di usia dewasa. Ada beberapa hal dari Dhito yang membuat Hana merasa bahwa dia istimewa. Hana semakin jatuh cinta dengan Dhito.


Saat Hana masuk ke kamar kos, Hana dapati Mila sudah tertidur dengan lelap. Hana langsung mengunci pintu, mematikan televisi dan mematikan lampu kamar. Hana tidur di temani suara Dhito yang sayup-sayup terdengar masih berbicara dengan seorang laki-laki.

__ADS_1


Hana tersenyum dan kemudian juga tertidur di iringi suara Dhito yang terdengar sayup-sayup olehnya.


Malam itu Ikram juga berusaha menelepon Hana, namun dua kali Ikram mencoba menghubungi Hana, Hana selalu berada di panggilan lain. Sedikit kesal, namun Ikram mencoba memahami Hana karena sekarang sudah memiliki seseorang dalam hidup Hana.


...****************...


Sepulang dari kampus siang ini Hana mampir ke kafe milik Ikram, dengan wajah yang ceria Hana menyapa semua pekerja disana, tak lupa Hana juga menyapa Ikram.


"Hai bos, gimana kafe lancar?? Aku pesan makanan dan minuman dong." Ucap Hana.


Ikram yang aneh melihat Hana begitu ceria langsung ikut tersenyum dan bertanya ke Hana, "Hari ini tuan putri terlihat bahagia sekali, apa keberuntungan sedang singgah ke kamu.." Ucap Ikram sembari meledek Hana.


"Iya dong, harus selalu bahagia, kan aku sudah punya pacar." Jawab Hana setengah berbisik.


"Hah apa?? Apa kamu bilang??" Ikram memastikan karena tidak mendengar dengan jelas.


"Sudah bos, siapkan saja makanan dan minuman ya, aku mau duduk disana dulu, mau ngabarin pacar." Ucap Hana dengan senyum khasnya.


Ikram yang mendengarnya tersenyum kecil dan langsung ke dapur menyiapkan makanan untuk Hana. Begitulah Ikram selalu dia yang masak makanan untuk Hana, Ikram tidak pernah mengizinkan karyawannya yang membuat pesanan untuk Hana.


Saat Ikram sedang menyiapkan pesanan Hana tak lama Dessy dan Nara datang ke kafe untuk bekerja. Melihat Hana duduk di mejanya Dessy dan Nara langsung menghampiri Hana.


"Han, udah lama disini?? Kok kayaknya hari ini ceria banget." Ucap Dessy.


"Iya ya, hari ini aura kamu beda.." Nara menambahkan.


"Iya kah, ada sesuatu yang mau aku katakan pada kalian, tapi jangan marah ya, jangan kesal juga karena kejadiannya cepat sekali." Ucap Hana sedikit memelas agar mereka tidak marah kepada Hana.


"Baiklah, cepat ceritakan buat penasaran saja." Ucap Dessy.


"Aku sudah berpacaran.." Ucap Hana dengan senyum sumringah di barengi dengan kedatangan Ikram yang mengantar pesanan Hana.


Ikram yang juga mendengar perkataan Hana langsung duduk di samping Hana, karena Dessy dan Nara sudah duduk di hadapan Hana.


"Coba ulangi, kamu sudah punya pacar??" tanya Ikram memastikan.

__ADS_1


"Iya, aku sudah jadian semalam sama Dhito." Ucap Hana sembari menyeruput minumannya.


"Hana.." Ucap serentak Dessy dan Nara.


Melihat kedua temannya berkata sedikit teriak Hana terkejut. Hana juga melihat ke arah Ikram yang menatapnya dengan serius, nyali Hana menciut, Hana menunduk dan meminum minumannya.


Dessy dan Nara saling bertatapan dengan Ikram, seolah memberi kode bahwa Ikram saja yang ngomong ke Hana. Seolah mereka semua satu pikiran, Ikram pun setuju dan menghela nafasnya panjang.


"Kenapa sih teman-teman, apa aku salah??" tanya Hana sambil menunduk.


Dengan lembut agar tidak menyakiti perasaan Hana, Ikram memberikan pendapatnya ke Hana. "Bukankah ini terlalu cepat Han, kamu baru kenal dengannya tiga hari dan hanya melalui sosial media. Apa gak sebaiknya kalian bertemu dulu baru jadian." Ucap Ikram.


"Sudah terlanjur, aku sudah menerimanya, aku senang sekali saat dia menyatakan perasaannya padaku sampai aku tidak bisa berpikir dengan benar." Jawab Hana.


"Iya Han, menurutku juga kalian terlalu cepat." Ucap Nara.


"Benar Han.." Sambung Dessy.


"Jadi gimana dong.." Ucap Hana memanyunkan bibirnya.


Tidak ingin merusak rasa bahagia Hana, Ikram langsung berkata, "Ya sudah, jalani lah dulu, tapi jika terjadi sesuatu bilang pada kami ya. Jika dia aneh-aneh dengan kamu juga bilang pada kami, bisa hanya cerita dengan Nara atau Dessy jika tidak ingin memberitahuku." Ucap Ikram.


Hana menganggukkan kepalanya.


"Makanlah, nanti dingin tidak enak, ingat kami akan bahagia kalau kamu juga bahagia Han." Ucap Ikram tulus.


Hana menganggukkan kembali kepalanya, Ikram, Dessy dan Nara permisi untuk kembali bekerja. Agar Hana tidak terlalu memikirkannya, Ikram mengelus kepala Hana dengan lembut dan berkata.


"Jangan di pikirkan, kami hanya sedikit khawatir, tapi kami juga bahagia, oke." Ucap Ikram.


Hana langsung melirik ke arah Ikram dan tersenyum kepada Ikram, Ikram pergi dan kembali menjaga kasir di kafenya. Ikram sedikit kecewa dengan Hana yang tidak memberitahunya sebelum menerima lelaki pilihannya. Namun Ikram juga mengerti karena Hana memang sosok yang polos mengenai sebuah hubungan.


Selain khawatir akan keadaan Hana, Ikram juga mulai gelisah dan merasa bahwa waktunya bersama Hana seperti hampir berakhir. Kini seseorang sudah masuk ke dunia Hana dan akan menjaganya, Ikram berpikir sebentar lagi Hana tidak membutuhkannya dan mungkin mereka akan berjarak. Hal ini yang terus menerus menghantui pikiran Ikram.


Bersambung..

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya yaa, ikuti terus kisahnya ya teman-teman.


__ADS_2